Kepemimpinan
- Judul : Kepemimpinan
- Pengarang : Pradja Juhaya S,
- Penerbit : Pustaka Setia
- Klasifikasi : 158.4
- Call Number : 158.4 PRA k
- Bahasa : Indonesia
- Tahun : 2026
-
Ketersediaan :
T2.29635.1 Tersedia di Perpustakaan Kampus
| T2.29635.1 |
Tersedia di Perpustakaan Kampus
|
| T2.29634.1 |
Tersedia di Perpustakaan Kampus
|
TERJEMAHAN KITAB ZUBAD KHULASHAH AT-TASHAWWUF “Ucapan orang arif bersumber dari kedalaman hatinya yang dialirkan oleh parit-parit pemikiran ke pintu lisannya, kemudian mengaliri ladang-ladang pendengaran. Apabila mengalir ke tanah yang subur, ucapan itu me-numbuhkan pohon rindang penuh dengan bunga-bunga kebijaksanaan dan buah-buah pelajaran.” **** Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa adab suluk itu tiga. Islam yaitu bangkitnya tubuh melaksanakan tugas-tugas hukum (syariat); iman yaitu bangkitnya hati menunaikan tugas-tugas keberserahan (hakikat), dan ihsan yaitu bangkitnya ruh menyaksikan Sang Raja Yang Mahatahu (makrifat) **** Buku ini mengupas saripati tasawuf sebagai ilmu ahwal (kondisi batin/keadaan ruhani) dengan jelas dan lugas. “Tatkala menyimak ucapan-ucapan para ahli ahwal itu, kecerdasan pun sulit menjelaskannya dan imajinasi pun samar untuk menakwilnya, aku ingin menerangkan sebagian dari ucapan-ucapan itu yang diterima dengan lapang dalam dadaku, terlintas dalam pikiranku, dan terjangkau oleh kemampuanku,“ tutur Syekh. Alhamdulillah, hal-hal yang musykil, pelik, bahkan kontroversial dalam tasawuf berhasil diurai secara cemerlang dan meyakinkan oleh ahlinya, yang disebut-sebut Sang Sulthanul Ulama—pakar tafsir, balaghah, ushul fiqih, fiqih, dan tasawuf. Selamat menjelajahi intisari makrifat, jenjang-jenjang untuk mencapainya, halangan-halangan yang merintanginya, terapi musik dan nyanyian, keindahan syair-syair sufistik, dan lain-lain.
Islam yaitu bangkitnya tubuh melaksanakan tugas-tugas hukum (syariat); iman yaitu bangkitnya hati menunaikan tugas-tugas keberserahan (hakikat), dan ihsan yaitu bangkitnya ruh menyaksikan Sang Raja Yang Mahatahu (makrifat) **** Buku ini ...
Islamic teachings of Syekh Siti Jenar, an extreme Javanese ulama in the 15th century.
Islamic teachings of Syekh Siti Jenar, an extreme Javanese ulama in the 15th century.
‘Benarkah engkau Uwais al-Qarni’, tanya Umar. ‘Benar’ Jawab Uwais. ‘Wahai Uwais al-Qarni, 10 tahun yang lalu Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada kami, bahwa engkau adalah penghulunya surga, dan kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk meminta do’amu wahai al-Qarni’. Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’. Terkejut Umar bin Khattab, bagaimana mungkin ia tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW. Selama ini ia berperang dengan Rasulullah, hidup bersama Rasulullah bahkan makan bersama Rasulullah. Maka berdirilah Ali bin Abi Thalib dan berkata kepada Uwais al-Qarni. ‘Wahai Uwais al-Qarni, tahukah engkau siapa aku?. ‘Aku adalah menantunya Rasulullah!. Bagaimana engkau mengatakan bahwa kami tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW’. Akan tetapi Uwais al-Qarni tetap mengatakan ‘Aku pun tidak percaya bahwa engkau kenal dengan Nabi Muhammad SAW’.
Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’.
Javanese mysticism and spiritual life.
Javanese mysticism and spiritual life.
MAKRIFAT CORONA Penulis : JONDRI AKMAL,dkk Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Hanya orang yang punya ilmu dan iman yang bisa melihat corona lebih dalam. Apa dan bagaimana sang corona menggoncang semua sendi kehidupan. Bagaimana corona datang menyelinap tanpa diundang dan mengambil satu-satu orang yang disayang. Pisau mata bathinya bisa melihat bahkan melalui goresan puisi yang ditulis oleh tangan-tangan dokter ini. Bacalah puisi-puisi ini anda akan dibawa melihat corona lebih dalam. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
MAKRIFAT CORONA Penulis : JONDRI AKMAL,dkk Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Hanya orang yang punya ilmu dan iman yang bisa melihat corona lebih dalam.
Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]
Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji.