Rania dan Ayah memanen rambutan di kebun. Namun, banyak buah yang sudah dimakan kelelawar! Masih bisakah dimakan? Bagaimana cara terbaik memanfaatkannya? Melalui kisah hangat dan ilustrasi menarik, buku ini mengajarkan anak-anak tentang indahnya berbagi dan menanamkan nilai sedekah dan kepedulian sejak dini.
Apakah kamu tahu bagaimana kita membangun rel kereta lintas benua? Mengapa kita beralih dari kereta uap ke kereta listrik berkecepatan tinggi? Apa itu kereta maglev? Temukan sejarah tentang teknologi dan inovasi kereta api yang telah mengubah cara kita bepergian ke mana saja!
RIWAYAT DAN TINGGALAN JALUR KERETA API CIKINI – SALEMBA – PABRIK OPIUM
Perkeretaapian Indonesia memiliki sejarah perjalanan panjang yang tidak hanya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat tetapi juga meninggalkan banyak warisan dengan nilai kesejarahan tinggi. Namun sayangnya, belum semua tinggalan- tinggalan perkeretaapian yang bernilai sejarah tinggi dapat diselamatkan dan dilestarikan. Banyak aset-aset bersejarah perkeretaapian yang kondisinya memprihatinkan dan bahkan tak lagi berbekas terutama yang berada pada jalur kereta api (KA) yang sudah tidak lagi beroperasi. Kecintaan dan kepedulian pada warisan bersejarah perkeretaapian Indonesia mendorong Kereta Anak Bangsa untuk menelusuri dan mendokumentasikan tinggalan-tinggalan bersejarah perkeretaapian Indonesia terutama yang berada di jalur-jalur KA nonaktif. Jalur KA nonaktif meninggalkan warisan kesejarahan yang amat berharga bagi bangsa ini berupa tinggalan-tinggalan aset bersejarah perkeretaapian yang dapat dimanfaatkan agar memiliki nilai edukasi dan ekonomi. Buku “Jalur Kereta Opium Jakarta - Riwayat Dan Tinggalan Jalur Kereta Api Cikini – Salemba – Pabrik Opium” ini mengisahkan riwayat, profil, dan tinggalan bersejarah yang ada di jalur KA nonaktif di kawasan padat pemukiman penduduk di wilayah pusat kota Jakarta yaitu di ruas Stasiun KA Cikini menuju ke bekas Stasiun Salemba hingga ke area bekas pabrik opium di masa silam yang kini menjadi bagian dari Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Hasil penelusuran dan pendokumentasian jalur KA tersebut kemudian dituangkan ke dalam buku ini dengan disertai beberapa referensi kesejarahan yang ada. Semoga kehadiran buku ringkas ini dapat memberikan manfaat dalam memperkaya khasanah pustaka sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Buku “Jalur Kereta Opium Jakarta - Riwayat Dan Tinggalan Jalur Kereta Api Cikini – Salemba – Pabrik Opium” ini mengisahkan riwayat, profil, dan tinggalan bersejarah yang ada di jalur KA nonaktif di kawasan padat pemukiman penduduk ...
Ali dan teman-teman belajar membuat paus dari kertas lipat.ÿBu Guru memberi tahu caranya. Beberapa teman Ali tidak bisa membuatnya. Tetapi, Ali bisa mengerjakan dengan baik. Kok, Ali bisa? Apa rahasianya, ya? [DAR! Mizan, Cerita Anak, Indonesia]
... Nabi Muhammad . Semoga keselamatan selalu untuk kami para hamba - Mu yang sholeh . Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah . Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah . Ya Allah ! Limpahkanlah rahmat - Mu kepada Nabi ...
Serba-Serbi Badal Haji Hingga Hukum Menyerupai Lawan Jenis
Buku digital berjudul "Serba-Serbi Badal Haji Hingga Hukum Menyerupai Lawan Jenis" merupakan tulisan yang berisi "cerita bukan fiksi" yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca secara umum. Lebih jelasnya, silahkan disimak dalam buku digital ini. Selamat membaca!
Buku digital berjudul "Serba-Serbi Badal Haji Hingga Hukum Menyerupai Lawan Jenis" merupakan tulisan yang berisi "cerita bukan fiksi" yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca secara umum.
In the serene tempo of classical Soviet literature charmingly merged into modernity, Bayan is a unique blend from among the work of Pramudith D Rupasinghe. Bayan begins in the sunny Ukrainian summer and ends with a hidden, deeply meaningful message. It is not only the story of a strange, bearded old man who finds solace and a soulmate of sorts, in a traditional string instrument, while facing a common narrative of his era; it is a commentary on life, and a celebration of the ultimate coming of age. It juxtaposes the failure of physical strength and faculties to the accumulation of immense emotional fortitude. It lulls you into feeling safe in spite of the passing of transient seasons, the waning of political ideologies and the inevitable disintegration of the corporeal being. Bayan tells about changing world`s order, revolutions and the ravages of time, the music of life will go on.
In the serene tempo of classical Soviet literature charmingly merged into modernity, Bayan is a unique blend from among the work of Pramudith D Rupasinghe.
Like everything, the present universe will also come to an end, and it is a part of our faith to believe in the Last Day. The signs of the Day of Judgment have been foretold by our Prophet (S). Ibn Kathir has collected all the prophesies of the Prophet (S) in his book Al-Bidaayah wan-Nihaayah. In this volume, we have presented from them the signs of the Hour and the events that are yet to take place, although mentioning very few examples of those prophesies that have already been realized.
In this volume, we have presented from them the signs of the Hour and the events that are yet to take place, although mentioning very few examples of those prophesies that have already been realized.