Sebanyak 181 item atau buku ditemukan

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI INDONESIA

Pendidikan luar sekolah memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan peluang belajar sepanjang hayat bagi semua kalangan. Dalam perjalanan sejarahnya di Indonesia, pendidikan luar sekolah telah mengalami berbagai dinamika, mulai dari tahap embrional, perkembangan kebijakan, hingga praktik-praktik inovatif yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Buku ini disusun untuk menguraikan secara sistematis tentang sejarah, perkembangan, serta tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan luar sekolah di Indonesia. Setiap bab dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana pendidikan luar sekolah bertransformasi seiring perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan politik bangsa. Penulis menyadari bahwa pendidikan luar sekolah tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakatnya. Oleh karena itu, buku ini juga mengkaji faktor-faktor eksternal seperti globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan desentralisasi pendidikan yang memengaruhi kebijakan dan implementasi program pendidikan luar sekolah. Melalui pendekatan historis dan analisis kritis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami kontribusi pendidikan luar sekolah dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Selain itu, diharapkan buku ini dapat memberikan inspirasi bagi para akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, serta mahasiswa yang tertarik untuk mendalami isu-isu pendidikan nonformal.

... non- formal, dan pengalaman lapangan. Pendidikan formal dapat memberikan landasan teoretis yang kuat dalam bidang ... INDONESIA | 52.

Layanan Perpustakaan Sekolah

Panduan Bagi Pemula

Buku kategori sosial dan politik yang berjudul Layanan Perpustakaan Sekolah: Panduan Bagi Pemula merupakan karya dari Endang Fatmawati. Di dalam buku ini diterangkan bagaimana pentingnya guru pustakawan mengelola perpustakaan sekolah sehingga memudahkan bagi para guru dan siswa dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar keberadaan perpustakaan sekolah menjadi daya tarik bagi pemustaka, di antaranya konsistensi alokasi anggaran, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, koleksi dan sarana-prasarana. Hal ini senada dengan pedoman yang ada dalam IFLA/UNESCO (2006: 8) bahwa perpustakaan sekolah harus memperoleh dana yang mencukupi dan berlanjut untuk tenaga yang terlatih, materi perpustakaan, teknologi dan fasilitas serta aksesnya harus bebas biaya.

Buku kategori sosial dan politik yang berjudul Layanan Perpustakaan Sekolah: Panduan Bagi Pemula merupakan karya dari Endang Fatmawati.

PENGANTAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah atau MBS. Hal ini didasarkan pada suatu asumsi bahwa MBS merupakan pemikiran ke arah pengelolaan pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan melaksanakan berbagai kebijakan secara luas

... perpustakaan, kesehatan, dan keamanan sekolah. Perpustakaan yang lengkap dan dikelola dengan baik memungkinkan peserta didik untuk lebih mengembangkan dan mendalami ... Sekolah Teori Dasar dan Praktik.(Bandung: PT Refika - 61 -

Manajemen Layanan Khusus di Sekolah

Pengelolaan (manajemen) layanan khusus merupakan salah satu dari substansi ekstensi manajemen pendidikan, yaitu bidang garapan di dunia pendidikan yang harus dikelola karena berkontribusi besar terhadap kesuksesan proses substansi inti. Dengan demikian, layanan khusus perlu dikelola dengan proses manajemen yang efektif. Buku ini membahas tiga belas layanan khusus peserta didik di sekolah yang meliputi layanan bimbingan konseling, perpustakaan, laboratorium, ekstrakuri-kuler, UKS, kafetaria, koperasi, OSIS, transportasi, asrama sekolah, akselerasi, kelas inklusi, dan pendidikan sistem ganda (prakerin). Kajian fungsi manajemen layanan khususnya terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Perencanaan meliputi analisis kebutuhan dan penyusunan program layanan khusus. Pengorganisasian berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus. Penggerakan meliputi pengaturan pelaksanaan layanan khusus. Adapun pengawasan berupa pemantauan dan penilaian kinerja program layanan khusus di sekolah. Buku ini layak dijadikan sebagai bahan referensi dalam mata kuliah manajemen layanan khusus ataupun sebagai rujukan dalam mengelola layanan khusus di sekolah. Buku ini cocok dibaca oleh para mahasiswa, dosen, pendidik, kepala sekolah, manajer atau pimpinan instansi pendidikan, serta praktisi manajemen pendidikan.

... Teori dan Praktik Serta Pengaruhnya terhadap Mekanisme Pembelajaran dalam Kelas Akselerasi. Jakarta: Prestasi ... Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Bakrie, A. 1996. Konsep PSG pada Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia ...

INOVASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI SEKOLAH KIAT JITU MEWUJUDKAN SEKOLAH NYAMAN BELAJAR

Buku ini merupakan buku referensi untuk guru dan kepala sekolah. Ditulis dengan maksud: (1 ) Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi guru dan kepala sekolah untuk mewujudkan sekolah nyaman belajar; (2 ) Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi kepala sekolah, tentang bagaimana mengelola sekolah dengan inovasi manajemen pendidikan; (3 ) Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi kepala sekolah dalam rangka mewujudkan sekolah nyaman belajar; (4 ) Sebagai referensi bagi kepala sekolah untuk melakukan penelitian tindakan sekolah atau best practice. Buku ini terdiri dari enam bab: (1 ) BAB I Pendahuluan; (2 ) BAB II Sekolah Nyaman Belajar; (3 ) BAB III Manajemen, Manajer, dan Kepala Sekolah; (4 ) BAB IV Inovasi Manajemen Pendidikan di Sekolah; (5 ) BAB V Mewujudkan Sekolah Nyaman Belajar; dan (6 ) BAB VI Penutup. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: (1 )Istriku Indri Cahyaningtyas, Anak-anakku Ratnani Lintang Juliardini dan Ardian Langit Krisetia yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini; dan (2 ) Pihak-pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian buku ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada dalam buku ini untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran terhadap pembaca untuk penyempurnaan buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya, guru dan kepala sekolah pada khususnya untuk mewujudkan tujuan sekolah yang akan dicapai dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Temanggung, 15 April 2019 Suranto, M.Pd

