Sebanyak 830 item atau buku ditemukan

Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya

Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis. Al-Qur’ān merupakan suatu hal dan tafsir Al-Qur’ān adalah hal yang lain. Pergumulan pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān telah dipotret dalam panggung besar sejarah tafsir Al-Qur’ān. Ada momen sejarah yang terulang (sirkuler) dan ada momen progresif (linear) seiring perkembangan zaman itu sendiri. Itulah sifat sejarah sebagaimana juga sejarah tafsir Al-Qur’ān. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

... ayat-ayat Al-Qur'ān telah tuntas pada masa Nabi. Namun dalam kenyataannya, tafsir Al-Qur'ān justru tumbuh berkembang setelah Rasulullah mangkat dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu; dari volume yang sederhana hingga ...

Nuansa Sufistik dalam Tafsir Firdaus An-Naîm Karya KH. Thaifur Ali Wafa: Studi Analisis terhadap Ayat-ayat Tasawuf

Buku ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat tasawuf dalam tafsir KH Thaifur Ali Wafa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan dari sebagian umat Islam yang ingin mendialogkan al-Qur’an sebagai teks yang terbatas dengan problematika sosial kemanusiaan yang tidak terbatas merupakan spirit sendiri bagi dinamika kajian tafsir al-Qur’an. Hal ini disebabkan oleh al-Qur’an meskipun turun di masa lalu, dengan konteks dan lokalitas sosial budaya tertentu, ia mengandung nilai-nilai universal yang selalu relevan dengan zaman dan tempat (shalihun likulli zaman wa makan). Oleh karenanya, di masa modern ini, al-Qur’an harus ditafsir sesuai dengan tuntutan zaman, dengan bahasa lain kita tidak perlu menggunakan kacamata orang-orang dahulu dalam menafsirkan al-Qur’an. Jika kita memaksakan menggunakan metode atau cara orang dahulu menafsirkan al-Qur’an jelas sangat berbeda karena yang dihadapai sekarang ini sudah jauh perbedaannya. Tafsir Firdaus Naim hadir untuk menjawab tantangan tersebut, namun kehadiran tidak bisa lepas dari corak pemikiran pengarannya sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah sehingga dalam penafsirannya banyak problematika yang ada di sekitarnya mempengaruhi dalam penafsirannya.

... Januari 1929 , Abdul Aziz ibnu Sa'ud resmi menjadi raja di Semenanjung Arab . Sejak itu , negaranya disebut Arab Saudi , sesuai dengan nama ayah raja pertama itu . Sampai sekarang , penguasa di Arab diambil dari keluarga Raja Sa'ud ...

SEMUT DALAM TAFSIR SAINTIFIK

SEMUT DALAM TAFSIR SAINTIFIK

... dirujuk sumbernya . i Surabaya , 20 Januari 2021 Saya Yang Menyatakan , METERAI TEMPEL TGL 20 2AF7DAHF692459392 6000 ENAM RIBU RUPIAH Ellya Rachma Yunita E03217016 PERSETUJUAN PEMBIMBING Nama : Ellya Rachma Yunita NIM : E03217016.

Paradigma Teoantroposentris dalam Konstelasi Tafsir Hukum Islam

“Metodologi neomodernisme tafsir Fazlur Rahman bisa dikatakan sebagai eksemplar tafsir al-Qur’an yang tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Karena itu, metodologinya terus dikembangkan dan diapresiasi oleh gerenasi setelahnya, utamanya oleh Abdullah Saeed dengan tafsir kontekstualnya. Spirit tafsir ini kemudian menjalar ke buku yang ada di depan sidang pembaca ini. Selamat membaca pemikiran-pemikiran bernas dalam buku ini!” Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo. * * * Fragmentasi dan diferensiasi ilmu-ilmu keislaman, khususnya teologi dan hukum Islam, terus mengemuka hari ini. Dampaknya, hukum Islam mengalami krisis epistemologis dan paradigmatis. Hukum Islam dipahami secara normatif belaka, dijauhkan dari moralitas, dan tercerabut dari realitas kehidupan. Problem ini berbanding lurus dengan merunyaknya fenomena keberagamaan yang mengarah pada puritanisme dan radikalisme di Indonesia. Seyogianya, sangat dibutuhkan gerakan reorientasi paradigmatis penalaran hukum Islam dari teosentris dan antroposentris ke teoantroposentris. Paradigma ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan wahyu dan akal, agama dan kehidupan, serta norma dan nomos. Kerangka paradigmatis inilah yang kelak mesti menjadi basis pengembangan dan rekayasa hukum Islam masa depan. Buku ini meneliti dengan saksama mengenai metode progresif-integratif teoantroposentris tersebut dengan menjadikan pemikiran Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed sebagai model risetnya.

... “ al - Qur'an sebagai Wahyu Ilahi ” , al - Qur'an dan Serangan Orientalis ( Januari , 2005 ) , hlm . 86 . 118 M. Quraish Shihab , Logika Agama : Kedudukan Wahyu 113 Paradigma Teoantroposentris dalam Konstelasi Tafsir Hukum Islam.

