Sebanyak 23 item atau buku ditemukan

Puncak Makrifat Jawa

Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji.

Pengantar Filsafat: Cara Cepat Berpikir Filosofis

Pengantar Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa, materi buku ini telah disesuaikan dengan silabi/RPS Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami perkem-bangan filsafat secara umum mulai dari filsafat klasik hingga kini, termasuk filsafat Islam. Pendekatan yang kami gunakan dalam menyiapkan buku ini adalah pendekatan historis. Karena sejarah filsafat didominasi oleh sejarah pertarungan antara akal dan hati (filsafat dan iman). Inilah yang men-dorong penulis ketika menggagas tulisan ringan dan mudah dicerna bagi mahasiswa strata satu (S1) untuk mengenalkan pola berpikir filosofis. Salah satu jalan terbaik untuk itu adalah dengan mengulas khazanah pemikiran yang pernah dan terus berkembang dalam sejarah. Buku ini berisikan beberapa pembahasan yang disajakan dalam 9 bab, yaitu: Urgensi Belajar Filsafat; Pengertian, Problem, Objek dan Ciri Berfikir Filsafat; Kedudukan dan Cabang Filsafat; Filsafat Klasik; Filsafat Abad Pertengahan; FIlsafat Modern; Aliran Filsafat Modern; Filsafat Kontemporer; dan Filsafat Islam

Pengantar Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa, materi buku ini telah disesuaikan dengan silabi/RPS Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

What Money Can't Buy

The Moral Limits of Markets

In What Money Can't Buy, renowned political philosopher Michael J. Sandel rethinks the role that markets and money should play in our society. Should we pay children to read books or to get good grades? Should we put a price on human life to decide how much pollution to allow? Is it ethical to pay people to test risky new drugs or to donate their organs? What about hiring mercenaries to fight our wars, outsourcing inmates to for-profit prisons, auctioning admission to elite universities, or selling citizenship to immigrants willing to pay? In his New York Times bestseller What Money Can't Buy, Michael J. Sandel takes up one of the biggest ethical questions of our time: Isn't there something wrong with a world in which everything is for sale? If so, how can we prevent market values from reaching into spheres of life where they don't belong? What are the moral limits of markets? Over recent decades, market values have crowded out nonmarket norms in almost every aspect of life. Without quite realizing it, Sandel argues, we have drifted from having a market economy to being a market society. In Justice, an international bestseller, Sandel showed himself to be a master at illuminating, with clarity and verve, the hard moral questions we confront in our everyday lives. Now, in What Money Can't Buy, he provokes a debate that's been missing in our market-driven age: What is the proper role of markets in a democratic society, and how can we protect the moral and civic goods that markets do not honor and money cannot buy?

In What Money Can't Buy, renowned political philosopher Michael J. Sandel rethinks the role that markets and money should play in our society.

Layanan Perpustakaan Sekolah

Panduan Bagi Pemula

Buku kategori sosial dan politik yang berjudul Layanan Perpustakaan Sekolah: Panduan Bagi Pemula merupakan karya dari Endang Fatmawati. Di dalam buku ini diterangkan bagaimana pentingnya guru pustakawan mengelola perpustakaan sekolah sehingga memudahkan bagi para guru dan siswa dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar keberadaan perpustakaan sekolah menjadi daya tarik bagi pemustaka, di antaranya konsistensi alokasi anggaran, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, koleksi dan sarana-prasarana. Hal ini senada dengan pedoman yang ada dalam IFLA/UNESCO (2006: 8) bahwa perpustakaan sekolah harus memperoleh dana yang mencukupi dan berlanjut untuk tenaga yang terlatih, materi perpustakaan, teknologi dan fasilitas serta aksesnya harus bebas biaya.

Buku kategori sosial dan politik yang berjudul Layanan Perpustakaan Sekolah: Panduan Bagi Pemula merupakan karya dari Endang Fatmawati.

Filsafat sejarah

Profetik, Spekulatif, dan Kritis

Kehadiran buku ini diharapkan bisa mengisi kekosongan pembahasan sekitar materi-materi filsafat sejarah yang dianggap masih terasa langka. Meskipun sudah banyak orang membicarakan materi-materi dunia sejarah, namun yang membicarakan dari sudut pandang dan konstruksi filsafat dalam tiga substansi; profetik, spekulatif, dan kritis belum ada yang menyinergikannya. Umumnya buku-buku filsafat sejarah yang ditulis oleh penulis di Indonesia berkutat pada spekulatif dan kritis dengan uraian yang cukup panjang. Ada juga beberapa buku yang terkait dengan materi filsafat sejarah profetik, dengan mengambil bahan-bahan kajian dari Al-Qur’an dan al-Hadis, namun disajikan dengan cara terpisah-pisah sehingga menyulitkan para mahasiswa dalam memahaminya. Sering kali pula uraian-uraian filsafat sejarah yang disajikan sangat panjang, tidak mengutamakan substantifnya, bahkan terkesan bertele-tele sehingga seringkali membuat mahasiswa banyak mengeluh, karena sulitnya memahami pemikiran filsuf sejarah tersebut. Padahal substansi isinya yang mengandung sejumlah teori-teori penting harus dikembangkan dalam berbagai penalaran diskusi dan digunakan ke dalam pembacaan sejarah secara kritis. Belum lagi persoalan bagaimana penerapan teori filsafat sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah, selalu saja menjadi persoalan tersendiri. Semua problem tersebut pada akhirnya kembali menjadi tanggung jawab para pengajar atau dosen pengampu bidang filsafat sejarah; bagimana agar para mahasiswa mampu memahami dan dapat melakukan analisis sebuah peristiwa sejarah, dengan “kacamata” filsafat sejarah. Terutama untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian (riset) dan tugas akhir berupa skripsi, tesis maupun disertasi Buku persembahan penerbit PrenadaMediagroup

Umumnya buku-buku filsafat sejarah yang ditulis oleh penulis di Indonesia berkutat pada spekulatif dan kritis dengan uraian yang cukup panjang.

