Sebanyak 26326 item atau buku ditemukan

Menuju Sejarah Sumatra

Antara Indonesia Dan Dunia

Sumatra adalah sebuah pulau yang sangat luas dan belum banyak diteliti, berpenduduk 43 juta jiwa dan terdiri atas berbagai suku bangsa. Selain dari karya besar William Marsden pada 1783, sedikit sekali tulisan serius mengenai sejarah Sumatra, dan sedikit lagi upaya untuk menguraikan sejarah itu sebagai sebuah kesatuan yang utuh. Berkat sumberdayanya yang berlimpah berupa tanah dan mineral, dan penduduknya yang giat bekerja, Sumatra telah berkembang menjadi wilayah perbatasan Kepulauan Nusantara yang makmur. Tetapi penduduk pulau itu, yang sebagian besar tinggal di dataran tinggi dan baru mengenal negara pada abad ke dua puluh, baru dipersatukan dari sisi politik di bawah pemerintah Belanda di Batavia dan pemerintah Indonesia di Jakarta. Orang Sumatra memiliki tradisi menentang kekuasaan terpusat, dan orang Aceh, seperti pada masa penjajahan Belanda, dapat dipertahankan sebagai bagian dari negara Indonesia hanya melalui kekerasan. Buku ini adalah hasil penelitian yang berlangsung emapt puluh tahun lamanya mengenai sejarah Sumatra dari abad ke-16 hingga zaman kini. Sambil mencari pola-pola kesatuan di pulau perbatasan yang luas itu, buku ini memusatkan perhatian pada Aceh, yang tidak saja memiliki sejarah kenegaraan yang paling beragam, tetapi juga kehadiran yang paling penuh gejolak dibandingkan dengan wilayah Sumatra lainnya.

... darah , kalau tidak , makanpun ia tak mau . Hikayat Aceh memaparkan dengan lebih rinci mengenai kesenangan keji penguasa ini pada olahraga berdarah : 9948 sultan itu selalu keluar ke lapangan parade untuk melakukan kesenangannya ...

Sejarah Gereja Umum

Dalam mempelajari sejarah gereja tidak semata-mata hanya menghafal tokoh dan tanggal peristiwa, atau tempat di mana peristiwa itu terjadi. Inilah yang membuat sebagian orang kurang tertarik dalam belajar sejarah, khususnya sejarah gereja. Akan tetapi tidak perlu putus asa. dengan membaca buku ini, tentu Anda akan menikmati isi buku tersebut. Sejarah memang tidak dapat diubah lagi, tapi dari sejarah itu bisa menjadi pembelajaran atau evaluasi diri untuk lebih baik lagi. Itulah yang boleh saya sebutkan di sini dalam mempelajari sejarah gereja. Bila melihat rentetan sejarah gereja, ada masa sulit, tekanan dan masa jaya pula. Tidak selamanya suram dan dianiaya. Ada saatnya menuai dengan apa yang sudah ditabur. Pada masa sesudah Yesus naik ke surga, para murid-murid Yesus dan pengikut Kristus, banyak yang mengalami aniaya. Seolah-olah makin suram rasanya. Tidak ada kesempatan untuk bernapas. Siksaan demi siksaan datang secara beruntun. Namun di situlah gereja sebagai tubuh Kristus diuji. Ia bagaikan emas yang berada di perapian yang sangat panas. Semakin dibakar justru terlihat sinar yang berkemilauan. Mengapa? Karena yang diuji itu adalah emas murni.Jika jemaat Tuhan memiliki iman yang murni di hadapan Tuhan, maka tidak takut dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Ada ungkapan yang berkata, “Semakin dibabat semakin merambat. Patah tumbuh hilang berganti. Mati satu tumbuh seribu.” Jika slogan ini menjadi dasar bagi gereja, apapun yang terjadi pasti terus maju dan melangkah dengan iman, yang akhirnya membawa kemenangan.

... berdarah. Muhammad berjanji bahwa jika mereka menerimanya sebagai pemimpin mereka, maka tidak akan ada pertumpahan darah dan tidak ada pembalasan dendam. Tak ada orang Mekah yang dipaksa untuk memeluk Islam. Ia hanya akan menghancurkan ...

Sejarah Lengkap Wahhabi

“Buku ini, yang ditulis oleh seorang alumni pesantren, dengan melacak ajaran-ajaran, sejarah, politik kekuasaan, dan para kritikus Wahhabi, menarik untuk dijadikan bahan pertimbangan melihat gerakan Wahhabi. Buku ini dapat memperkaya bacaan umat Islam tentang eksistensi gerakan Wahhabi di dunia muslim. Dan, untuk konteks di Indonesia, kaum muslim dapat mengambil pelajaran dalam rangka mengembangkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang sesungguhnya, melalui sikap muslim Indonesia yang khas.” —KH. Chasan Abdullah, Katib Syuriyah PWNU Yogyakarta, dan Pengasuh PP. As-Salafiyyah, Mlangi. Buku ini memaparkan secara komprehensif sejarah Wahhabi sejak kelahirannya, sepak terjangnya, hingga pengaruhnya pada era modern. Di dalamnya, juga dikupas doktrin, ideologi, dan amaliah sekte atau mazhab Wahhabi dengan merujuk pada sumber-sumber primer, termasuk dari karya kritis orang dekat Muhammad bin Abdul Wahab, dan diperkaya referensi-referensi modern tepercaya. Dengan bahasa yang gamblang dan analisis yang tajam, Nur Khalik Ridwan—penulis buku ini—berhasil menyuguhkan bacaan berkualitas yang meyakinkan dan mengasyikkan. Lebih dari itu, di tengah minimnya buku-buku sejenis, buku ini dapat dijadikan sebagai sumber pokok untuk mengkaji lebih jauh gerakan Wahhabi pada masa mendatang. Selamat membaca!

... darah Yahudi dari keluarga Saudi ketika ia menyatakan kepada Washington Post pada 17 September 1969: Terlepas dari apakah keluarga Saud ini berdarah Yahudi atau bukan,. “Kami, keluarga Saudi adalah saudara sepupu (cousins) Yahudi. Kami ...

Pribadi Muhammad: Riwayat Hidup sang Nabi dalam Bingkai Sejarah, Politik, Agama, dan Psikologi

Riwayat hidup Muhammad adalah sejarah paling penting yang hampir tak tertandingi. Sayangnya, dalam keagungan pemujaan namanya, kisah yang intens tentang sang pengibar Islam ini tidak dimengerti secara mendalam. Banyak buku telah ditulis, namun hanya sedikit yang mengupas secara utuh sisi humanistik sang tokoh. Dalam buku ini, Lesley Hazleton menggambarkan Muhammad dalam suatu cerita yang hidup. Mengurai kisah sang Nabi dalam bingkai sejarah, politik, agama, dan psikologi, ia menampilkan sosok agung ini sebagai manusia seutuhnya, dengan segala kompleksitas dan vitalitasnya. Lebih dari itu, buku ini memaparkan kebangkitan Muhammad: dari lelaki tak berdaya menjadi pemimpin penuh kuasa, dari seorang tak dikenal menjadi pribadi yang namanya terus dikenang, dari sosok tak penting menjadi figur yang pengaruhnya sangat kuat bagi umat manusia. Bagaimana seorang outsider ini akhirnya menjadi insider utama di dunia Arab yang “sakit” kala itu? Ditulis dengan jernih tanpa tendensi ideologis-politis, Muslim Pertama menyuguhkan narasi yang hidup tentang seorang pria mengagumkan yang berada di antara idealisme dan pragmatisme, iman dan politik, perdamaian dan kekerasan, serta penolakan dan pujian. Dan, buku ini tak hanya menerangi figur sang tokoh, tapi juga warisan pengaruhnya yang terus terasa hingga saat ini.

... darah mereka kepada kalian,” Muhammad berujar kepada anak buahnya sambil mengamati medan perang seusai pertempuran ... berdarah-darah. Kaki para musuh terputus dengan satu tebasan pedang sehingga “sumsum mengalir keluar”. Usus-usus ...

Sejarah Kesultanan Melayu Sanggau

Buku sejarah Kesultanan Melayu Sanggau merupakan sebuah buku yang mengungkapkan fakta-fakta sejarah Sanggau masa lalu dan diungkapkan secara ilmiah dalam buku ini. Memang fakta sejarah Sanggau ini telah lama dilupakan atau memang sengaja ditenggelamkan seperti menghilangkan puing-puing sejarah. Meskipun demikian, buku ini tetap perlu dibaca sebagai informasi, pengetahuan sejarah dan dipahami oleh penduduk Sanggau, terutama dari kalangan Aristocrat, karena disadari atau tidak, Sultan-sultan Sanggau di masa lalu telah memberi catatan penting dalam pendirian Kota Sanggau. Untuk melihat kontribusi dan peranan yang dimainkan para Sultan, buku ini telah memaparkan fakta-fakta, antara lain Sultan Abang Abdurrahman telah mendirikan sebuah Kesultanan Sanggau pada 5 Rabiul Awal 871 H/8 Agustus 1450 M. Kemudian, Sultan Jamaludin memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan dari Mengkiang ke Sanggau pada tanggal 12 Maret 1658 M. Tidak hanya itu saja, buku ini juga memaparkan beberapa cerita legenda yang mencirikan masyarakat Sanggau pada zaman dahulu. Melalui tulisan ini, semua pihak khususnya kaum kerabat, para eksekutif, sarjana dan intelektual juga diajak untuk mensinergikan lagi ingatan akan sejarah Sanggau yang berliku dan menatap masa depan Sanggau yang lebih cerah serta bersahabat. Bukan Sanggau yang grudang-gradok, tidak bernuansa dan tidak berperadapan.

... berdarah itu kepada suami/ayah mereka yang telah tertipu oleh siasat licik Datok Bandar tersebut ialah mereka yang ... darah itu dapat dibayar dengan darah. XVI. Panglima Gergaji segera milir ke Sanggau untuk berunding dengan dua ...

Menguak Rahasia Sejarah Dunia

Membongkar Misteri Sejarah Di Berbagai Penjuru Dunia

Misteri-Misteri yang meluputi sejarah tempat kita tinggal akan selalu menyertai umat manusia sampai kapan pun. Ada berbagai macam peristiwa, peninggalan zaman kuno, dan juga hal-hal supranatural yang membuat kita bertanya-tanya mengenai kebenaran di baliknya. Diantaranya terkait bagaiamana awal penciptaan alam semesta, keberadaan Tuhan, dan juga perihal evolusi asal usul manusia. Tak hanya itu, bagaimana kita menjelaskan pembangunan piramida? Dimanakah letak Antlatis (jika memang benar ada)? Bagaimana seluk-beluk dewa-dewi Yunani dan/atau Romaei Kuno? Bagaimana dengan orang-orang serta organisasi-organisasi yang berpengaruh di dunia? Buku ini merangkum informasi-imformasi yang berkaitan dengan semua pertanyaan-pertanyaan di atas. Kita akan menemukan banyak hal yang menarik mengenai misteri-misteri yang meliputi sejarah dunia di mana belum dipecahkan hingga saat ini, serta menguak kebenaran-kebenaran yang bisa ditemukan darinya.

... darah hewan menggunakan pisau kurban berdarah. Kedua Luperci ini melambangkan Romulus dan Remus. Darah kemudian dikeluarkan dengan sepotong wol yang direndam susu saat Luperci tertawa.449 Ketika pesta Lupercal selesai, Luperci memotong ...

Mengapa Indonesia harus menjadi negara federasi

... partai lain . Sudah tentu kemungkinan seperti ini tidak disukai oleh partai politik yang sedang berkuasa . Tidak perlu diragukan pula bahwa adanya alokasi kekuasaan yang jelas akan mendorong meningkatnya partisipasi politik secara ...

Mengapa Megawati tak pantas jadi presiden?

komentar 50 tokoh nasional

Political stance toward Megawati Soekarnoputri as the president of Indonesia.

... partai pro status quo ( tidak reformis ) , karena platform partai ini tidak mau ada amandemen UU 45.⚫ [ Harold Crouch - Pengamat Politik Indonesia ] Pidatonya semakin menegaskan bahwa Megawati tidak ingin Dwi Fungsi ABRI. 31 31.

Mengapa somasi?

kasus hukum Tomy Winata vs. Tempo

Issues on freedom of the press in Tomy Winata versus Tempo magazine case with references to the Indonesian press law and journalistic ethics.

... Partai Demokrasi . Dua wartawan Washington Post , Bob Wood- ward dan Carl Bernstein , segera menyelidiki apa yang terjadi . Insting jurnalis mereka menangkap ada sesuatu yang lebih besar daripada pencu- rian kantor partai . Pelan ...