Sebanyak 592 item atau buku ditemukan

Puncak Makrifat Jawa

Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji.

What Money Can't Buy

The Moral Limits of Markets

In What Money Can't Buy, renowned political philosopher Michael J. Sandel rethinks the role that markets and money should play in our society. Should we pay children to read books or to get good grades? Should we put a price on human life to decide how much pollution to allow? Is it ethical to pay people to test risky new drugs or to donate their organs? What about hiring mercenaries to fight our wars, outsourcing inmates to for-profit prisons, auctioning admission to elite universities, or selling citizenship to immigrants willing to pay? In his New York Times bestseller What Money Can't Buy, Michael J. Sandel takes up one of the biggest ethical questions of our time: Isn't there something wrong with a world in which everything is for sale? If so, how can we prevent market values from reaching into spheres of life where they don't belong? What are the moral limits of markets? Over recent decades, market values have crowded out nonmarket norms in almost every aspect of life. Without quite realizing it, Sandel argues, we have drifted from having a market economy to being a market society. In Justice, an international bestseller, Sandel showed himself to be a master at illuminating, with clarity and verve, the hard moral questions we confront in our everyday lives. Now, in What Money Can't Buy, he provokes a debate that's been missing in our market-driven age: What is the proper role of markets in a democratic society, and how can we protect the moral and civic goods that markets do not honor and money cannot buy?

In What Money Can't Buy, renowned political philosopher Michael J. Sandel rethinks the role that markets and money should play in our society.