Sebanyak 2118 item atau buku ditemukan

Khutbah Jum'at

Makrifat kepada Nabi (Kisah Sahabat Uwes al-Qarni)

‘Benarkah engkau Uwais al-Qarni’, tanya Umar. ‘Benar’ Jawab Uwais. ‘Wahai Uwais al-Qarni, 10 tahun yang lalu Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada kami, bahwa engkau adalah penghulunya surga, dan kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk meminta do’amu wahai al-Qarni’. Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’. Terkejut Umar bin Khattab, bagaimana mungkin ia tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW. Selama ini ia berperang dengan Rasulullah, hidup bersama Rasulullah bahkan makan bersama Rasulullah. Maka berdirilah Ali bin Abi Thalib dan berkata kepada Uwais al-Qarni. ‘Wahai Uwais al-Qarni, tahukah engkau siapa aku?. ‘Aku adalah menantunya Rasulullah!. Bagaimana engkau mengatakan bahwa kami tidak kenal dengan Nabi Muhammad SAW’. Akan tetapi Uwais al-Qarni tetap mengatakan ‘Aku pun tidak percaya bahwa engkau kenal dengan Nabi Muhammad SAW’.

Maka do’akanlah kami whai Uwais al-Qarni. Tetapi jawaban Uwais al-Qarni sungguh mengejutkan mereka yaitu ‘Aku tak percaya bahwa engkau mengenal Nabi Muhammad SAW’.

Ngelmu makrifat kejawen

tradisi Jawa melepaskan keduniawian, menggapai kemanunggalan

Javanese mysticism and spiritual life.

Javanese mysticism and spiritual life.

MAKRIFAT CORONA

MAKRIFAT CORONA Penulis : JONDRI AKMAL,dkk Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Hanya orang yang punya ilmu dan iman yang bisa melihat corona lebih dalam. Apa dan bagaimana sang corona menggoncang semua sendi kehidupan. Bagaimana corona datang menyelinap tanpa diundang dan mengambil satu-satu orang yang disayang. Pisau mata bathinya bisa melihat bahkan melalui goresan puisi yang ditulis oleh tangan-tangan dokter ini. Bacalah puisi-puisi ini anda akan dibawa melihat corona lebih dalam. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

MAKRIFAT CORONA Penulis : JONDRI AKMAL,dkk Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Hanya orang yang punya ilmu dan iman yang bisa melihat corona lebih dalam.

Puncak Makrifat Jawa

Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji.

Persekongkolan Ahli Makrifat

Kabarnya, ia masuk tarekat, dia selalu mengamalkan wirid, mungkin dari gurunya…. Kadang-kadang dia juga mengasingkan diri untuk menyempurnakan agamanya…. Setiap usahanya selalu berhasil. Termasuk politik. Termasuk politik?

Kabarnya, ia masuk tarekat, dia selalu mengamalkan wirid, mungkin dari gurunya…. Kadang-kadang dia juga mengasingkan diri untuk menyempurnakan agamanya…. Setiap usahanya selalu berhasil. Termasuk politik. Termasuk politik?

Apakah Yesus Tuhan?

Richard Swinburne

Salah satu filsuf terkemuka dunia dan pembela iman agama yang gigih, Richard Swinburne - Was Jesus God, berpendapat dengan meyakinkan bahwa jika ada Tuhan, maka doktrin utama yang diajarkan Gereja Kristen tentang Tuhan sangat mungkin benar. Secara khusus, dia menunjukkan bahwa ada dukungan filosofis yang kuat untuk keyakinan bahwa Yesus, meskipun tetap Tuhan, memperoleh kodrat manusia dan hidup di bumi selama tiga puluh tahun sebagai manusia. Berdasarkan kemahakuasaan dan kebaikannya yang sempurna, penulis menunjukkan, Tuhan harus menjadi Trinitas, menjalani kehidupan manusia untuk berbagi penderitaan kita, dan menemukan sebuah gereja yang memungkinkan dia untuk memberi tahu semua manusia tentang hal ini. Juga sangat mungkin bahwa dia akan memberikan kehidupan manusianya sebagai pendamaian atas kesalahan kita, mengajari kita bagaimana kita harus hidup, dan memberi tahu kita rencananya untuk masa depan kita setelah kematian. Di antara para pendiri agama lain.

Salah satu filsuf terkemuka dunia dan pembela iman agama yang gigih, Richard Swinburne - Was Jesus God, berpendapat dengan meyakinkan bahwa jika ada Tuhan, maka doktrin utama yang diajarkan Gereja Kristen tentang Tuhan sangat mungkin benar.

PENGAJARAN TUHAN YESUS DALAM MATIUS 5-7

Segala puji, hormat dan syukur kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus yang layak menerima pujian dan pengagungan dari dahulu, sekarang sampai maranata. Karena kasih-Nya dan rahmat-Nya yang memampukan penulis untuk menyelesaikan karya tulis ini dan penulis dipanggil menjadi hamba-Nya untuk melakukan tugas dan pekerjaan mulia yang diberikan-Nya. Keberhasilan penulis dalam penyelesaian buku ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan; baik doa, pikiran waktu, tenaga bahkan dana yang telah diberikan kepada penulis Terima kasih kepada Bapak Pdt.Dr.Johannis Siahaya.,D.Th selaku rektor Sekolah Tinggi Theologi Nazarene Indonesia – Yogyakarta. Terima kasih kepada bapak Pdt.Dr.Stefanus Hartoyo.,D.Th.,Ph.D selaku pembimbing penulis. Terima kasih untuk ide, gagasan dan saran yang diberikan kepada penulis. Secara khusus dengan penuh rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga yang tercinta papa dan mama serta abang dan adik (St. B. Sirait dan R. br. Butarbutar, Torang Sirait, SH, Hermanto Sirait, Polin Sirait, SP, Elfina Sirait, Setia Sirait,S.Pd dan Magdalena Sirait,S.Pd). Juga terima kasih buat Mertuaku (O.Butar-Butar dan N. Hutapea), Laeku Febrik Firnando Hutapea, Adikku Ani, Mindo, Bertha dan semua keluarga yang sangat berarti buat penulis. Terima kasih secara khusus kepada istri tercinta Pdt.Lasida Hutapea, M.Th dan anak-anakku Grand Petronela Theresa Sirait, Goela Faith Sirait, Gabriel Blessing Hasian Sirait, Greathy Abigail Lovandra Sirait yang juga banyak memberikan semangat dan motivasi dalam penyelesaian buku ini. Amin

B. Sirait dan R. br. Butarbutar, Torang Sirait, SH, Hermanto Sirait, Polin Sirait, SP, Elfina Sirait, Setia Sirait,S.Pd dan Magdalena Sirait,S.Pd).

Yesus Sahabat Istimewaku 4 - Penjelajah

"Jikalau kita mengisi sebuah gelas dengan air secara terus-menerus, gelas itu akan penuh dengan air, bahkan sampai tumpah. Begitu pula dengan hati anak, jikalau kita mengisinya dengan berita tentang kasih Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, maka pada suatu hari akan ada jawaban yang mengalir keluar dari hatinya, yaitu ia mengasihi Tuhan Yesus. Kita telah menyelidiki dasar mengajar anak yang diberikan oleh Allah pada masa Perjanjian Lama. Kita juga telah memahami arti percaya yang diletakkan oleh Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru. Dua pokok ini saling melengkapi. Anak harus diajar sehingga mengenal Allah. Tetapi pengetahuan tentang Allah saja belum cukup. Anak perlu membuka diri kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia melalui keputusan untuk percaya kepada-Nya. Hal itu dapat terjadi dalam keluarga melalui renungan tiap-tiap hari atau dalam sekolah minggu. Tetapi sebaiknya juga diadakan hari yang khusus, seperti pekan anak atau kebangunan rohani anak, di mana anak diberi pengertian yang khusus mengenai keselamatan dan mempunyai kesempatan khusus untuk menerima Tuhan Yesus secara pribadi.. "

"Jikalau kita mengisi sebuah gelas dengan air secara terus-menerus, gelas itu akan penuh dengan air, bahkan sampai tumpah.