Sebanyak 7 item atau buku ditemukan

40 Keajaiban Naik Haji

Akan Diterbitkan pada bulan desember. 40 Keajaiban Naik Haji berisi kumpulan kisah pengalaman rohani dari para tamu Allah di Tanah Suci. Diangkat secara menarik berdasarkan kisah nyata para jamaah selama menunaikan ibadah Haji. Di dua Kota Suci, Makkah Al-Mukarramah dan Al-Madinah Al-Munawwarah, yang dipenuhi dengan tempat-tempat mustajab untuk berdoa, keikhlasan niat seorang hamba dalam beribadah sungguh mendapat ujian yang tidak sedikit. + Berbagai peristiwa tak terduga yang menggugah keimanan. + Godaan hawa nafsu yang menguji ketaqwaan. + Juga pengalaman penuh keajaiban yang membukakan hati dan pikiran akan Kebesaran Sang Pencipta. Dikisahkan secara terbuka sekaligus menyentuh, berdasarkan penuturan 40 nara sumber yang mengalami langsung berbagai kejadian spiritual. Peristiwa-peristiwa yang terkadang sulit dijelaskan secara logis, namun membawa hikmah yang luar biasa tentang karunia Allah SWT. Karena jawaban atas terkabulnya doa-doa, maupun terjadinya peristiwa yang menyedihkan atau menyenangkan, sesungguhnya semua atas izin Allah semata. 40 Keajaiban Naik Haji adalah sebuah bacaan yang memberikan inspirasi positif bagi siapa saja yang ingin lebih memperdalam rasa keimanan, juga penting bagi mereka yang belum berhaji.

... Umroh . Pelaksanaan Sa'i setelah mengerjakan Thawaf Ifadah . Dimulai dengan masuk dari Babus Shafa , membaca doa ketika mulai mendekati Bukit Shafa , dan diakhiri di Bukit Marwah . Dari Shafa dan Marwah dihitung satu kali , dan ...

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

... Kuantitatif dan Kualitatif Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif mengambil jarak antara peneliti dengan obyek yang diteliti, menggunakan instrument-instrumen formal, standar, dan bersifat ...

SEJARAH PERJUANGAN UMAT ISLAM INDONESIA Studi Historis Perjuangan Umat Islam di pulau Jawa

Puji dan syukur marilah Kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat kudrot dan irodahnya pada kesempatan ini kami masih diberi kondisi sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun, bahkan tugas sehari-hari dapat diselesaikan dengan baik. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman dan smoga kita termasuk ummat yang setia serta mendapat safaatul udzma di hari akhir nanti. Amin YRA. Sejarah Perjuangan dan pergerakan Umat Islam di Nusantara yang sekarang Indonesia merupakan tema menarik untuk ditelusuri dan terus didiskusikan baik secara akademik maupun secara praksis. Secara akademik para akademisi, dosen dan mahasiswa bisa mempelajari bagaimana Sejarah Perjuangan Ummat Islam Indonesia itu dari awal masuk ke Nusantara hingga perkembangan saat ini bisa difahami secara natural, bahkan dapat ditelusuri dari masa ke masa melalui proses Islam masuk ke Nusantara dari dakwah individu – individu, masuk ke komunitas kerajaan, menguasai kerajaan, membangun kerajaan, melalui tokoh organisasi masyarakat, atau lembaga pendidikan, bahkan hingga diidentifikasi sebagai pahlawan perjuangan yang beragama Islam untuk memajukan agama dan bangsanya. Secara praksis, proses itu terus menjadi pijakan bagi pembentukan sudut pandang sejarah perjuangan ummat Islam indonesia, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui mmpelajari historis perjuangan umat Islam yang beraneka ragam dan beraneka latar belakang untuk memperkuat keyakinan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.Penulisan buku Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia sengaja dilakukan secara kolaborasi antara penulis dengan para mahasiswa di Tasikmalaya, untuk kepentingan akademik, juga untuk kepentingan praksis, yakni untuk memperkokoh pemahaman perjuangan umat Islam dari maa ke masa lebih khususnya di Pulau Jawa yang nanti akan disinambungkan dengan tulisan perjuangan umat Islam di pulau yang lainnya di Indonesia Ini. Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia, Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri bangsa Indonesia. Mengingat Islam yang dianut di Indonesia tidak lepas dari konteks latar belakang historis budaya lokal, kerajaan, ormas, bahkan dari dunia pendidikan Islam yang berkembang di masa lampau yang memberi pengaruh terhadap kehidupan di zaman sekarang. Buku sejarah perjuangan umat Islam Indonesia (studi di pulau Jawa) yang hadir di hadapan para pembaca saat ini berupaya mengidentifikasi perjuangan umat Islam di lingkungan masyarakat merupakan warisan cakrawala memahami tahap demi tahap perjuangan umat Islam di Indonesia.Buku yang ditulis secara kolaborasi yang disusun oleh tim antara dosen dan para mahasiswa ini memberikan gambaran pokok kepada kita mengenai dimensi perjuangan umat Islam di Indonesia dari awal masuknya Islam hingga perjgerakan hari ini. Pada akhirnya, selamat membaca dan semoga buku i

... darah pada saat peristiwa percobaan pembunuhan presiden 14 Mei 1962 saat dilaksanakannya sholat idhul adha 1381 H ... berdarah, setelah itu kesehatan nya tidak benar-benar pulih. Beliau mengalami trauma dan mengalami masalah pada ...

