Makrifat kepada Nabi (Kisah Sahabat Uwes al-Qarni)
‘Benarkah engkau Uwais al-Qarni’, tanya Umar. ‘Benar’ Jawab Uwais. ‘Wahai Uwais al-Qarni, 10 tahun yang lalu Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada kami, bahwa engkau adalah penghulunya surga, dan kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk meminta do’amu wahai al-Qarni’. Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’. Terkejut Umar bin Khattab, bagaimana mungkin ia tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW. Selama ini ia berperang dengan Rasulullah, hidup bersama Rasulullah bahkan makan bersama Rasulullah. Maka berdirilah Ali bin Abi Thalib dan berkata kepada Uwais al-Qarni. ‘Wahai Uwais al-Qarni, tahukah engkau siapa aku?. ‘Aku adalah menantunya Rasulullah!. Bagaimana engkau mengatakan bahwa kami tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW’. Akan tetapi Uwais al-Qarni tetap mengatakan ‘Aku pun tidak percaya bahwa engkau kenal dengan Nabi Muhammad SAW’.
Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’.
Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri. Seiring dengan perkembangan teknologi, pesantren juga mengalami transformasi untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Buku ini membahas tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh santri dalam menghadapi era digital, serta strategi untuk mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan dakwah dan kemanfaatan sosial. Buku ini juga membahas tentang kesehatan mental santri dalam penggunaan teknologi, sehingga pembaca akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dampak penggunaan teknologi pada kesehatan mental dan bagaimana mengatasinya. Etika digital dalam kehidupan santri juga dibahas dalam buku ini, sehingga para santri dapat memahami bagaimana menjaga diri dan membangun citra diri yang baik dalam dunia maya. Dengan membaca buku ini, para santri dan pengajar pesantren dapat memahami bagaimana mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan dakwah dan manfaat sosial. Buku ini juga dapat menjadi panduan bagi para santri dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri.
Saat hari Kartini Nunik dan Afika sibuk berdandan di depan cermin. Mereka akan ikut lomba busana di sekolah. Wah, kira-kira siapa ya yang bakal jadi juaranya? Nunik atau Afika? Dua-duanya memang cantik sih.
Saat hari Kartini Nunik dan Afika sibuk berdandan di depan cermin. Mereka akan ikut lomba busana di sekolah. Wah, kira-kira siapa ya yang bakal jadi juaranya? Nunik atau Afika? Dua-duanya memang cantik sih.
"Hey! Malaysian? Moslem?" Saya dan istri berkali-kali disangka orang Malaysia saat berjalan melintas Sultanahmet Square. Perkaranya mudah, muka ras melayu. Mengira dari Malaysia mereka berusaha menggoda kami untuk mengikuti tour Selat Bosphorus sampai menjual barang dagangan, seperti bunga kertas, tasbih dan peci merah Turki. Sultanahmet Square di libur pagi sungguh penuh sesak. Wisatawan penuh sampai ke sudut-sudut. Di sini ada titik temu 2 bangunan agung yang menjadi simbol Istanbul. Ada Hagia Sophia yang tegak berdiri dari era Romawi Kuno sementaranya di seberangnya ada Masjid Sultanahmet yang gagah dengan minaret-minaret yang menjulang ke langit. "Hey! Malaysian? Moslem? "My wife and I were repeatedly supposedly Malaysians walking across Sultanahmet Square. The case is easy, the face of the Malay race. Thinking of Malaysia they tried to tempt us to follow the Bosphorus Strait tour to sell merchandise, such as paper flowers, turbans and Turkish red pecs. Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul. There is a Hagia Sophia standing erect from the ancient Roman era while on the other side there is a dashing Sultanahmet Mosque with minarets towering to the sky.
Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul.