Karena Diriku Bukan Dirinya
Aku berjalan ragu masuk ke gedung pernikahan. Perlahan tapi pasti langkah kaki ini semakin mendekat ke tempat pelaminan. Nis sangat cantik dengan gaun biru dan Yas tak kalah cantik dengan gaun putihnya. Percuma aku menyalami Givran, mengucapkan selamat, lalu beralih pada Yas. Yas hanya melihatku sekilas. Mungkin ia semakin benci kepadaku kini. “Makasih udah datang, Ga, "ujar Nis saat aku menyalaminya. Aku tersenyum, lantas mengucapkan selamat. Mataku kemudian beralih pada Arkan. Kutepuk pundaknya. “Kamu orang yang tepat." "Thank's " sahutnya sambil balas menepuk pundakku. Hatiku lega setelah meninggalkan pelaminan dan mengucapkan selamat kepada mereka berempat. Andai saja Nis menerimaku lagi, mungkin aku akan semakin berdosa karena pada kenyataannya hatiku sakit melihat Yas berdampingan dengan Givran. Aku duduk di kursi tamu untuk menikmati makan siang. Mata ini tak bisa lepas memandangi istri orang. Andai aku yang ada di posisi itu. Andai aku dan bukan Givran.
- Judul : Karena Diriku Bukan Dirinya
- Pengarang : Yessie L. Rismar AUTHOR,
- Kategori : Juvenile Fiction
- Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
- Bahasa : id
- Tahun : 2017
- Halaman : 262
- Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=YkNFDwAAQBAJ&source=gbs_api
-
Ketersediaan :
... punya baju biru yang suka dipakai kuliah?” “Beda, Kan. Itu biru laut. Ini biru toska. Lagian itu kan kaus. Harus dress.” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Sungguh, aku tidak mengerti perempuan. Warna saja bahkan beragam. Kemarin ...