Dunia Sophie

Sebuah Novel Filsafat

Mizan Gold Edition adalah spesial dari karya-karya terbaik penulis dunia. Hadir dalam kualitas teks prima serta kemasan dan bahan eksklusif, seri ini layak menjadi koleksi para pencinta sejati buku. Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: ?Siapa kamu?? Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: ?Dari manakah datangnya dunia?? Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat. Anda sudah lama ingin tahu apa filsafat, tetapi selalu tidak sempat, terlalu kabur, terlalu abstrak, terlalu susah, terlalu bertele-tele? Bacalah buku manis ini di mana Sophie, anak putri 14 tahun, menjadi terpesona karenanya.? Prof. Franz Magnis-Suseno Kata banyak orang, filsafat itu sulit. Siapa bilang? Bacalah buku Dunia Sophie ini, dan Anda akan tahu, filsafat itu amat mudah dipahami. Makin Anda membaca buku ini, makin Anda ketagihan untuk berfilsafat. Anda tak perlu lagi mengerutkan dahi karena filsafat ternyata juga bisa dinikmati sebagai novel yang enak dibaca.? Dr. Sindhunataÿ Menikmati filsafat seasyik membaca cerita detektif, itulah yang ditawarkan Gaarder dalam buku ini. Sejarah filsafat selama dua setengah milenium menjadi bahan perbincangan dengan seorang anak. Saat Anda menemukan pelakunya bersama anak ini, Anda sudah banyak mencicipi filsafat.? Dr. F. Budi Hardiman, Penulis buku Filsafat Modern ÿ?Novel ini berkisah tentang pergulatan para filsuf dalam bertanya, berdebat, dan merenung pelbagai jawaban kehidupan. Cara berkisah novel ini sungguh memikat dan pasti membuat pembaca awam semakin ?kepincut? untuk membacanya tanpa jeda.? Donny Gahral Adian, M.Hum., Ketua Jurusan Filsafat Universitas Indonesiaÿ "Dunia Sophie adalah pengantar ke dunia filsafat yang paling menarik karena disajikan dalam bentuk cerita setengah detektif. Seru, tegang, mendebarkan, namun mencerahkan! Jangan lewatkan buku ini!? Jansen H. Sinamo, Guru Etos Indonesiaÿ Pengungkapan alur pikir filsafat menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah untuk dipahami masyarakat awam filsafat. Uraian filsafat dalam buku ini tidak menghilangkan substansi pendapat masing-masing filsuf.? Dr. Abbas Hamami Mintaredja, Dekan Fakultas Filsafat UGM ÿ?Pertama-tama, bayangkan sebuah buku pengantar filsafat untuk pemula, ditulis oleh seorang guru SMA. Kemudian bayangkan sebuah novel fantasi?semacam versi modern Through the Looking Glass. Padukan dua genre yang sangat berbeda ini, dan apa yang Anda peroleh? Ternyata sebuah best-seller internasional.? Time Cerita yang sangat menghibur dan imajinatif, membungkus sebuah pesan filosofis yang menantang pikiran.? Daily Mail Luar biasa ? Jostein Gaarder berhasil meringkas 3.000 tahun sejarah pemikiran; menyederhanakan argument-argumen yang sangat rumie tanpa merusaknya. Benar-benar prestasi hebat!? The Sunday Times Mengagumkan. Sebuah novel misteri yang cerdas dan menggemaskan, yang kebetulan juga merupakan sebuah sejarah filsafat". The Washington Post Book Worldÿ "Dunia Sophie benar-benar menyenangkan. Andai saja ada buku semacam ini ketika saya belajar filsafat di perguruan tinggi!? Madeleine L'Engle, penulis Wringkle in Time [ Mizan, Pustaka, Novel, Filsafat, Indonesia]

Benar-benar prestasi hebat!? The Sunday Times Mengagumkan. Sebuah novel misteri yang cerdas dan menggemaskan, yang kebetulan juga merupakan sebuah sejarah filsafat". The Washington Post Book Worldÿ "Dunia Sophie benar-benar menyenangkan.

Capital Hates Everyone

Fascism or Revolution

Why we must reject the illusory consolations of technology and choose revolution over fascism. We are living in apocalyptic times. In Capital Hates Everyone, famed sociologist Maurice Lazzarato points to a stark choice emerging from the magma of today's world events: fascism or revolution. Fascism now drives the course of democracies as they grow less and less liberal and increasingly subject to the law of capital. Since the 1970s, Lazzarato writes, capital has entered a logic of war. It has become, by the power conferred on it by financialization, a political force intent on destruction. Lazzarato urges us to reject the illusory consolations of a technology-abetted "new" kind of capitalism and choose revolution over fascism.

We are living in apocalyptic times. In Capital Hates Everyone, famed sociologist Maurice Lazzarato points to a stark choice emerging from the magma of today's world events: fascism or revolution.

Erasmus of Rotterdam

A Portrait.

Erasmus of Rotterdam (1466/67–1536) remains, for good reason, the best-known humanist of his time. He influenced reformers, philosophers, politicians, literati, legal scholars, educators, artists and musicians in his own as well as in later centuries and covered an astonishingly broad range of topics: war and peace, politics and human dignity, jurisdiction and philosophy of law, church music and homiletics, piety and common wisdom, style and manners, as well as questions of matrimony, gender and education. Indeed, Erasmine thought continues to influence European intellectual history to this day. Christine Christ-von Wedel introduces Erasmus as a personality but also expands on his rich and multi-layered thinking and the struggles and longings in the age of Reformation characterised by his clashes with both Martin Luther and the Catholic establishment.

Erasmus of Rotterdam (1466/67–1536) remains, for good reason, the best-known humanist of his time.