Sebanyak 459 item atau buku ditemukan

Menjawab Persoalan Pendidikan di Era Reformasi: Antologi Pemikiran Rochmat Wahab

Pada hakekatnya, pendidikan nasional merupakan suatu kekuatan (power). Theodore Brameld (1965) menegaskan bahwa education is power. Artinya, dengan pendidikan seseorang bisa menguasai dunia. Seiring dengan itu Francis Bacon (Brameld, 1965) berpendapat bahwa ”Knowledge is power”. Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah saw, yaitu: “Barang siapa yang ingin menghendaki dunia hendaknya menguasai ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya menguasai ilmu, dan barang siapa yang ingin menguasai dunia dan akhirat hendaknya menguasai ilmu”. Dengan demikian semakin yakin akan pentingnya pendidikan nasional dalam kehidupan bangsa dan negara. Menyadari akan posisi pendidikan nasional, maka visi pendidikan sebagaimana yang tersurat dalam Penjelasan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Atas dasar visi itu, diharapkan pendidikan nasional dapat dijadikan suatu faktor yang sangat strategis dalam membangun bangsa Indopnesia di masa depan.

Pada hakekatnya, pendidikan nasional merupakan suatu kekuatan (power).

Keluar dari kemelut pendidikan nasional

menjawab tantangan kualitas sumberdaya manusia abad 21

Educational development in Indonesia, improving human resources; festschrift in honor of Achmad Tirtosudiro, an Indonesian diplomat.

Educational development in Indonesia, improving human resources; festschrift in honor of Achmad Tirtosudiro, an Indonesian diplomat.

Tafsir Ayat Tarbawi (Kajian Ayat-Ayat Pendidikan)

Tafsir tarbawi yang merupakan ijtihad akademisi di bidang tafsir, berupaya mendekati Alquran melalui sudut pandang pendidikan. Baik dari segi teoretik maupun praktik, sehingga diharapkan paradigma pendidikan dapat dilandaskan kepada kitab suci, dan petunjuk kitab suci mampu diimplementasikan sebagai dasar pendidikan. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami makna-makna Alquran, hukum-hukumnya, hikmah-hikmahnya, ajaran akhlaknya, dan petunjuk-petunjuknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

... dan Tafsir Sufi " dalam ' Adliya , Vol . 9 No. 1 , Januari - Juni 2015 . Abu Anwar, Ulumul Qur'an Sebuah Pengantar, (Jakarta, Amzah: 2009). Abu TAFSIR AYAT TARBAWI ( KAJIAN AYAT - AYAT PENDIDIKAN ) 219 DAFTAR PUSTAKA ...

Pendidikan Islam menghadapi abad ke-21

Islamic education towards the 21st century.

... bin ' Ali bin Muham- mad bin Hajar al - Asqallani ( W. 852 H. ) ; Tabaqat al - al - atibba wa al - Hukama , oleh Ibn Jiljil Abi Daud bin Hassan al - Andalusia ; ' uyun al - Anba fi Ta baqat al - Atibba , oleh Ibn Abi Usaibi'ah ; Tuhfah ...

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP): Kelas IX (3), semester I & II (per-mata pelajaran

... Hari Suci Kompetensi Dasar 6.1 Menguraikan hakikat hari suci keagamaan Indikator menguraikan Materi Pokok Alokasi Waktu • Mampu Hakikat hari 2 JP suci hakekat hari suci keagamaan keagamaan Januari Februari Maret April Mei Juni 3 4 5 1 2 ...

Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis. Namun demikian, tidak dapat dielakkan adanya pengaruh kuat dari pendekatan dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Dalam penelitian ilmu sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif sudah berkembang sekitar tahun 1960-an sehingga para pakar tidak lagi mempersoalkannya. Bahkan, terdapat kecenderungan adanya kesesuaian metodologis terhadap topik penelitian meskipun tidak dimungkiri sebagian pakar khususnya di Indonesia masih terpetak-petak dalam kubu kuantitaif dan kubu kualitatif. Sering kali pakar kuantitatif dalam bidang ilmu-ilmu sosial menjadi fanatik dan bertolak belakang dengan kubu kualitatif yang menganggap pendekatan kualitatif sebagai penelitian yang tidak obyektif, subyektif, tidak representatif, dan tidak reliable. Buku yang terdiri atas delapan bab ini akan mengajak pembaca memahami seluk beluk metodologi penelitian kualitatif dalam ranah pendidikan, sosial, kebudyaan dan keagamaan. Buku ini akan lebih jauh mengulas metode penelitian kualitatif sebagai salah satu tipe penelitian yang tidak kalah populer dan kredibel dengan tipe kuantitatif.

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis.

METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN BIDANG PEMBELAJARAN (Edisi Khusus Mahasiswa Pendidikan dan Pendidik)

Buku ini dapat dijadikan Pedoman dalam setiap langkah dalam melakukan Penelitian Pengembangan dalam bidang pembelajaran. Penulis adalah salah satu penelitian dan pemerhati dalam bidang Pendidikan dan Pembelajaran di Indonesia, tentunya segala tindakan dan apa yang dibuatnya berdasarkan pengalaman dan penelitian. Dari proses koreksi yang telah saya telah telaah dengan cermat, maka buku ini dapat dijadikan pedoman bagi para pendidik apabila melakukan

Buku ini dapat dijadikan Pedoman dalam setiap langkah dalam melakukan Penelitian Pengembangan dalam bidang pembelajaran.