Sebanyak 19 item atau buku ditemukan

AKIDAH AKHLAK UNTUK MADRASAH IBTIDAIYAH KELAS 1

Buku pelajaran Akidah Akhlak untuk kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 184 tahun 2019. Pengembangan dari kurikulum 2013 diharapkan akan lebih mampu mempersiapkan peserta didik yang disamping taat melaksanakan kewajiban beragama, juga mampu mengekspresikan pemahaman agamanya dalam hidup bersama yang multikultural, multietnis, multifaham keagamaan dan kompleksitas kehidupan secara bertanggung jawab, toleran dan moderat dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia. Dari segi aspek penyajian, kurikulum baru ini masih tetap berbasiskan kompetensi, dengan memberikan perhatian yang seimbang terhadap tiga aspek: afektif (sikap spiritual dan sikap sosial) kognitif dan psikomotorik, yang harus diperhatikan dalam penentuan tujuan dan penilaian pembelajaran, seperti pada kurikulum 2013 yang lalu. Buku ini terdiri atas 12 bab. Setiap bab diawali dengan menyebutkan Kompetensi Dasar, Tujuan pembelajaran, dan Indikator bab yang bersangkutan, lalu peta konsep, mengamati dan bertanya terutama dengan media gambar, kemudian materi utama yaitu uraian dari judul atau pokok bahasan Bab tersebut, beserta rangkumannya, dan diakhiri dengan latihan terkait materi pelajaran itu. Termasuk dalam latihan ini adalah pemberian tugas yang perlu dilakukan peserta didik baik secara mandiri ataupun kelompok. Latihan juga diberikan pada akhir semester ganjil dan semester genap serta penilaian akhir tahun yang sekaligus dapat dijadikan alat penilaian terhadap prestasi peserta didik pada semester yang bersangkutan. Terakhir disampaikan glosarium dan kepustakaan.

Buku pelajaran Akidah Akhlak untuk kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada Keputusan ...

Pengantar Ilmu Ekonomi Makro

Dalam buku ini terdapat inti pembahasan pada bagaimana cara mengelola ekonomi suatu negara dengan sistem liberal atau persaingan bebas tanpa campur tangan pemerintah, juga adanya pengelolaan sumber daya dan pembagian kerja. Di samping itu mazhab klasik terkenal dengan tangan tidak kentara (invisible hand), penawaran menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its own demand).

Dalam buku ini terdapat inti pembahasan pada bagaimana cara mengelola ekonomi suatu negara dengan sistem liberal atau persaingan bebas tanpa campur tangan pemerintah, juga adanya pengelolaan sumber daya dan pembagian kerja.

Manajemen sumber daya manusia Indonesia

Management of human resources development in Indonesia.

... prasarana dan sarana - sarana pendidikan dan pelatihan yang lebih murah dan bahkan jika mungkin para pesertanya dibebaskan dari biaya pendidikan dan pelatihan . Lembaga - lembaga Pendidikan Umum dan Kejuruan yang dikelola oleh ...

MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH Ditinjau dari Konsep Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Manajemen pendidikan sekolah merupakan keniscayaan dalam menjalankan proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Tentu banyak komponen yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya. Buku ini menyajikan konsep-konsep sederhana yang mudah untuk diaplikasikan agar kegiatan dan program lembaga pendidikan dapat berjalan secara efektif dan efisien serta mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Manajemen pendidikan sekolah merupakan keniscayaan dalam menjalankan proses pembelajaran di lembaga pendidikan.

Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis. Namun demikian, tidak dapat dielakkan adanya pengaruh kuat dari pendekatan dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Dalam penelitian ilmu sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif sudah berkembang sekitar tahun 1960-an sehingga para pakar tidak lagi mempersoalkannya. Bahkan, terdapat kecenderungan adanya kesesuaian metodologis terhadap topik penelitian meskipun tidak dimungkiri sebagian pakar khususnya di Indonesia masih terpetak-petak dalam kubu kuantitaif dan kubu kualitatif. Sering kali pakar kuantitatif dalam bidang ilmu-ilmu sosial menjadi fanatik dan bertolak belakang dengan kubu kualitatif yang menganggap pendekatan kualitatif sebagai penelitian yang tidak obyektif, subyektif, tidak representatif, dan tidak reliable. Buku yang terdiri atas delapan bab ini akan mengajak pembaca memahami seluk beluk metodologi penelitian kualitatif dalam ranah pendidikan, sosial, kebudyaan dan keagamaan. Buku ini akan lebih jauh mengulas metode penelitian kualitatif sebagai salah satu tipe penelitian yang tidak kalah populer dan kredibel dengan tipe kuantitatif.

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis.

Diplomasi Hati: Menembus Kebutuhan Pembangunan Jorr ala Jokowi

Pembangunan selalu identik dengan penggusuran, perampasan lahan warga, peminggiran hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat, dan berbagai hal lain yang bernuansa marginalisasi kelompok masyarakat yang paling rentan. Namun buku ini merombak paradigma kita tentang “pembangunan.” Proses penyelesaian paket terakhir (Paket 4) Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara menunjukkan kepada kita bahwa pembangunan tak melulu harus diselesaikan dengan “wajah garang”. Pembangunan adalah proses menumbuhkan kepercayaan terus-menerus dari warga kepada pemerintah maupun sebaliknya, guna memberi keyakinan dan kepastian bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah adalah benarbenar untuk kepentingan bersama. Buku ini berkisah tentang kompleksitas pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara, mulai dari sejarah panjang perencanaan dan pembangunan, dampak ekonomi, lingkungan dan sosial yang ditimbulkan, serta bagaimana sebuah pendekatan hati yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, para pengembang, Tim Pembebasan Tanah, dan semua pihak yang terlibat dalam proyek mampu memuluskan upaya pembebasan lahan dan mempercepat proses pembangunan. Diplomasi hati yang dilakukan dalam penyelesaian paket 4 Jalan Tol JORR W2 ini diharapkan mampu menjadi contoh komunikasi positif pelaksanaan pembangunan yang melibatkan berbagai stakeholder di dalamnya yaitu pemerintah, kontraktor, dan warga masyarakat.

Pembangunan selalu identik dengan penggusuran, perampasan lahan warga, peminggiran hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat, dan berbagai hal lain yang bernuansa marginalisasi kelompok masyarakat yang paling rentan.