Sebanyak 6 item atau buku ditemukan

Menembus Batas Takut

Risalah Misteri

Menembus batas takut / Aksara_Tri … [et al.]: editor, Ikhwanul Halim. -- Bandung : Pimedia, 2020 viii, 104 hlm.; 19 cm. ISBN: 978-623-94522-3-0 1. Cerita pendek -- kumpulan. I. Aksara_Tri. II. Ikhwanul Halim 899.221 301 8

... istri saya hamil dan diper- kirakan bulan depan akan melahirkan , " terang Pak Herman panjang lebar setelah istrinya ... Istri saya dipijat sekitar satu jam setelah itu kami pamit . Tapi tiba - tiba tadi istri saya mengeluh karena ...

Metode dan Cara Budidaya Cengkeh

Cengkeh merupakan salah satu tanaman asli nusantara. Ini merupakan jenis tanaman yang juga memiliki banyak manfaat. Karena hal inilah, metode dan cara budidaya cengkeh banyak yang mencari. Selain banyak manfaat, potensi ekonomi yang ada juga cukup menjanjikan.

... kuali- tas unggul. 2. Mempersiapkan Media Tanam Hal lain yang juga perlu kamu per- hatikan sebagai cara budidaya ceng- keh adalah mempersiapkan media tanam. Media tanam yang baik akan menjadi salah satu penentu hasil yang baik juga. Ini ...

Karena Saudara Matahari dan Awan Gemawan

Fransiskus dari Asisi dalam Kata dan Gambar

Buku ini berisi renungan atau sarana meditasi dalam bentuk tulisan dan lukisan melalui riwayat hidup Fransiskus Asisi. Tulisan karya Joop Sierat dan lukisan karya Ivon Bloem. Setiap teks mengacu pada lukisan yang terkait dan begitu pula sebaliknya. Dituntun oleh peristiwa-peristiwa dalam hidup Fransiskus, melalui kata dan gambar, pembaca diajak memahami kehidupan si miskin dari Asisi. Sekaligus buku ini mengundang untuk mengarahkan pandangan ke alam batin dan permenungan sejenak mengenai apa yang dewasa ini dirasa penting oleh setiap orang untuk menambah kualitas hidup rohani.

... wanita ini . Di seluruh dunia jumlah anggota Ordo Santa Klara , para suster Klaris , kira - kira dua puluh ribu orang ... perempuan biasa menjadi tertarik untuk mengundurkan diri dari dunia ? Menarik diri dari dunia bukan berarti tidak punya ...

Bukan Dialog dari New York

Hutan kami tak lagi sunyi. Tanah adat kami terlanggari. Gundul tanpa reboisasi. Dirampas tanpa kompromi, tanpa kompensasi. Awalnya sih sejengkal. Habis itu berjuta-juta hektar. Sedang pemerintah tutup mata berjamaah. Masa bodo sajalah. Hutan dibakar, jawabnya bencana alam. Banjir merendam, katanya kehendak Tuhan. Bentrok dengan pendatang, tuduhnya orang asli masih barbar. Sedang di media, mereka koar-koar tentang pembangunan yang sudah, telah, hampir rata, yang sekarang entah, sudah, sampai mana.

Hutan kami tak lagi sunyi.