Saat seorang manusia mulai menyerah dalam hidup, bisa jadi saat itu adalah titik balik hidupnya. Adam al-Ghifari memang hanyalah seorang pemuda SMA biasa. Tidak memiliki keistimewaan apa pun. Pemuda yatim piatu yang tinggal sendiri. Dia bahkan tak mengenal siapa orang tuanya. Bermimpi memiliki pasangan seperti remaja seumurannya. Tapi karena alasan latar belakangnya, Adam seolah malas. Malas jika nanti harus menjelaskan banyak hal untuk ‘calon kekasihnya’. Hingga dia bertemu Anindita Maharani. Gadis manis berusia dua tahun lebih tua darinya, yang ternyata juga guru baru di sekolahnya. Berlanjut berkenalan dan menjalin hubungan. Pertemuan karena buah apel yang ternyata juga membuka rahasia terbesar dalam hidup. Yang selama ini hampir ia lupakan sama sekali.
... perempuan manis berhijab di hadapannya. Ia perkirakan perempuan ini seumuran dengan Dita. Atau sedikit lebih tua ... punya saudara? “ tanya Nadine.
Buku ini berisi renungan atau sarana meditasi dalam bentuk tulisan dan lukisan melalui riwayat hidup Fransiskus Asisi. Tulisan karya Joop Sierat dan lukisan karya Ivon Bloem. Setiap teks mengacu pada lukisan yang terkait dan begitu pula sebaliknya. Dituntun oleh peristiwa-peristiwa dalam hidup Fransiskus, melalui kata dan gambar, pembaca diajak memahami kehidupan si miskin dari Asisi. Sekaligus buku ini mengundang untuk mengarahkan pandangan ke alam batin dan permenungan sejenak mengenai apa yang dewasa ini dirasa penting oleh setiap orang untuk menambah kualitas hidup rohani.
... wanita ini . Di seluruh dunia jumlah anggota Ordo Santa Klara , para suster Klaris , kira - kira dua puluh ribu orang ... perempuan biasa menjadi tertarik untuk mengundurkan diri dari dunia ? Menarik diri dari dunia bukan berarti tidak punya ...
“Siapa itu, Rum?” Ibu yang menyambutku di depan pintu bertanya sambil melihat sepeda motor yang pergi meninggalkan rumah. “Teman,” sahutku sembari melepas sepatu. Ibu menatap sampai teman lelaki yang mengantarku pulang menghilang dari pandangan. “Teman atau pacar?” Cecar ibu sembari berjalan dan duduk di kursi ruang tamu. Aku tak menghiraukan dan terus berjalan masuk ke kamar. “Kalau pacaran itu cari lelaki yang sudah mapan. Kamu itu sudah berumur seharusnya mencari suami, bukan asyik pacaran bonceng sana bonceng sini. Malu sama tetangga, Rum,” ucap ibu dari ruang tamu. Suara ibu terdengar jelas dari kamarku Aku menghela nafas. Menjatuhkan tubuh letih di bibir tempat tidur. Telingaku siaga untuk mendengarkan tausiah ibu selanjutnya.
... punya menantu Jaksa pun Bu Parjo sudah punya mobil sepertinya . Ibu hanya ... perempuan semua . Bukan nggak ada lakinya , sih , kalau sedang rapat guru di ... punya pacar , ya ? " " Ehee , " aku tersipu . “ Polisi atau.
Kartika yang berganti nama menjadi Kamilia, harus rela menjadi penebus hutang bapaknya. Dia meninggalkan kampung dan kekasihnya, Saiful. Kegadisannya dihargai puluhan juta rupiah oleh orang kota, Heru. Kamilia menjadi simpanannya. Heru memperlakukan Kamilia begitu kasar, sehingga Kamilia melawan dan kabur. Liku-liku perjalanannya sebagai wanita simpanan dialaminya. Bagaimanakah cara Kamilia lepas dari dunia hitam? Dapatkah dia bersatu kembali dengan kekasihnya, Saiful?
... pernah melihat di sebuah tempat. Garganif merasa tidak pernah mengenal perempuan itu. Hatinya curiga ada seseorang 1251 "Kamu masih punya 400 juta, Garganif." Erika menja "Siapa sebenarnya Erika?" tanyanya dalam hati. Sek.
... punya agenda politik luas yang mencakup gagas- an - gagasan kiri , tapi ... perempuan Indonesia yang saat itu berumur dua puluh dua tahun yang menulis ... punya aura misterius yang bakal terus bertahan sepanjang perjuangan kemerdekaan ...
Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Di buku ini, Rusdi Mathari membaca situasi tersebut dan mengajukan berbagai refleksi serta kritik.
Rusdi Mathari. adalah cerita lengkap. Rekonstruksi utuh sebuah peristiwa. Setiap detail kecil punya ... punya sesuatu untuk diucapkan atau dipikirkan tentang sebuah peristiwa ... perempuan itu meminta waktu untuk wawancara. Gabo yang tidak suka ...
Aku berjalan ragu masuk ke gedung pernikahan. Perlahan tapi pasti langkah kaki ini semakin mendekat ke tempat pelaminan. Nis sangat cantik dengan gaun biru dan Yas tak kalah cantik dengan gaun putihnya. Percuma aku menyalami Givran, mengucapkan selamat, lalu beralih pada Yas. Yas hanya melihatku sekilas. Mungkin ia semakin benci kepadaku kini. “Makasih udah datang, Ga, "ujar Nis saat aku menyalaminya. Aku tersenyum, lantas mengucapkan selamat. Mataku kemudian beralih pada Arkan. Kutepuk pundaknya. “Kamu orang yang tepat." "Thank's " sahutnya sambil balas menepuk pundakku. Hatiku lega setelah meninggalkan pelaminan dan mengucapkan selamat kepada mereka berempat. Andai saja Nis menerimaku lagi, mungkin aku akan semakin berdosa karena pada kenyataannya hatiku sakit melihat Yas berdampingan dengan Givran. Aku duduk di kursi tamu untuk menikmati makan siang. Mata ini tak bisa lepas memandangi istri orang. Andai aku yang ada di posisi itu. Andai aku dan bukan Givran.
... punya baju biru yang suka dipakai kuliah?” “Beda, Kan. Itu biru laut. Ini biru toska. Lagian itu kan kaus. Harus dress.” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Sungguh, aku tidak mengerti perempuan. Warna saja bahkan beragam. Kemarin ...