Rania dan Ayah memanen rambutan di kebun. Namun, banyak buah yang sudah dimakan kelelawar! Masih bisakah dimakan? Bagaimana cara terbaik memanfaatkannya? Melalui kisah hangat dan ilustrasi menarik, buku ini mengajarkan anak-anak tentang indahnya berbagi dan menanamkan nilai sedekah dan kepedulian sejak dini.
Apakah kamu tahu bagaimana kita membangun rel kereta lintas benua? Mengapa kita beralih dari kereta uap ke kereta listrik berkecepatan tinggi? Apa itu kereta maglev? Temukan sejarah tentang teknologi dan inovasi kereta api yang telah mengubah cara kita bepergian ke mana saja!
Di tengah pesatnya perubahan dan kemajuan teknologi, bagaimana kita sebagai orangtua bisa memahami dan mendukung anak-anak yang tumbuh di dunia yang sangat berbeda? Buku ini mengajak kita melihat dunia dari sudut pandang anak-anak—generasi yang akan hidup di masa depan yang belum pernah kita bayangkan. Dengan analogi yang menarik, penulis menggambarkan betapa terkejutnya seseorang dari Dinasti Joseon jika melihat dunia modern, sama seperti kita yang sering bingung dengan ide-ide “aneh” dari anak-anak kita. Apakah kita siap mendengarkan dan belajar dari mereka? Buku ini menantang anggapan bahwa orangtua selalu benar dan mengajak kita membuka pikiran terhadap perspektif baru. Dengan pendekatan penuh empati, penulis mendorong orangtua untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan anak-anak dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah. “Anak Masa Depan” bukan sekadar panduan pengasuhan, tetapi ajakan untuk memahami, menghargai, dan merangkul perbedaan generasi. Temukan cara mengajarkan nilai-nilai penting sambil memberi ruang bagi kreativitas dan inovasi anak-anak kita. Karena, di dunia yang akan mereka huni, merekalah ahli masa depan yang sesungguhnya. Bergabunglah dalam perjalanan ini dan siapkan diri Anda sebagai orangtua untuk melihat dunia dengan cara baru—melalui lensa anak-anak kita!
Di tengah pesatnya perubahan dan kemajuan teknologi, bagaimana kita sebagai orangtua bisa memahami dan mendukung anak-anak yang tumbuh di dunia yang sangat berbeda?
Rasanya seperti mimpi ketika bisa melunasi uang pembayaran haji. Betapa bersyukurnya kami akan nikmat rezeki dari Allah Yang Mahakaya. Kun fayakun, tidak ada yang mustahil di dunia ini karena Allah Maha Berkehendak terhadap segala sesuatu. Tidak hanya saya dan suami yang merasa takjub akan kebesaran Allah Swt, tetapi orang-orang di sekeliling kami pun merasakan hal tersebut. Allahu Akbar! Yuk, berniat tunaikan ibadah haji sebelum terlambat.
Kemampuan untuk membujuk, memengaruhi, dan menyakinkan orang lain sangat penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup maupun dunia kerja. Bagaimanapun, banyak orang kurang memahami cara berdebat yang tepat. Justru perdebatan masih dipandang sebagai sesuatu yang perlu dihindari karena sifatnya yang buruk. Sebenarnya, kemampuan berdebat adalah salah satu aset diri yang paling berharga, meskipun sering diabaikan. Pelajari seni berdebat secara cerdas, meyakinkan, dan positif agar Anda tidak ragu lagi untuk: - Menyampaikan maksud Anda secara tepat dan efektif - Meyakinkan orang lain untuk mengikuti pola pikir Anda - Tetap bersikap tenang saat situasi memanas - Memenangkan perdebatan - Mendapatkan apa yang Anda inginkan - Menghadapi orang dan topik pembicaraan yang sulit - Berbicara secara tegas dan menyakinkan - Berbicara dengan penuh percaya diri Dalam Cara Tepat Berdebat secara Cerdas, Meyakinkan, dan Positif, mengungkap rahasia serta kiat memenangkan hati dan pikiran orang lain melalui pendapat Anda. Anda akan mampu membuat semua ucapan berdampak positif sesuai harapan Anda, baik di rumah maupun tempat kerja, setiap saat.
