Sebanyak 6 item atau buku ditemukan

Kebijakan Pendidikan Islam

Kepemimpinan, Etika, dan Strategi Pengambilan Keputusan di Era Transformasi

Dinamika pendidikan Islam saat ini berada dalam pusaran tantangan globalisasi, digitalisasi, serta desentralisasi kebijakan yang kompleks. Dalam konteks ini, pembaruan tata kelola, penguatan kepemimpinan, dan perumusan strategi pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai Islam menjadi sangat mendesak. Buku ini mengupas persoalan tersebut secara mendalam melalui pendekatan teoretis, normatif, dan aplikatif.

Dinamika pendidikan Islam saat ini berada dalam pusaran tantangan globalisasi, digitalisasi, serta desentralisasi kebijakan yang kompleks.

Puncak Makrifat Jawa

Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji.

Bisnis Jamur Tiram

Investasi Sekali, Untung Berkali-kali

Pemaparan bisnis jamur tiram pada buku ini berbeda dengan buku-buku jamur tiram pada umumnya. Materi di dalamnya berisi tentang pengalaman penulis dalam mengelola jamur tiram selama bertahun-tahun, sehingga dihasilkan roda bisnis yang jauh lebih efektif dan efisien. Beberapa di antaranya menyangkut hal-hal sebagai berikut. (1) Media tanam tidak perlu melalui proses pengomposan karena tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan jamur tiram. (2) Serbuk kayu tidak perlu direndam karena getah yang menempel pada serbuk tersebut tidak akan mengganggu perkembangan jamur tiram. (3) Penyortiran serbuk gergaji bisa dilakukan saat memasukkan media tersebut ke dalam baglog. (4) Penggunaan rak tunggal dan belt pada kubung pembesaran dapat menghemat biaya dan waktu, baik saat pemeliharaan maupun pemanenan. (5) Sebenarnya, melubangi bagian tengah baglog pada saat membuat baglog justru dapat memperlambat kinerja dan produktivitas miselium. (6) Masih banyak teknik lain yang berbeda dari buku ini. Ingin sukses dalam bisnis jamur tiram! Baca saja buku ini, lalu aplikasikan isi di dalamnya. Selamat berinvestasi! -AgroMedia-

Pemaparan bisnis jamur tiram pada buku ini berbeda dengan buku-buku jamur tiram pada umumnya.