Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Matinya Teori Evolusi

Setelah Darwin menggagas dan menuangkan Teori Evolusi dalam buku The Crigin of Species, wibawa Allah kurang mendapat tempat terhormat, Teori ini telah menyangkal creatio ex nihilo sehingga menimbulkan perdebatan yang menghebohkan dan meragukan Alkitab dan kemahakuasaan-Nya Namun setelah diselidiki, buku tersebut mengandung kelemahan yang dibuktikan dengan kata "mungkin", "saya kira" yang berjumlah 360 kata dan "kita dapat menduga" yang berjumlah 900 lebih. Semua ini merupakan hipotesis yang keabsahannya masih dapat diragukan Frans Magnis Suseno pun berpendapat bahwa Darwin sangat tergesa-gesa mempublikasikannya.hanya karena sempat membaca naskah A.R Wallace. Ia takut didahului. Masih percayakah Anda dengan teori tersebut? Matinya Teori Evolusi hendak mengembalikan wibawa Allah, Alkitab dan manusia. Dengan demikian, keraguan terhadap Allah dan Alkitab dapat dikembalikan ke posisi semula. Percayalah bahwa Anda diciptakan menurut gambar Allah! Di samping itu, meski Anda hidup bergelimang dosa, Yesus telah menebus Anda dengan darah-Nya yang mahal. Tugas Anda adalah memberitakan kabar kebaikan-Nyakepada setiap orang. Begitu besar manfaat buku ini bagi Anda yang menjadi ta, penginjil, pelay n Tuhan paruh aktu, guru atau dosen pend dan mahasiswa baik Teologi maupun umum

Ia takut didahului. Masih percayakah Anda dengan teori tersebut? Matinya Teori Evolusi hendak mengembalikan wibawa Allah, Alkitab dan manusia. Dengan demikian, keraguan terhadap Allah dan Alkitab dapat dikembalikan ke posisi semula.

Sejarah Gereja Umum

Dalam mempelajari sejarah gereja tidak semata-mata hanya menghafal tokoh dan tanggal peristiwa, atau tempat di mana peristiwa itu terjadi. Inilah yang membuat sebagian orang kurang tertarik dalam belajar sejarah, khususnya sejarah gereja. Akan tetapi tidak perlu putus asa. dengan membaca buku ini, tentu Anda akan menikmati isi buku tersebut. Sejarah memang tidak dapat diubah lagi, tapi dari sejarah itu bisa menjadi pembelajaran atau evaluasi diri untuk lebih baik lagi. Itulah yang boleh saya sebutkan di sini dalam mempelajari sejarah gereja. Bila melihat rentetan sejarah gereja, ada masa sulit, tekanan dan masa jaya pula. Tidak selamanya suram dan dianiaya. Ada saatnya menuai dengan apa yang sudah ditabur. Pada masa sesudah Yesus naik ke surga, para murid-murid Yesus dan pengikut Kristus, banyak yang mengalami aniaya. Seolah-olah makin suram rasanya. Tidak ada kesempatan untuk bernapas. Siksaan demi siksaan datang secara beruntun. Namun di situlah gereja sebagai tubuh Kristus diuji. Ia bagaikan emas yang berada di perapian yang sangat panas. Semakin dibakar justru terlihat sinar yang berkemilauan. Mengapa? Karena yang diuji itu adalah emas murni.Jika jemaat Tuhan memiliki iman yang murni di hadapan Tuhan, maka tidak takut dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Ada ungkapan yang berkata, “Semakin dibabat semakin merambat. Patah tumbuh hilang berganti. Mati satu tumbuh seribu.” Jika slogan ini menjadi dasar bagi gereja, apapun yang terjadi pasti terus maju dan melangkah dengan iman, yang akhirnya membawa kemenangan.

... berdarah. Muhammad berjanji bahwa jika mereka menerimanya sebagai pemimpin mereka, maka tidak akan ada pertumpahan darah dan tidak ada pembalasan dendam. Tak ada orang Mekah yang dipaksa untuk memeluk Islam. Ia hanya akan menghancurkan ...