Kamus Lengkap (Lolos) PKM adalah sebuah panduan komprehensif, tutorial step by step, motivasi, dan inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar agar proposal PKM-nya lolos didanai. PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) merupakan kegiatan paling bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti setiap tahunnya, dalam rangka menjaring aspirasi dan kreativitas mahasiswa dalam bentuk proposal. Proposal yang hanya berisikan 10 lembar A4 ini berpeluang untuk diberikan dana hibah mencapai Rp12.500.000,00. Buku ini disusun layaknya sebuah kamus, dengan berbagai penjelasan komprehensif seputar proposal PKM. Dimulai dari pengenalan umum, teknik penulisan, cara mendapatkan referensi, wawancara eksklusif para pemenang PKM, dan beragam trik-trik jitu untuk lolos/didanai. Tidak hanya untuk mahasiswa, ilmu penulisan ilmiah di buku ini juga bermanfaat bagi pelajar dalam penyusunan karya tulis ilmiah.
... umum . Mahasiswa yang IPK - nya mungkin tak melebihi rata - rata . Mahasiswa yang umur semesternya tak lagi balita . Mungkin menyandang status ma- hasiswa sendiri sudah menjadi aib yang perlu dihindari . Tapi tidak masalah , bukan ? Itu ...
Kita sebagai bangsa Indonesia belum juga mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata. Kemakmuran negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Oleh karena itu, kita membutuhkan pemimpin yang masih memiliki keinginan luhur untuk menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan diri sendiri maupun keluarganya. Pempimpin semacam itu semakin hari semakin sulit ditemukan di tengah masyarakat yang lebih sibuk berebut untuk mendapat, bukan untuk berbuat. Jokowi terbukti telah banyak melakukan pembangunan di segala bidang dan tempat hingga Papua. Jokowi juga terbukti tidak memperkaya diri selama menjabat sebagai presiden. Jika kepemimpinan mengalami pergantian di tengah jalan, semua sumberdaya yang sudah dikerahkan untuk hasil yang berjangka panjang, dapat saja terbengkalai karena belum terbentuknya budaya estafet antargenerasi kepemimpinan dalam budaya politik kita dewasa ini. Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!
Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!
Aku berjalan ragu masuk ke gedung pernikahan. Perlahan tapi pasti langkah kaki ini semakin mendekat ke tempat pelaminan. Nis sangat cantik dengan gaun biru dan Yas tak kalah cantik dengan gaun putihnya. Percuma aku menyalami Givran, mengucapkan selamat, lalu beralih pada Yas. Yas hanya melihatku sekilas. Mungkin ia semakin benci kepadaku kini. “Makasih udah datang, Ga, "ujar Nis saat aku menyalaminya. Aku tersenyum, lantas mengucapkan selamat. Mataku kemudian beralih pada Arkan. Kutepuk pundaknya. “Kamu orang yang tepat." "Thank's " sahutnya sambil balas menepuk pundakku. Hatiku lega setelah meninggalkan pelaminan dan mengucapkan selamat kepada mereka berempat. Andai saja Nis menerimaku lagi, mungkin aku akan semakin berdosa karena pada kenyataannya hatiku sakit melihat Yas berdampingan dengan Givran. Aku duduk di kursi tamu untuk menikmati makan siang. Mata ini tak bisa lepas memandangi istri orang. Andai aku yang ada di posisi itu. Andai aku dan bukan Givran.
... punya baju biru yang suka dipakai kuliah?” “Beda, Kan. Itu biru laut. Ini biru toska. Lagian itu kan kaus. Harus dress.” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Sungguh, aku tidak mengerti perempuan. Warna saja bahkan beragam. Kemarin ...