Sebanyak 10 item atau buku ditemukan

Sejarah dan Teori Sosial

"Buku ini berguna bagi teoretisi sosial dan sejarawan. Ditulis dengan gaya yang lancar dan enak dibaca; menunjukkan kemampuan penulisnya untuk menangkap persoalan pokok tentang isu teoretis dan menguraikannya dengan ringkas dan akurat… Burke memberikan contoh-contoh yang kaya dari zaman kuno hingga sejarah kontemporer dan mencakup kasus di berbagai belahan dunia… Sebuah buku bermutu yang langka dan pantas disarankan sebagai bacaan wajib bagi mahasiswa yang serius di bidang sejarah dan teori sosial di tingkat pendidikan mana pun. Tetapi buku ini tentunya juga menarik bagi khalayak pembaca umum." Robert W. Scribner. Clare College, Cambridge. Sebuah karya yang sangat jernih dan luas cakupannya… Menawarkan pembacanya akses yang cepat ke isu-isu kunci. Ringkas dan tajam tentang masalah-masalahnya. Pada saat agenda pluralisme dan sejarah global masih diperdebatkan di perguruan tinggi, penulis buku ini menawarkan pendekatan yang komprehensip terhadap masalah-masalah ini di mana semua pihak bias memetik manfaat darinya. Herman Lebovics. SUNY Stony Brook

Ditulis dengan gaya yang lancar dan enak dibaca; menunjukkan kemampuan penulisnya untuk menangkap persoalan pokok tentang isu teoretis dan menguraikannya dengan ringkas dan akurat… Burke memberikan contoh-contoh yang kaya dari zaman kuno ...

Bahasa Betawi

Sejarah dan Perkembangannya

Bahasa Betawi yang dikenal dengan berbagai nama: bahasa Betawi, dialek Jakarta, bahasa Melayu local yang hidup di bumi Nusantara ini. Untuk mengenal bahasa ini lebih baik diketengahkan di awal buku ini situasi kebahasan dan kedudukan bahasa ini di antara bahasa Melayu lokal lainnya. Sejalan dengan sejarahnya, bahasa Betawi memperlihatkan cirri-ciri khas bahasa Melayu Timur, di samping cirri-ciri umum bahasa Melayu lainnya. Kekhasannya yang tampak, baik dalam struktur fonologi, morfologi, maupun sintaksisnya merupakan bahasan pokok buku ini. Selain itu, buku ini bukan hanya membahas kehadirannya sebagai bahasa perhubungan antar penduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa, melainkan secara sepintas dibahas juga tentang lahirnya sejumlah sastra naskah yang tampaknya luput dari perhatian para ahli dan para pemerhati lainnya. Selain kaya akan sastra lisan dan sastra naskah tersebut, sastra tulis Betawi juga diperkaya dengan berbagai karya kontemporer yang dimuat dalam surat kabar sejak awal abad ke-19. Perannya yang amat penting dalam perkembangna bahasa Indonesia dibahas dalam bab penutup buku ini yang disertai lampiran yang memperlihatkan betapa banyak kata-kata bahasa Betawi dalam Bahasa Indonesia yang oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia ditandai dengan JK.

Bahasa Betawi yang dikenal dengan berbagai nama: bahasa Betawi, dialek Jakarta, bahasa Melayu local yang hidup di bumi Nusantara ini.

Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum

Buku tentang metode penelitian sudah banyak ditulis dan diterbitkan. tetapi mengapa buku metodologi penelitian yang ini masih juga diterbitkan? Seorang teman dosen yang mengajar mata kuliah metodologi penelitian, dan menggunakan bahan ini (sewaktu masih berbentuk diklat) mengatakan, "enak untuk mengajar, lebih praktis". Dalam buku ini dibahas tentang apa saja yang harus dilakukan dalam penelitian dari awal hingga akhir: merumuskan masalah, mendalami masalah penelitian untuk lebih mempertajam fokus, merumuskan kerangka teori atau hipotesis, menentukan metode penelitian yang sesuai, mengumpulkan data dan mengolah data, analisis dan interpretasi data, dan akhirnya menulis hasil laporan penelitian, yang kesemuanya itu sesuai dengan tahapan perkuliahan metodologi penelitian. Penjelasannya sendiri dipaparkan secara praktis, sehingga para pembaca dapat mengikuti dengan mudah. Meskipun diperuntukkan bagi para mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah metodologi penelitian, teristimewa bagi mereka yang akan menulis skripsi/tesis/disertasi, namun sesungguhnya buku ini juga bermanfaat bagi mereka yang ingin melakukan penelitian, karena buku ini memberikan penjelasan praktis langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Sebab, seperti kita tahu, penelitian sangatlah bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada gilirannya memberikan sumbangsih yang bermuara pada kesejahteraan umat manusia dan kemajuan bangsa.

Buku tentang metode penelitian sudah banyak ditulis dan diterbitkan. tetapi mengapa buku metodologi penelitian yang ini masih juga diterbitkan?

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

September 1948-Desember 1949

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

... Malaka , tertanggal Penjara Ponorogo September 1947 , hlm . 1-2 . Tan Malaka , Dari penjara ke penjara . Bagian I. Cetakan kedua . Jakarta : Teplok Press , Juli 2000 , xi + 303 halaman . Dengan ' Pengantar penerbit ' , tertanggal ...

Menuju Sejarah Sumatra

Antara Indonesia Dan Dunia

Sumatra adalah sebuah pulau yang sangat luas dan belum banyak diteliti, berpenduduk 43 juta jiwa dan terdiri atas berbagai suku bangsa. Selain dari karya besar William Marsden pada 1783, sedikit sekali tulisan serius mengenai sejarah Sumatra, dan sedikit lagi upaya untuk menguraikan sejarah itu sebagai sebuah kesatuan yang utuh. Berkat sumberdayanya yang berlimpah berupa tanah dan mineral, dan penduduknya yang giat bekerja, Sumatra telah berkembang menjadi wilayah perbatasan Kepulauan Nusantara yang makmur. Tetapi penduduk pulau itu, yang sebagian besar tinggal di dataran tinggi dan baru mengenal negara pada abad ke dua puluh, baru dipersatukan dari sisi politik di bawah pemerintah Belanda di Batavia dan pemerintah Indonesia di Jakarta. Orang Sumatra memiliki tradisi menentang kekuasaan terpusat, dan orang Aceh, seperti pada masa penjajahan Belanda, dapat dipertahankan sebagai bagian dari negara Indonesia hanya melalui kekerasan. Buku ini adalah hasil penelitian yang berlangsung emapt puluh tahun lamanya mengenai sejarah Sumatra dari abad ke-16 hingga zaman kini. Sambil mencari pola-pola kesatuan di pulau perbatasan yang luas itu, buku ini memusatkan perhatian pada Aceh, yang tidak saja memiliki sejarah kenegaraan yang paling beragam, tetapi juga kehadiran yang paling penuh gejolak dibandingkan dengan wilayah Sumatra lainnya.

... darah , kalau tidak , makanpun ia tak mau . Hikayat Aceh memaparkan dengan lebih rinci mengenai kesenangan keji penguasa ini pada olahraga berdarah : 9948 sultan itu selalu keluar ke lapangan parade untuk melakukan kesenangannya ...