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya, guru dan kepala sekolah pada khususnya untuk mewujudkan tujuan sekolah yang akan dicapai dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Temanggung, 15 April 2019 Suranto, M.Pd

MANAJEMEN SEKOLAH DASAR UNGGUL

Profil lulusan PGSD S.1 adalah menjadi: (1) Guru SD Profesional, (2) Peneliti Pembelajaran di Sekolah Dasar, dan (3) Praktisi pendidikan di sekolah Dasar. Untuk itulah Mahasiswa PGSD sebagai calon guru profesional dan praktisi pendidikan di Sekolah Dasar perlu mendapat bekal mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Konsep MBS telah disosialisasikan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan sekolah (stakeholder) melalui pelatihan (training). Dan capacity building, baik oleh pemerintah maupun lembaga asing seperti USAID, AusAID, SECIP, ADB, AIBEP dan sebagainya. MBS memiliki 3 pilar utama yaitu: (1) PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, (2) Manajemen Sekolah yang handal, dan (3) PSM (Peran Serta Masyarakat). Buku yang berjudul “Manajemen Sekolah Dasar Unggul” ini hanya membahas secara teoritis tentang apa MBS, tujuan dan komponen MBS, lebih dari itu buku ini juga dilengkapi dengan bagaimana penerapan MBS di sekolah dalam mewujudkannya di lapangan dalam upaya mengembangkan Sekolah Dasar Unggul. Hal ini mendukung terwujudnya profil lulusan S.1 PGSD yaitu menjadi Praktisi Pendidikan di Sekolah Dasar. Oleh sebab itu buku ini juga memberikan beberapa contoh praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat dicoba untuk diadopsi dan diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) adalah wujud nyata desentralisasi pendidikan yang digalakkan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara Nasional. Akhirnya, sekali lagi diharapkan mudah-mudahan buku MBS ini dapat dijadikan acuan bagi para mahasiswa sebagai calon guru profesional dan para penyelenggara pendidikan di sekolah, agar setiap satuan pendidikan dapat meningkatkan kualitas menuju keunggulan sekolah, baik keunggulan secara teoritis sesuai standar sekolah efektif, keunggulan dalam ukuran formal sesuai Standar Nasional Pendidikan maupun keunggulan dalam perspektif harapan stakeholder sebagaimana yang diharapkan bersama.

Profil lulusan PGSD S.1 adalah menjadi: (1) Guru SD Profesional, (2) Peneliti Pembelajaran di Sekolah Dasar, dan (3) Praktisi pendidikan di sekolah Dasar.

Manajemen Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar

Penulis membuka pemikiran saya bahwa pemisahan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus menjadikan diskriminasi terhadap mereka tumbuh di tengah masyarakat. Benar jalan terbaik menjawab tantangan ini adalah sekolah inklusif di mana anak-anak berkebutuhan khusus ikut dalam pembelajaran di sekolah reguler tetapi memperhatikan kebutuhan mereka. Dasar pemikiran dan hukum pendidikan inklusif baik secara global maupun nasional bisa kita dapatkan dalam buku ini. Di dalam buku ini juga membahas prinsip dasar pendidikan inklusif. Bahkan, penulis juga telah membahas hal-hal perinci dan praktis yang perlu disiapkan dalam pendidikan inklusif. Dapat dikatakan buku ini adalah paket komplet bagaimana menyelenggarakan pendidikan inklusif di sekolah kita. Mari kita jadikan dunia ini lebih baik untuk semua orang. —Widi Purwanto, S.Si. (Ketua Yayasan YPK Penabur Kebumen) Buku ini menjelaskan sangat gamblang mengenai pandangan masyarakat umumnya terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), masalah yang terjadi di dalam pendidikan inklusif juga terkait manajemen pendidikan inklusif itu sendiri, sarana dan prasarana, serta juga bagaimana sekolah sebagai tempat terjadinya proses belajar dan mengajar bisa menyiapkan dirinya membantu pemerintah merealisasikan Nawa Cita pemerataan pendidikan untuk seluruh warga negara Indonesia. Dengan dijelaskannya beberapa hal di atas oleh penulis, saya yakin hal ini menjadi inspirasi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, universitas sebagai lembaga penghasil tenaga pendidik atau guru, sekolah sebagai satuan pendidikan tempat untuk setiap anak belajar agar bisa mempersiapkan kurikulum dan melatih para guru untuk membuat program khusus, orangtua sebagai lingkungan utama dan pertama di dalam proses awal pendidikan, serta masyarakat sebagai lingkungan sosial tempat setiap anak-anak bertumbuh dan berkembang. —Lius Iman Santoso Ciputera, S.E., M.Pd. ( Director of Operations Kanaan Global School Jambi) Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

... peserta didik reguler juga diberlakukan bagi peserta didik berkebutuhan khusus , serta Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ) , Standar Kompetensi ( SK ) , Kompetensi Dasar ( KD ) , dan Indikator Keberhasilan peserta didik reguler juga ...