Sebanyak 242 item atau buku ditemukan

Aku Cinta Tuhan Yesus

Buku ini ditulis terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai penulis ROHANI, pendeta, penginjil, guru Alkitab atau pekerja lain yang menggunakan Alkitab sebagai bahan utama pekerjaannya. Buku ini memuat 6 virus yang harus diwaspadai agar keberadaannya tidak dipergunakan oleh Iblis sebagai alat untuk memalingkan diri dari tujuan semula yang telah ditetapkan oleh Allah. Buku ini menginspirasi kita untuk menerapkan strategi sebagai penawar untuk mematikan ke-enam virus ini. Dengan demikian kita akan memperoleh kesembuhan sejati dari Allah.

Buku ini ditulis terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai penulis ROHANI, pendeta, penginjil, guru Alkitab atau pekerja lain yang menggunakan Alkitab sebagai bahan utama pekerjaannya.

Majalah ahkam Johor

latar belakang, pelaksanaan, dan komentar

Implementation and commentary of Islamic law in Johor, Malaysia.

Implementation and commentary of Islamic law in Johor, Malaysia.

Periwayatan Ahl al Bida’ dalam Kutub al Sittah: Telaah atas Penilaian Ibn Hajar al Asqalani dalam Kitab Taqrib al Tahdhib

Dari penelitian terlihat bahwa Perawi ahl al bida dalam meriwayatkan hadis tidak memiliki bias terhadap mazhab yang dianutnya dengan melakukan pembelaaan terhadap hadis yang diriwayatkannya. Kalau pun terdapat bias dalam periwayatan hadisnya maka bukan karena mazhab yang dianutnya, melainkan jeleknya ahlak perawi hadis tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan celaaan (tajrih) terhadap perawi tersebut dari para kritikus hadis. Penilaian ibn Hajar al Asqalani terhadap para perawi hadis juga tidak sepenuhnya tepat, karena dalam kenyataaanya ada perawi yang seharusnya dikategorikan baik (ta’dil) yang berimbas sahih terhadap hadis yang diriwayatkannya namun justru dicela (tajrih) sehingga hadis yang diriwayatkannya menjadi lemah. Sebaliknya terdapat perawi ahl al bida mendapat celaan (tajrih) padahal tidak demikian keadaannya. Terjadi inkonsistensi ibn Hajar al Asqalani dengan pernyatan yang dibuatnya. Hal ini terlihat dari perbedaann antara pernyataan ibn Hajar al Asqalani yang dalam muqaddimah kitab Taqrib al Tahdhib nya yang akan meletakkan perawi ahl al bida dalam tingkatan kelima dari duabelas tingkatan perawi yang dibuatnya dengan memberikan keterangan sebagai penganut ahl al bida tertentu. Pada kenyatannya para perawi ahl al bida dalam kitab Taqrib al Tahdhib tersebar dalam berbagai tingkatan yang dibuat oleh ibn Hajar al Asqalani, baik tingkatan dengan memberikan pujian (ta’dil) maupun dalam bentuk celaan (tajrih).

... Islamiyah ) , tth . Dhikr Man Yu'tamad Qauluhu fi Jarḥ wa Ta'dil , tahqiq dan taʻliq Abū Ghuddah , ( Cairo ; Maktabah al Mațbū'ah al Islamiyyah ) , 1984 . Tazkirah Al - Huffaz , ( Dār Al Kutub Al ' Ilmiyyah , Beirut ) , tth . „ Siyar A ...

KUMPULAN TEORI PENAFSIRAN AL QUR’AN - AL HADIS DAN TEORI EKONOMI ISLAM MENURUT PARA AHLI

Bismillahirrahmanirrahim... Segala puji dan syukur kami segenap penulis sampaikan kepada Allah Azza Wa Jalla, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, tim penulis dapat merampungkan penyusunan buku ini. tema yang di angkat pada buku ini, mengenai kumpulan pemahaman pemikiran dari para alim dan ulama Islam mengenai teori-teori penafsiran Al-Quran dan Al-Hadits serta pemahaman pemikiran tentang tema ekonomi Islam. buku ini merupakan hasil kolaborasi 13 mahasiswa/i calon doktor Ekonomis Syariah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung angkatan tahun 2020. kolaborasi ini cukup unik dan menarik, dimana dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sangat beragam mampu menghasilkan dan menyusun sebuah karya yang di harapkan dapat bermanfaat bagi penikmatnya. buku ini bersumber dari teori pada artikel-artikel ilmiah dan buku-buku rujukan ekonomi Islam yang di rangkum oleh tim penulis menjadi sebuah karya buku. tim penulis berharap bagi para pembaca buku ini untuk dapat lebih kritis dalam memahami sebuah sudut pandang dari para alim dan ulama Islam yang tertera di dalam buku ini. tim penulis menyarankan kepada para pembaca buku ini untuk dapat menggali informasi pembanding eksternal dari teori-teori yang tersusun di dalam buku ini. akhir kata, tim penulis menginginkan agar para pembaca bisa memilah dan memilih isi buku ini dengan pikiran terbuka. Wallahualam Bissawab...

