Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan cara bagaimana kita melakukan penelitian. Penelitian adalah upaya untuk mendapatkan informasi dan melakukan investigasi data, guna mendapatkan ilmu pengetahuan atau menemukan ilmu baru. Apa itu metodologi penelitian? Secara etimologi, metodologi penelitian akan menjelaskan secara teknis cara, metode atau trik. Karena konteksnya adalah melakukan penelitian, maka dasar yang paling fundamental yang harus kamu miliki adalah mengetahui proses menjalankan penelitian. Buku ini memaparkan materi-materi yang sangat dibutuhkan dalam penelitian. Selain itu, buku ini juga disusun secara lengkap dan praktis. Sehingga diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi mahasiswa maupun peneliti yang mengharpakan adanya panduan penelitian yang lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Materi yang dibahas dalam buku ini yaitu: Pengertian dan Konsep Dasar Penelitian Ilmiah Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Konsep Hipotesis Penelitian Teknik Uji Hipotesis Penelitian Jenis Variabel Penelitian Desain Penelitian Populasi dan Sampel

Apa itu metodologi penelitian? Secara etimologi, metodologi penelitian akan menjelaskan secara teknis cara, metode atau trik.

Mengubah Sampah Menjadi Emas

Kiat-kiat yang mengubah seorang pemulung sampah menjadi pengusaha beromzet miliaran

John Peter adalah seorang pengusaha yang mengawali langkahnya dari memulung sampah. Berbagai kegagalan pernah ia alami, namun bermodalkan tekad yang kuat untuk berhasil, ia terus bersemangat dan menekuni satu bidang yang potensial. Melalui ketekunannya dan berbagai kiat yang ia jalani, sekarang ini John Peter berhasil menjadi seorang pengusaha yang berhasil dalam bidang daur ulang sampah dan merambah berbagai bidang bisnis lainnya. Pengalaman dan kiat-kiatnya patut kita pelajari untuk menjadi bekal dalam menjalani serta meraih apa yang kita cita-citakan.

... ini sering disebutkan dalam pelajaran Fisika. Namun prinsip ini juga berlaku dalam kehidupan manusia. Kalau aksi yang diberikan negatif maka biasanya muncul reaksi negatif juga. Kalau suami selalu memberikan aksi " marah- marah " maka 150.

Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasar adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan. Dengan demikian, kurikulum artinya program yang direncanakan diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang sistematik, yang artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Ada tiga peranan kurikulum yang sangat penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peran kurikulum tersebut harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat keharmonisan di antara ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan dalam membawa siswa menuju kebudayaan masa depan. Di samping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. Alexander Inglis, dalam bukunya Principle of Secondary Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Ada empat pengembangan kurikulum yakni, landasan filosofis, psikologis, dan landasan sosiologis-teknologis. Menurut Bloom (1965) tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau domain (bidang), yaitu domain kognitif, domain afektif, dan afektif psikomotor. Domain kognitif berhubungan dengan pengembangan intelektual atau kecerdasan. Bidang afektif berhubungan dengan pengembangan sikap dan bidang psikomor berhubungan dengan keterampilan. Prinsip pengembangan kurikulum menggunakan prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.

Prakarya Dan Kewirausahaan Tata Busana Di Madrasah Aliyah (Pengenalan Dan Praktik Penggunaan Alat Jahit Mesin Dan Manual)

Untuk memenuhi kebutuhan materi bahan ajar pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan Tata Busana yang merupakan bagian dari Program Keterampilan Tata Busana yang ada di madrasah aliyah, dan menyesuaikan dengan kurikulum 2013, maka penulis membuat dan menyusun buku pegangan/bahan ajar ini. Penyusunan buku ini bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Tata Busana baik teori maupun praktik. Selain itu agar kegiatan pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi yang diharapkan, yakni memberikan bekal keterampilan, memiliki kreativitas, dan dapat berinovasi. Sehingga peserta didik selain mempunyai keterampilan, memiliki jiwa mandiri, dan memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship). Prakarya Dan Kewirausahaan Tata Busana Di Madrasah Aliyah (Pengenalan Dan Praktik Penggunaan Alat Jahit Mesin Dan Manual) ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

Prakarya Dan Kewirausahaan Tata Busana Di Madrasah Aliyah (Pengenalan Dan Praktik Penggunaan Alat Jahit Mesin Dan Manual) ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*