Ahlussunnah wal-jama'ah dalam persepsi dan tradisi NU

Concept of ahlussunnah wal-jama'ah, Islamic doctrines as applied by Nahdlatul Ulama, an Islamic organization in Indonesia.

Muhammad Tholchah Hasan. Abu Bakar As - Siddiq , Umar bin Khattab , Usman bin Af- fan dan Ali bin Abi Thalib radliyallahu ' anhum sebagai Khulafa ' Ar - Rasyidun ) adalah merupakan hasil kampa- nye ulama - ulama Ahlussunnah , di ...

Mamak dan ninik mamak dalam dua roman Indonesia berwarna lokal Minangkabau

Sitti Nurbaya dan Anak dan kemenakan karya Marah Rusli

... sisi , yaitu yang menyuarakan pembaharuan terhadap pelaksanaan norma atau ketentuan adat dan yang mempertahan status sosial karena merasa diuntungkan oleh adanya norma dan ketentuan adat tersebut . Tokoh mamak yang menyuarakan ...

Bali dalam dua dunia

Revival of socioeconomic and cultural conditions of Bali after the October 2002 bombing.

... sisi ini menandakan sikap moderat dan terbuka terhadap perubahan atau kemajuan , namun di sisi lain cenderung tak menolong generasi baru Bali untuk militan terhadap bahasa Bali - lebih - lebih terhadap aksara Bali . Akibatnya , tak ...

BEKAL FIRMAN TUHAN MENUJU KEDEWASAAN IMAN PERCAYA DALAM TUHAN YESUS: JALAN SEJATI PADA PENGHUJUNG AKHIR ZAMAN

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya..” -- 1 Petrus 2:21 -- Teladan yang diberikan oleh TUHAN YESUS adalah arah bagi kita setiap orang percaya untuk meneladaninya dan terus setia serta taat hingga kesudahan zaman melalui memegang teguh dan terus berjalan menurut FIRMAN TUHAN. Buku ini hadir menjadi seri lanjutan Kumpulan Pengajaran Padepokan Kasih untuk Edisi Ketiga yang ditujukan sebagai media bagi khalayak banyak untuk menerima kebenaran sejati dalam YESUS. Buku ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu platform bagi setiap orang percaya yang memiliki kegairahan rohani belajar melalui kumpulan pengajaran yang diarahkan untuk senantiasa terfokus pada perkara dimensi rohani dengan iman yang mengakar di dalam TUHAN YESUS KRISTUS, sehingga menghasilkan buah dan buah itu tetap di setiap musim kehidupan manusia. Karya ini menjadi salah satu wujud kontribusi Padepokan Kasih, dilahirkan semeton yang militan, cinta akan Tuhan, dan terus berfokus pada panggilan yang sejati didalam DIA untuk memberikan rasa tawar bagi air laut yang kini tengah membelenggu orang percaya dengan air yang mematikannya, justru wujud kontribusi dalam buku ini diharapkan menjadi sarana menghadirkan aliran air hidup untuk kerohanian yang utuh dan tangguh dalam TUHAN YESUS KRISTUS. ““Sebab siapakah pengharapan kami atas sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatanganNya, kalau bukan kamu yang dalam pekerjaan penginjilan telah dimenangkan bagi Kristus? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita bagi kami.” == 1 Tesalonika 2:19-20 ==

... menuju ke Tanah Kanaan , TUHAN menyertai dan memimpin dari Kemah Suci . Pemberhentian yang ditujukan dalam era ini , yakni untuk Bangsa Israel menyembah dan memuji TUHAN , diberikan perlindungan melalui tiang awan dan tiang api ...

Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis. Namun demikian, tidak dapat dielakkan adanya pengaruh kuat dari pendekatan dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Dalam penelitian ilmu sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif sudah berkembang sekitar tahun 1960-an sehingga para pakar tidak lagi mempersoalkannya. Bahkan, terdapat kecenderungan adanya kesesuaian metodologis terhadap topik penelitian meskipun tidak dimungkiri sebagian pakar khususnya di Indonesia masih terpetak-petak dalam kubu kuantitaif dan kubu kualitatif. Sering kali pakar kuantitatif dalam bidang ilmu-ilmu sosial menjadi fanatik dan bertolak belakang dengan kubu kualitatif yang menganggap pendekatan kualitatif sebagai penelitian yang tidak obyektif, subyektif, tidak representatif, dan tidak reliable. Buku yang terdiri atas delapan bab ini akan mengajak pembaca memahami seluk beluk metodologi penelitian kualitatif dalam ranah pendidikan, sosial, kebudyaan dan keagamaan. Buku ini akan lebih jauh mengulas metode penelitian kualitatif sebagai salah satu tipe penelitian yang tidak kalah populer dan kredibel dengan tipe kuantitatif.

Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis.