Sebanyak 5924 Textbook ditemukan

Filsafat Pendidikan Dan Pendidikan Kristen

Pendidikan mengalami perkembangan yang begitu pesat, baik pendidikan secara umum maupun pendidikan agama. Namun, perkembangan ini tidak disertai dengan pembangunan landasan filosofi yang kuat. Akibatnya, pendidikan menjadi kabur dan tujuan pendidikan tidak tercapai. Implikasi praktis ini juga menyebabkan ketidakjelasan arah pendidikan. Pemikiran yang bersifat fondasional banyak diabaikan oleh para pendidik sehingga terjadi kebingungan di kalangan peserta didik, bahkan para pendidik sendiri. Hal ini mengindikasikan pentingnya konstruksi "Filsafat Pendidikan". Filsafat pendidikan tidak boleh ditempatkan terpisah dari pendidikan dan peserta didik karena filsafat pendidikan bagian dari kehidupan manusia dan pendidikan itu sendiri. Buku ini menolong Anda memahami pengertian filsafat, filsafat pendidikan, hubungan filsafat pendidikan dan Pendidikan Agama Kristen, dan bagaimana membangun fondasi Pendidikan Agama Kristen yang kuat. Buku ini juga menunjukkan hubungan Pendidikan Agama Kristen dengan kebijakan nasional berkaitan dengan pendidikan agama. Buku ini sangat bermanfaat bagi Anda, para guru PAK dan pelayan gereja, yang memiliki perhatian terhadap Pendidikan Agama Kristen, baik di sekolah maupun gereja.

Buku ini menolong Anda memahami pengertian filsafat, filsafat pendidikan, hubungan filsafat pendidikan dan Pendidikan Agama Kristen, dan bagaimana membangun fondasi Pendidikan Agama Kristen yang kuat.

Epistemologi dan Logika: Filsafat untuk Pengembangan Pendidikan

Buku ini berisi aneka macam teori dan teknik berfikir filsafati dalam menggali hakekat kebenaran secara radikal. Pencarian hakekat kebenaran secara radikal ini merupakan cerminan eksistensi manusia sebagai makhluk berfikir, sebagaimana ditegaskan oleh filsuf Yunani Aristoteles, bahwa manusia adalah makhluk berfikir (Aanimale rationale). Dengan modal rasio, Manusia meraih harkat, martabat, dan derajat. Disebabkan rasio manusia merupakan karunia Tuhan yang tak ternilai harganya, Khoirul mawahib al-aql wa-syarrul mashoib al-jahl (sebaik-baiknya karunia adalah akal dan seburuk-buruk musibah adalah kebodohan). Untuk itu menjadi amat urgen kiranya bagi siapapun saja apalagi bagi seorang pendidik yang wajib mencerdaskan dirinya dan mencerdaskan anak didiknya secara kolaboratif menuju kualitas kehidupan berkelanjutan penting untuk mengembangkan kemampuan berfikir cerdas. Berfikir cerdas adalah proses memusatkan kesadaran diri pada pikirannya secara sungguh-sungguh. Berfikir cerdas diarahkan untuk menemukan solusi atas realitas hidup individual, sosial dan komunal.

Buku ini berisi aneka macam teori dan teknik berfikir filsafati dalam menggali hakekat kebenaran secara radikal.

Filsafat Hukum

Filsafat Hukum mengkaji hukum dari segi hakikat atau inti hukum dengan memberikan keterampilan berpikir logis, kritis, dan radikal dalam menganalisis dan mengimplementasikan nilai-nilai hukum pada masalah yang dihadapi. Hakikat hukum meliputi konsep-konsep tentang pengertian hukum (begrief des rechts), gagasan-gagasan tentang tujuan hukum (geltung des recht), dan motif-motif mengapa manusia mau menaati hukum (zwech des rechts). Keterampilan berpikir logis adalah terampil mendiskripsikan atau memaparkan fakta hukum secara objektif, berpikir kritis adalah menemukan posisi dan relasi stakeholders: dan berpikir radikal adalah menemukan hakikat permasalahan hukum yang dihadapi, sehingga dapat memberikan alternatif solusi atau pemecahan masalah hukumnya. Filsafat hukum merupakan subspesies dari etika dan dari genus filsafat yang menjadi induk dari semua refleksi teoretik tentang hukum. Dengan metode kontemplatif, spekulatif, dan deduktif: filsafat hukum mengkaji secara kritis hakikat hukum sebagai perwujudan nilai, hukum sebagai sistem kaidah, dan hukum sebagai alat untuk mengatur masyarakat. Buku ini merupakan salah satu kontribusi terhadap khazanah filsafat hukum di Indonesia. Disusun secara tematis, buku ini menghadirkan seluruh tema sentral filsafat hukum, Di antara tema utama dalam buku ini: Fungsi Filsafat Hukum: Manusia dan Pengetahuan: Filsafat Nilai Sebagai Leluhur dari Filsafat Hukum: Sejarah Filsafat Hukum: Karakteristik Filsafat Hukum: Aliran-Aliran Filsafat Hukum: Memahami Pancasila Sebagai Paham Filsafat: Epistemologi Hukum: Ontologi Hukum: Aksiologi Hukum: Hukum dan Moral: Kerangka Ilmiah Profesi Hukum: Etika Ajaran Filsafat: Etika Profesi Penegak Hukum di Indonesia: Hukum dan Keadilan. Dari buku ini penulis mengajak pembaca untuk melihat lebih jeli, dalam, dan jauh mengenai hakikat hukum, mengetahui kebenaran, keadilan, kemanusiaan, nilai, etika, dan moral di balik hukum, mencari mulai dari yang terbuka sampai kepada yang masih tersembunyi di dalam hukum, serta memahami hukum sebagai pertimbangan nilai dan postulat, hingga untuk kembali pada suatu kesadaran, memenuhi hukumnya. Dengan hadirnya buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan atas referensi filsafat hukum dan diharapkan dapat memiliki kompetensi atau kemampuan berpikir logis, kritis, dan radikal, sehingga dapat menemukan hakikat hukum, yaitu nilai-nilai kebenaran, keadilan, kepantasan, keseimbangan, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut telah menjadi subjek analisis filsafat hukum selama hampir seabad lamanya, yang menunjukkan adanya proses rasionalisasi dan konkretisasi terhadap hasil perenungan manusia, serta tuntutan implementasi sesuai dengan kompleksitas permasalahan era global dewasa ini.

Filsafat Hukum mengkaji hukum dari segi hakikat atau inti hukum dengan memberikan keterampilan berpikir logis, kritis, dan radikal dalam menganalisis dan mengimplementasikan nilai-nilai hukum pada masalah yang dihadapi.