... Alamiah Sesuai dengan namanya, inflasi jenis ini disebabkan oleh berbagai faktor alamiah yang tidak bisa dihindari umat manusia. Menurut alMaqrizi, ketika suatu bencana alam terjadi, berbagai bahan makanan dan hasil bumi lainnya ...

AL-UMM #2: Kitab Induk Fiqih Islam

Tidaklah berlebihan bila Imam Syafi’i menamai kitabnya Al-‘Um, yang berarti kitab Induk. Persoalan-persoalan fiqih keseharian mulai dari ibadah, munakahah, muamalah, dan siyasah, diuraikan detail dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas, dalam kitab yang menjadi rujukan utama ahlu sunnah wal jama’ah yang bermazhab Syafi’iyah ini. Bukan hanya itu, ulama-ulama sesudahnya pun menempatkan kitab ini sebagai rujukan utama dalam mengembangkan fatwa-fatwa fikih kontemporer. Betul bahwa kitab al-‘Um ini menjadi rujukan setiap muslim yang bermazhab Syafi’iyah. Akan tetapi, siapa pun, sesungguhnya, perlu mempelajari, mengkaji, dan memahami, fatwa-fatwa Imam Syafi’i yang ada dalam kitab ini. Sebagai pijakannya, kita laksanakan pesan Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa, “Jika sebuah hadis bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok.” Tentunya, lebih-lebih lagi bila bertentangan dengan Al-Qur’an. Bila semua mengedepankan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka tidak akan ada lagi perselisihan di antara umat Islam hanya karena perbedaan pemahaman. Insya Allah. Buku persembahan Republika Penerbit [Republika, bukurepublika, Penerbit Republika]

... alamiah memiliki alat kelamin ganda dan dapat ditentukan kelaminnya yang lebih dominan. Sementara Khunsa Musykil adalah: Orang yang secara alamiah memiliki alat kelamin ganda dan sulit ditentukan kelaminnya yang lebih dominan. 19 Siraj ...

Ma’had Al-Qur’an dan Perannya bagi Institut PTIQ Jakarta

Buku ini memaparkan tentang manajemen dan pengelolaan yang dilaksanakan di Ma’had Al-Qur’an Institut PTIQ Jakarta. Secara sederhana, buku ini memberikan gambaran yang cukup komprehensif dan mendalam mengenai Ma’had Al-Qur’an. Manajemen yang diterapkan di Ma’had Al-Qur’an merupakan hal paling utama yang menjadi sorotan dalam buku ini. Ma’had Al-Qur’an yang menjadi salah satu ikon khas Institut PTIQ Jakarta memiliki daya tarik tersendiri dengan program-program asrama yang diberikan. Dengan manajemen Ma’had Al-Qur’an yang dikelola dengan baik, menjadikan lembaga ini memiliki daya saing yang cukup kompeten pada Perguruan Tinggi Islam. Selain itu, peran Ma’had Al-Qur’an memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan dan respons mahasiswa dalam bidang sosial dan akademis. Ma’had Al-Qur’an di Institut PTIQ Jakarta diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membina dan membimbing akhlak dan karakter para mahasiswa dalam mewujudkan generasi yang berjiwa qur’ani.

... alamiyah dan menjadi pola interaksi khas antar dindividu maupun kelompok di saat mereka mempunyai tujuan atau keinginan yang menghendaki adanya kerjasama agar apa yang mereka inginkan dapat diwujudkan. c. Manajemen dilaksanakan dengan ...

Nalar Fiqh ‘Ulama’ Kontemporer Atas Hukum Jihad: Studi Komparasi Muhammad Sa‘id Ramadan al-Buti dan ‘Abdallah ‘Azzam

Dalam Islam, interrelasi antar manusia setidaknya dibagi dalam tiga kategori keterhubungan solidaritas: solidaritas antar orang Islam, solidaritas antar warganegara dan solidaritas antar sesama manusia. Ketiga model kerangka solidaritas tersebut menjadikan antara individu satu dengan individu lain tidak pernah tidak saling terhubung. Kalau bukan karena kesamaan agama, individu satu dan lainnya terhubung karena kesamaan statusnya sebagai warga negara. Jika bukan karena kesamaan status kewarganegaraannya, maka terhubung karena keberadaannya di muka bumi ini sebagai sesama manusia: makhluk yang paling mulia di muka bumi dan paling kompleks misi dan tugasnya untuk memakmurkan alam semesta dan seisinya. Pendek kata, diantara manusia, selalu ada tali pengikat kebersamaan antar individu sehingga diharapkan untuk bisa saling mencegah dan merajut jika dirasa ada potensi untuk terputusnya kesalingterhubungan. Khazanah fiqh Islam mengenal istilah dar al-harb dan dar al-salam. Dalam situasi ketegangan dan potensi kerusakan hubungan, dilukiskan kondisi manusia berada dalam konflik dan peperangan. Maka, berlaku hukum peperangan (dar al-harb), status kondisinya berada dalam teritori konflik dan perang. Berlakulah hukum perang. Sebaliknya, dalam situasi saling menyambung dan bekerjasama serta dalam keharmonisan, maka berlaku hukum perdamaian (dar al-salam). Klasifikasi perang dan damai, sebenarnya melukiskan kondisi kehidupan manusia yang terlalu sederhana. Hitam putih. Tetapi, di dalam penyederhanaan klasifikasi tersebut, dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa damai sebenarnya lebih disukai. Perang harus dihindari. Perang hanyalah sebuah keterpaksaan. Karena kata Islam itu sendiri bermakna otentik dan generik sebagai sinonim dengan damai (salam). Itu berarti, orang Islam harus identik dengan dimensi damai. Karena dimaksudkan dalam alur pemahaman yang demikian, maka, baik al-Qur’an maupun al- Hadith banyak sekali menjelaskan tentang fondasi kebaikan untuk menuju masyarakat yang damai. Sebaliknya, keduanya mengisahkan adanya masyarakat yang brutal dan barbar yang tidak ada pedoman nilai yang berlaku karena situasi chaotic dan perang. Manusia diperintahkan untuk senantiasa dan berusaha untuk berada dalam kondisi damai, mencegah dirinya tercebur dan terjerumus dalam kondisi perang. Dewasa ini, seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan semakin banyaknya pengalaman umat manusia dalam interaksi antar sesamanya, maka instrumen dan protokol peraturan untuk menuju kedamaian akan semakin dicari dan digandrungi. Baik dalam level lokal, nasional, regional maupun internasional. Sementara, faktor-faktor yang dapat memicu ketegangan, konflik dan peperangan akan semakin dicegah. Setidaknya, selalu ada kesepakatan-kesepakatan untuk pencegahannya. Tidak hanya mencegah secara kuratif, tetapi mencegah secara preventif, bahkan mencegah secara pre-emptif. Karena pencegahan dengan model demikian, maka bukan hanya tentang perlombaan senjata atau konflik fisik saja yang diupayakan untuk dicegah, tetapi potensi laten yang ada dalam individu, tradisi dan bahkan agama yang dapat memicu terjadinya ketegangan yang sewaktuwaktu dapat membesar menjadi konflik, dan peperangan juga dicegah. Sebut saja, perilaku individu dan primordialisme tradisi dan agama yang disalah tafsirkan sehingga menimbulkan diskriminasi, ketidakadilan dan intoleransi. Kemajuan instrumen pencegahan di atas sangat mungkin untuk mengilhami lahirnya fiqh interaksi baru antar manusia yang lebih maju dan berdimensi untuk pencegahan juga. Tidak hanya berhenti pada klasifikasi dar al-harb dan dar al-salam, tetapi bisa meluas dan melebar menjadi fiqh toleransi antar kelompok, fiqh berbasis perdamaian dan fiqh yang mengeliminasi akar kekerasan, baik komunal maupun individual. Buku yang ditulis oleh saudara Fahmi Majid menjadi salah satu upaya rintisan untuk menuju kepada pemahaman demikian. Sebagai karya ilmiah tentu karya tersebut (mungkin) masih mengandung perdebatan. Sangat boleh jadi, pembaca akan menyatakan bahwa riwayat hidup dan keterlibatan sosial ‘Abdallah ‘Azzam berbeda dengan Muhammad Sa’id Ramadan al- Buti. Oleh karenanya, tafsir dan penghayatan mereka tentang jihad juga berbeda. (Memaksa) menempatkan dan menyamaratakan pemaknaan jihad dari dua individu dengan setting sosio-historis yang berbeda, akan tidak adil dan tidak jujur. Bisa jadi akan muncul pendapat demikian. Tetapi, penulis juga berhak untuk menyatakan, bahwa penafsiran dan pemaknaan ‘Azzam tidak pada tempatnya juga untuk terus dipelihara dan diwariskan. Justru karena setting sosial-historis yang berbeda tersebut. Artinya, umat Islam di manapun berada, akan memiliki dinamika sendiri. Sangat boleh jadi, dinamika tersebut berbalik dan berbeda dengan dinamika di saat mana ‘Azzam hidup dan terlibat dalam persoalan zamannya. Terlepas dari itu semua, setetes ilmu yang ada akan ikut menambahkan tetesan air yang sudah terkoleksi. Jika terus tetesan tersebut bertambah, apalagi menjadi semakin deras, tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi danau air yang semakin dalam. Semoga buku ini akan mempercepat terbentuknya danau air tersebut.

... Alamiyah , t.t ) . Ibn Muslim Ibn Qutayba al - Dinawari , ` Abd Allah , “ Uyūn al - Akhbār ( Cairo : Dar al - Kitab al - ' Arabi , 1957 ) . Ibrahim b . Mūsā al - Shāțibi , Abū Ishaq , al - Muwafaqāt fi uşūl al - shari'a ( Cairo : Dar al ...

Imlementasi Manajemen Kurikulum Tahfidz Al-Qur’an dan Kompetensi Hafalan Al-Qur’an

Judul : Imlementasi Manajemen Kurikulum Tahfidz Al-Qur’an dan Kompetensi Hafalan Al-Qur’an Penulis : Ust. Jumadi, Lc., M.Pd. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 151 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-352-2 SINOPSIS Pendidikan mengambil peran penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa saat ini. Akan tetapi berbagai upaya yang telah pemerintah lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan belum menunjukkan hasil yang memuaskaan. Kondisi rendahnya kualitas pendidikan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Kurikulum adalah jantung dari pendidikan. Keberhasilan pendidikan sedikit banyak terletak pada keberhasilan kurikulum.

Judul : Imlementasi Manajemen Kurikulum Tahfidz Al-Qur’an dan Kompetensi Hafalan Al-Qur’an Penulis : Ust.

Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasar adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan. Dengan demikian, kurikulum artinya program yang direncanakan diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang sistematik, yang artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Ada tiga peranan kurikulum yang sangat penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peran kurikulum tersebut harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat keharmonisan di antara ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan dalam membawa siswa menuju kebudayaan masa depan. Di samping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. Alexander Inglis, dalam bukunya Principle of Secondary Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Ada empat pengembangan kurikulum yakni, landasan filosofis, psikologis, dan landasan sosiologis-teknologis. Menurut Bloom (1965) tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau domain (bidang), yaitu domain kognitif, domain afektif, dan afektif psikomotor. Domain kognitif berhubungan dengan pengembangan intelektual atau kecerdasan. Bidang afektif berhubungan dengan pengembangan sikap dan bidang psikomor berhubungan dengan keterampilan. Prinsip pengembangan kurikulum menggunakan prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.

Manajemen Kurikulum Program Keterampilan Vokasional (Teori Dan Implementasi)

Judul : Manajemen Kurikulum Program Keterampilan Vokasional (Teori Dan Implementasi) Penulis : Dumiyati Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 118 Halaman No ISBN : 978-623-6233-25-2 Buku ini membahas tentang Manajemen Kurikulum Program Keterampilan Vokasional. Buku ini penulis kontribusikan untuk dunia pendidikan di Indonesia khususnya terkait dengan ketrampilan vokasional di Madrasah Aliyah. Buku ini terdiri dari enam bab. Bab pertama tentang Kurikulum 2013 yang meliputi Pengertian Kurikulum 2013, Tujuan Kurikulum 2013, Karakteristik Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 Revisi, dan Konsep dan Strategi Penilaian Kurikulum 2013 Revisi.Bab kedua membahas tentang Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) yang meliputi Pengertian Pendidikan Kecakapan Hidup, Jenis Pendidikan Kecakapan Hidup, Pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Hidup, Tujuan dan Manfaat Pendidikan Kecakapan Hidup dan Usaha Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup. Bab ketiga membahas tentang Kecakapan Hidup Vokasional (Vocational Skill/VS) yang meliputi Pengertian Kecakapan Hidup Vokasional, Jenis Kecakapan Hidup Vokasional, Tujuan Kecakapan Hidup Vokasional dan Manfaat Kecakapan Hidup Vokasional. Bab keempat tentang Upaya Peningkatan Kecakapan Lulusan Madrasah Melalui Program Pendidikan Vokasional yang meliputi Penanaman Penguasaan Kecakapan, Kecakapan Hidup Vokasional dan Program Pendidikan Vokasional. Bab kelima membahas tentang Pendekatan Manajemen Kurikulum Vokasional yang meliputi Hakekat Manajemen dan Manajemen Kurikulum, Perencanaan Kurikulum Vokasional, Implementasi Kurikulum Program Keterampilan Vokasional dan Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Program Keterampilan Vokasional . Bab keenam membahas tentang Studi Manajemen Kurikulum Program ketrampilan Vokasional yang meliputi Pendahuluan, Metode, Pembahasan dan Simpulan

Judul : Manajemen Kurikulum Program Keterampilan Vokasional (Teori Dan Implementasi) Penulis : Dumiyati Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 118 Halaman No ISBN : 978-623-6233-25-2 Buku ini membahas tentang Manajemen Kurikulum Program Keterampilan ...