Sejarah Kesultanan Melayu Sanggau

Buku sejarah Kesultanan Melayu Sanggau merupakan sebuah buku yang mengungkapkan fakta-fakta sejarah Sanggau masa lalu dan diungkapkan secara ilmiah dalam buku ini. Memang fakta sejarah Sanggau ini telah lama dilupakan atau memang sengaja ditenggelamkan seperti menghilangkan puing-puing sejarah. Meskipun demikian, buku ini tetap perlu dibaca sebagai informasi, pengetahuan sejarah dan dipahami oleh penduduk Sanggau, terutama dari kalangan Aristocrat, karena disadari atau tidak, Sultan-sultan Sanggau di masa lalu telah memberi catatan penting dalam pendirian Kota Sanggau. Untuk melihat kontribusi dan peranan yang dimainkan para Sultan, buku ini telah memaparkan fakta-fakta, antara lain Sultan Abang Abdurrahman telah mendirikan sebuah Kesultanan Sanggau pada 5 Rabiul Awal 871 H/8 Agustus 1450 M. Kemudian, Sultan Jamaludin memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan dari Mengkiang ke Sanggau pada tanggal 12 Maret 1658 M. Tidak hanya itu saja, buku ini juga memaparkan beberapa cerita legenda yang mencirikan masyarakat Sanggau pada zaman dahulu. Melalui tulisan ini, semua pihak khususnya kaum kerabat, para eksekutif, sarjana dan intelektual juga diajak untuk mensinergikan lagi ingatan akan sejarah Sanggau yang berliku dan menatap masa depan Sanggau yang lebih cerah serta bersahabat. Bukan Sanggau yang grudang-gradok, tidak bernuansa dan tidak berperadapan.

... berdarah itu kepada suami/ayah mereka yang telah tertipu oleh siasat licik Datok Bandar tersebut ialah mereka yang ... darah itu dapat dibayar dengan darah. XVI. Panglima Gergaji segera milir ke Sanggau untuk berunding dengan dua ...

Dampak otonomi daerah di Indonesia

merangkai sejarah politik dan pemerintahan Indonesia

On decentralization in government in Indonesia.

On decentralization in government in Indonesia.

Politik Pengelolaan Dana Otonomi Khusus dan Istimewa

Buku bunga rampai ini merupakan hasil penelitian tahun 2016 yang dilakukan oleh Tim Otonomi Daerah di Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI sebagai upaya untuk mengkaji isu-isu politik lokal, khususnya desentralisasi fiskal asimetri, yang berjudul Politik Pengelolaan Dana Otonomi Khusus dan Istimewa. Kasus yang diambil dalam kajian ini adalah pengelolaan dana otsus di Aceh dan Papua Barat, serta pengelolaan dana istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketiga daerah ini memiliki kekhususan dan keistimewaan karena memiliki skema pengelolaan keuangan yang berbeda dari daerah otonomi umum lainnya. Namun, dalam implementasinya pengelolaan dana otsus dan istimewa ini belum optimal untuk memberikan efek yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Bahkan dari Indeks Ratio Gininya justru terjadi kesenjangan yang cukup tinggi sejak adanya dana otsus dan dana istimewa ini. Akar permasalahannya adalah di dalam implementasi dana otsus dan istimewa masih memberikan peluang adanya penyalahgunaan dalam pengelolaan dana dikarenakan belum adanya master plan dan payung hukum yang jelas. Oleh karena itu, bunga rampai ini memandang penting untuk mengkaji lebih mendalam masalah politik kebijakan pengelolaan dana otsus dan istimewa dalam rangka memberikan rekomendasi kebijakan yang bisa memperbaiki kualitas pengelolaan dana otsus dan istimewa. Bunga rampai ini juga secara khusus memaparkan aspek politik sekaligus aspek administrasinya. Selain itu hasil kajian dari bunga rampai ini juga merupakan hasil studi kualitatif melalui penelitian lapangan dan FGD, serta penelusuran dokumen-dokumen penting yang relevan. Melalui bunga rampai ini, diharapkan dapat memberikan kemanfaatan yang luas baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan para stakeholder terkait dalam rangka mewujudkan tujuan esensial otonomi, otonomi khusus dan istimewa dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara substantif.

Buku bunga rampai ini merupakan hasil penelitian tahun 2016 yang dilakukan oleh Tim Otonomi Daerah di Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI sebagai upaya untuk mengkaji isu-isu politik lokal, khususnya desentralisasi fiskal asimetri, yang ...