Corporate Action Pembentukan Bank Syariah

Akuisisi, Konversi, dan Spin-Off

Perkembangan perbankan syariah di tingkat internasional telah mendapat momentum sejak 1970-an. Perkembangan yang dimaksud secara umum mengambil dua pola, yakni: pertama, mendirikan bank syariah berdampingan dengan bank konvensional (dual banking system), seperti yang terjadi di Mesir, Malaysia, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Bahraian, Bangladesh, dan Indonesia. Kedua, merestrukturisasi sistem perbankan secara keseluruhan sesuai dengan syariat Islam (full fledged islamic financial system) seperti yang terjadi di Sudan, Iran, dan Pakistan. Pola dual banking dalam konteks Indonesia tidak dimaksudkan untuk selamanya. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaturan mengenai keharusan melakukan pemisahan Unit Usaha Syariah Bank Umum Konvensional dalam jangka waktu maksimal 15 tahun pasca-diundangkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Oleh karena itu, peranan regulasi menjadi titik krusial dalam kedua model tersebut karena seluruh inisiasi awal perbankan syariah dimulai dengan dukungan regulasi yang memadai.

Perkembangan perbankan syariah di tingkat internasional telah mendapat momentum sejak 1970-an.

Nalar Fiqh ‘Ulama’ Kontemporer Atas Hukum Jihad: Studi Komparasi Muhammad Sa‘id Ramadan al-Buti dan ‘Abdallah ‘Azzam

