Sebanyak 39 item atau buku ditemukan

Sejarah dan Evolusi Kekristenan: Abad ke-1

Kekristenan pada abad ke-1 mencakup sejarah formatif Kekristenan dari awal pelayanan Yesus (sekitar 27-29 M) hingga kematian Dua Belas Rasul terakhir (sekitar 100) dan dengan demikian juga dikenal sebagai Apostolik Usia. Kekristenan awal berkembang dari pelayanan eskatologis Yesus. Setelah kematian Yesus, para pengikutnya yang paling awal membentuk sekte mesianik Yahudi apokaliptik selama periode Bait Suci Kedua abad ke-1. Awalnya percaya bahwa kebangkitan Yesus adalah awal dari akhir zaman, kepercayaan mereka segera berubah pada kedatangan Yesus kedua yang diharapkan dan dimulainya Kerajaan Allah di kemudian hari. Isi: Sejarah Kekristenan, Latar belakang sejarah Perjanjian Baru, Periode Bait Suci Kedua, Pelayanan Yesus, Kekristenan pada abad ke-1.

Kekristenan pada abad ke-1 mencakup sejarah formatif Kekristenan dari awal pelayanan Yesus (sekitar 27-29 M) hingga kematian Dua Belas Rasul terakhir (sekitar 100) dan dengan demikian juga dikenal sebagai Apostolik Usia.

Matinya Teori Evolusi

Setelah Darwin menggagas dan menuangkan Teori Evolusi dalam buku The Crigin of Species, wibawa Allah kurang mendapat tempat terhormat, Teori ini telah menyangkal creatio ex nihilo sehingga menimbulkan perdebatan yang menghebohkan dan meragukan Alkitab dan kemahakuasaan-Nya Namun setelah diselidiki, buku tersebut mengandung kelemahan yang dibuktikan dengan kata "mungkin", "saya kira" yang berjumlah 360 kata dan "kita dapat menduga" yang berjumlah 900 lebih. Semua ini merupakan hipotesis yang keabsahannya masih dapat diragukan Frans Magnis Suseno pun berpendapat bahwa Darwin sangat tergesa-gesa mempublikasikannya.hanya karena sempat membaca naskah A.R Wallace. Ia takut didahului. Masih percayakah Anda dengan teori tersebut? Matinya Teori Evolusi hendak mengembalikan wibawa Allah, Alkitab dan manusia. Dengan demikian, keraguan terhadap Allah dan Alkitab dapat dikembalikan ke posisi semula. Percayalah bahwa Anda diciptakan menurut gambar Allah! Di samping itu, meski Anda hidup bergelimang dosa, Yesus telah menebus Anda dengan darah-Nya yang mahal. Tugas Anda adalah memberitakan kabar kebaikan-Nyakepada setiap orang. Begitu besar manfaat buku ini bagi Anda yang menjadi ta, penginjil, pelay n Tuhan paruh aktu, guru atau dosen pend dan mahasiswa baik Teologi maupun umum

Ia takut didahului. Masih percayakah Anda dengan teori tersebut? Matinya Teori Evolusi hendak mengembalikan wibawa Allah, Alkitab dan manusia. Dengan demikian, keraguan terhadap Allah dan Alkitab dapat dikembalikan ke posisi semula.

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

September 1948-Desember 1949

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

... Malaka , tertanggal Penjara Ponorogo September 1947 , hlm . 1-2 . Tan Malaka , Dari penjara ke penjara . Bagian I. Cetakan kedua . Jakarta : Teplok Press , Juli 2000 , xi + 303 halaman . Dengan ' Pengantar penerbit ' , tertanggal ...

Tan Malaka dan revolusi proletar

Biography of Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries.

Biography of Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries.

FIQH MINORITAS ; Fiqh Al-Aqalliyyât dan Evolusi Maqâshid al-Syarî‘ah dari Konsep ke Pendekatan

Buku ini ingin menjabarkan bahwa FIQH MINORITAS (fiqh al-aqalliyât) sebenarnya bukanlah suatu bentuk fiqh yang seratus persen baru dan terpisah dari fiqh tradisional. Fiqh minoritas hanyalah salah satu cabang dari disiplin ilmu fiqh yang luas dalam Islam (fiqh makro). Ia merujuk pada sumber yang sama, yaitu al-Qur'ân, sunnah, ijmâ', dan qiyâs. Ia juga menggunakan metodologi ushûl fiqh yang sama dengan fiqh lainnya. Karena itulah, fiqh minoritas ini tidak perlu ditakuti atau dicurigai. Kalau dalam fiqh pada umumnya, produk hukum didasarkan pada hujjiyah al-nash (otoritas nash), maka produk hukum dalam fiqh al-aqalliyât didasarkan pada hujjiyah al-maqâshid (kekuatan nilai-nilai tujuan syara'), yaitu untuk mendapatkan kemaslahatan dan menghilangkan kemadharatan.

Buku ini ingin menjabarkan bahwa FIQH MINORITAS (fiqh al-aqalliyât) sebenarnya bukanlah suatu bentuk fiqh yang seratus persen baru dan terpisah dari fiqh tradisional.