Dalam Islam, interrelasi antar manusia setidaknya dibagi dalam tiga kategori keterhubungan solidaritas: solidaritas antar orang Islam, solidaritas antar warganegara dan solidaritas antar sesama manusia. Ketiga model kerangka solidaritas tersebut menjadikan antara individu satu dengan individu lain tidak pernah tidak saling terhubung. Kalau bukan karena kesamaan agama, individu satu dan lainnya terhubung karena kesamaan statusnya sebagai warga negara. Jika bukan karena kesamaan status kewarganegaraannya, maka terhubung karena keberadaannya di muka bumi ini sebagai sesama manusia: makhluk yang paling mulia di muka bumi dan paling kompleks misi dan tugasnya untuk memakmurkan alam semesta dan seisinya. Pendek kata, diantara manusia, selalu ada tali pengikat kebersamaan antar individu sehingga diharapkan untuk bisa saling mencegah dan merajut jika dirasa ada potensi untuk terputusnya kesalingterhubungan. Khazanah fiqh Islam mengenal istilah dar al-harb dan dar al-salam. Dalam situasi ketegangan dan potensi kerusakan hubungan, dilukiskan kondisi manusia berada dalam konflik dan peperangan. Maka, berlaku hukum peperangan (dar al-harb), status kondisinya berada dalam teritori konflik dan perang. Berlakulah hukum perang. Sebaliknya, dalam situasi saling menyambung dan bekerjasama serta dalam keharmonisan, maka berlaku hukum perdamaian (dar al-salam). Klasifikasi perang dan damai, sebenarnya melukiskan kondisi kehidupan manusia yang terlalu sederhana. Hitam putih. Tetapi, di dalam penyederhanaan klasifikasi tersebut, dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa damai sebenarnya lebih disukai. Perang harus dihindari. Perang hanyalah sebuah keterpaksaan. Karena kata Islam itu sendiri bermakna otentik dan generik sebagai sinonim dengan damai (salam). Itu berarti, orang Islam harus identik dengan dimensi damai. Karena dimaksudkan dalam alur pemahaman yang demikian, maka, baik al-Qur’an maupun al- Hadith banyak sekali menjelaskan tentang fondasi kebaikan untuk menuju masyarakat yang damai. Sebaliknya, keduanya mengisahkan adanya masyarakat yang brutal dan barbar yang tidak ada pedoman nilai yang berlaku karena situasi chaotic dan perang. Manusia diperintahkan untuk senantiasa dan berusaha untuk berada dalam kondisi damai, mencegah dirinya tercebur dan terjerumus dalam kondisi perang. Dewasa ini, seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan semakin banyaknya pengalaman umat manusia dalam interaksi antar sesamanya, maka instrumen dan protokol peraturan untuk menuju kedamaian akan semakin dicari dan digandrungi. Baik dalam level lokal, nasional, regional maupun internasional. Sementara, faktor-faktor yang dapat memicu ketegangan, konflik dan peperangan akan semakin dicegah. Setidaknya, selalu ada kesepakatan-kesepakatan untuk pencegahannya. Tidak hanya mencegah secara kuratif, tetapi mencegah secara preventif, bahkan mencegah secara pre-emptif. Karena pencegahan dengan model demikian, maka bukan hanya tentang perlombaan senjata atau konflik fisik saja yang diupayakan untuk dicegah, tetapi potensi laten yang ada dalam individu, tradisi dan bahkan agama yang dapat memicu terjadinya ketegangan yang sewaktuwaktu dapat membesar menjadi konflik, dan peperangan juga dicegah. Sebut saja, perilaku individu dan primordialisme tradisi dan agama yang disalah tafsirkan sehingga menimbulkan diskriminasi, ketidakadilan dan intoleransi. Kemajuan instrumen pencegahan di atas sangat mungkin untuk mengilhami lahirnya fiqh interaksi baru antar manusia yang lebih maju dan berdimensi untuk pencegahan juga. Tidak hanya berhenti pada klasifikasi dar al-harb dan dar al-salam, tetapi bisa meluas dan melebar menjadi fiqh toleransi antar kelompok, fiqh berbasis perdamaian dan fiqh yang mengeliminasi akar kekerasan, baik komunal maupun individual. Buku yang ditulis oleh saudara Fahmi Majid menjadi salah satu upaya rintisan untuk menuju kepada pemahaman demikian. Sebagai karya ilmiah tentu karya tersebut (mungkin) masih mengandung perdebatan. Sangat boleh jadi, pembaca akan menyatakan bahwa riwayat hidup dan keterlibatan sosial ‘Abdallah ‘Azzam berbeda dengan Muhammad Sa’id Ramadan al- Buti. Oleh karenanya, tafsir dan penghayatan mereka tentang jihad juga berbeda. (Memaksa) menempatkan dan menyamaratakan pemaknaan jihad dari dua individu dengan setting sosio-historis yang berbeda, akan tidak adil dan tidak jujur. Bisa jadi akan muncul pendapat demikian. Tetapi, penulis juga berhak untuk menyatakan, bahwa penafsiran dan pemaknaan ‘Azzam tidak pada tempatnya juga untuk terus dipelihara dan diwariskan. Justru karena setting sosial-historis yang berbeda tersebut. Artinya, umat Islam di manapun berada, akan memiliki dinamika sendiri. Sangat boleh jadi, dinamika tersebut berbalik dan berbeda dengan dinamika di saat mana ‘Azzam hidup dan terlibat dalam persoalan zamannya. Terlepas dari itu semua, setetes ilmu yang ada akan ikut menambahkan tetesan air yang sudah terkoleksi. Jika terus tetesan tersebut bertambah, apalagi menjadi semakin deras, tidak tertutup kemungkinan untuk menjadi danau air yang semakin dalam. Semoga buku ini akan mempercepat terbentuknya danau air tersebut.

... Alamiyah , t.t ) . Ibn Muslim Ibn Qutayba al - Dinawari , ` Abd Allah , “ Uyūn al - Akhbār ( Cairo : Dar al - Kitab al - ' Arabi , 1957 ) . Ibrahim b . Mūsā al - Shāțibi , Abū Ishaq , al - Muwafaqāt fi uşūl al - shari'a ( Cairo : Dar al ...

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam

Telaah Teoritis dan Filosofis

Buku ini merupakan buku pengembangan dan pengelolaan kurikulum yang ditujukan untuk pembaca khususnya akademisi yang terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3, juga para praktisi pendidikan yang terdiri dari guru, dosen, bahkan juga ustadz supaya memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang pengembangan dan pengelolaan kurikulum. Kurikulum yang merupakan inti dari proses pendidikan di mana pendidikan mampu melaksanakan proses pembelajaran jika terdapat kurikulum tersebut, maka eksistensi kurikulum tidak dapat dipandang sebelah mata. Sehingga tidak dapat dipungkiri kalau pengembangan kurikulum secara teoritis wajib dilakukan dengan baik supaya ke depannya memberikan output yang lebih baik dan lebih mempunyai pemikiran yang komprehensif. Buku ini merupakan buku yang mencoba menguraikan dengan bahasa yang sederhana dan lugas mengenai kurikulum, pengembangannya, pengelolaannya serta implementasi praktisnya di lembaga pendidikan Islam. Penerbit Garudhawaca

Buku ini merupakan buku pengembangan dan pengelolaan kurikulum yang ditujukan untuk pembaca khususnya akademisi yang terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3, juga para praktisi pendidikan yang terdiri dari guru, dosen, bahkan juga ustadz ...