Sebanyak 5926 Textbook ditemukan

Periwayatan Ahl al Bida’ dalam Kutub al Sittah: Telaah atas Penilaian Ibn Hajar al Asqalani dalam Kitab Taqrib al Tahdhib

Dari penelitian terlihat bahwa Perawi ahl al bida dalam meriwayatkan hadis tidak memiliki bias terhadap mazhab yang dianutnya dengan melakukan pembelaaan terhadap hadis yang diriwayatkannya. Kalau pun terdapat bias dalam periwayatan hadisnya maka bukan karena mazhab yang dianutnya, melainkan jeleknya ahlak perawi hadis tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan celaaan (tajrih) terhadap perawi tersebut dari para kritikus hadis. Penilaian ibn Hajar al Asqalani terhadap para perawi hadis juga tidak sepenuhnya tepat, karena dalam kenyataaanya ada perawi yang seharusnya dikategorikan baik (ta’dil) yang berimbas sahih terhadap hadis yang diriwayatkannya namun justru dicela (tajrih) sehingga hadis yang diriwayatkannya menjadi lemah. Sebaliknya terdapat perawi ahl al bida mendapat celaan (tajrih) padahal tidak demikian keadaannya. Terjadi inkonsistensi ibn Hajar al Asqalani dengan pernyatan yang dibuatnya. Hal ini terlihat dari perbedaann antara pernyataan ibn Hajar al Asqalani yang dalam muqaddimah kitab Taqrib al Tahdhib nya yang akan meletakkan perawi ahl al bida dalam tingkatan kelima dari duabelas tingkatan perawi yang dibuatnya dengan memberikan keterangan sebagai penganut ahl al bida tertentu. Pada kenyatannya para perawi ahl al bida dalam kitab Taqrib al Tahdhib tersebar dalam berbagai tingkatan yang dibuat oleh ibn Hajar al Asqalani, baik tingkatan dengan memberikan pujian (ta’dil) maupun dalam bentuk celaan (tajrih).

... Islamiyah ) , tth . Dhikr Man Yu'tamad Qauluhu fi Jarḥ wa Ta'dil , tahqiq dan taʻliq Abū Ghuddah , ( Cairo ; Maktabah al Mațbū'ah al Islamiyyah ) , 1984 . Tazkirah Al - Huffaz , ( Dār Al Kutub Al ' Ilmiyyah , Beirut ) , tth . „ Siyar A ...

Newsletter of Dar al-Athar al-Islamiyyah

... Islāmīyah (Kuwait, Kuwait). FINE DS 247 ديث الدار العدد ۱۰ - ۲۰۰۱ 83. والآثار الإسلامية زارة الاعـ ـلام 137 V.10 Hadith al - dar Dar al - Athar al - Islamiyah 1000 لاعاد الاسلاميه DAR AL - ATHAR AL - ISLAMIYYAH نج بنا پریشان کند ناظری ...

Al-Qur`an dan Kerukunan Hidup Umat Beragama

"Pluralitas agama adalah adalah suatu fakta kehidupan yang dapat dijumpai dalam semua peradaban bangsa. Pluralitas agama ini ibarat dua mata pisau. Satu sisi merupakan sarana potensial untuk membangun kekuatan bangsa. Namun di sisi lain, dapat menjadi sumber konflik horizontal yang bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, diperlukan semacam managemen atau strategi untuk mengelola pluralitas tersebut agar kerukunan hidup umat beragama dapat tercipta. Lalu, bagaimanakah caranya? Buku ini berusaha memberikan `panduan` bagaimana membangun kerukunan intra dan antar umat beragama menurut kaca pandang Al-Qur`an sebagai kitab kehidupan. Selamat membaca! "Kerusuhan antar umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan belum optimalnya pemahaman umat terhadap Al-Qur`an. Sebab, Al-Qur`an tidak pernah mentolerir kekerasan atas nama apa pun. Buku ini mengukuhkan hal tersebut."" -Prof. Dr. KH. Udi Mufrodi, Lc, MA. Dekan Fakultas Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten "Kekerasan atas nama agama tidak akan terjadi jika saja setiap orang mau menghargai keyakinan dan agama orang lain. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku ini sebagai ikhtiar menciptakan kerukunan hidup umat beragama di Indonesia."" -KH. Abdul Karim Ismail. Ketua Umum Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon & Ketua DKM Masjid Agung ""Nurul Ikhlas"" Kota Cilegon "Apakah hanya Islam yang benar? Kenapa Allah menciptakan agama itu bermacam-macam? Bagaimana kita bersikap terhadap agama lain? Buku ini mencoba mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dalam Al-Qur`an. Lewat analisis yang mendalam dan telaah kritis terhadap ayat-ayat Al-Qur`an, para penulis buku ini berhasil membuktikan bahwa Al-Qur`an adalah kitab toleransi, menghargai pluralisme, dan melarang keras untuk memusuhi pemeluk agama lain di luar Islam."" -KH. Muhtar Fatawi. Pakar Tafsir Al-Qur`an & Pengisi Acara "Damai Indonesiaku" TV ONE"

... Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu persaudaraan, di mana satu sama ... Islamiyah Pu blis hing/K G solidaritas adalah menjadi oleh C aktual, bila sosial. Bagi sesuatu yang agama. Kata ...

Habib Ali al-Jufri

Menyayangi Sesama, Memanusiakan Manusia

Habib Ali al-Jufri merupakan salah satu dzurriyah Rasulullah Saw. dari jalur Sayyidina Husein bin Ali Ra. Ulama besar bermazhab Syafi’i ini menjadi rujukan bagi banyak ulama di Indonesia, bahkan dunia. Namanya begitu masyhur. Bahkan, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 500 intelektual muslim paling berpengaruh di dunia, versi Georgetown University dan Royal Islamic Strategic Studies Centre Yordania. Ia memberikan kelas mengajar, bimbingan, dan nasihat untuk menyadarkan dan mengajak orang-orang agar senantiasa berada di jalan Allah Swt. Ia menjadi dosen tamu (dalam bidang fiqh dan tasawuf) di Dar al-Mustafa for Islamic Studies di Tarim, Yaman, serta di sejumlah kampus di Eropa dan Amerika Serikat. Nah, buku di tangan Anda ini mengupas tuntas biografi Habib Ali al-Jufri, mulai dari nasabnya hingga pengembaraan pendidikannya yang belajar kepada para ulama terkemuka. Selain itu, kiprah dan kontribusinya dalam menyiarkan ajaran agama Islam yang moderat akan menjadi bagian penting dalam pembahasan di buku ini. Sebuah buku yang sangat penting. Selamat membaca!

... Islamiyah justru bisa memporak-porandakan keutuhan dan perdamaian yang sudah terjadi saat ini. Bahkan, orang-orang yang mengaku mendirikan khilafah Islamiyah tidak menutup kemungkinan hanya sebagai “boneka” yang diatur sedemikian rupa ...

Tafsir al-Azhar Jilid 1

Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah, Sosiologi, Tasawuf, Ilmu Kalam, Sastra, dan Psikologi

Tafsir al-Azhar ini menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan ungkapan yang teliti, me-nerangkan maknamakna yang dimaksud dalam Al-Qur’an dengan bahasa yang indah, dan menghubungkan ayat dengan realita social dan sistem budaya yang ada. Tidak hanya itu, beliau juga membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Me-ner jemahk an ayat demi ayat, menafsirkan ilmu pengetahuan untuk memperkuat tafsir uluhiyyah dan rububiyah. Menyeimbangkan dalil-dalil naqli dan aqli serta tidak hanya menukil dari ulama salaf, namun beliau juga meng angkat pengalaman sendiri namun tetap ber landaskan atas kepercayaan ulama-ulama ter dahulu. Beliau juga menguraikan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan memberi kesempatan bagi pembaca untuk berpikir. Tafsir ditulis membawa corak pandang hidup penafsir, haluan dan madzhabnya. Dalam tafsir ini, Hamka merujuk pada madzhab salaf, yaitu madzhab Rasulullah saw., para sahabat, dan ulama yang mengikuti jejak beliau. Tentang aqidah dan ibadah, Hamka mengikuti yang mendekati kebenaran dan meninggalkan yang menyimpang. Dan, mengenai pengetahuan umum, Hamka kerap kali meminta bantuan kepada ahlinya. Selain penyajiannya dalam masalah-masalah sosial, antropologi, dan sejarah, tafsir ini juga memiliki keunggulan lain yakni pembaca akan menemukan beberapa pen dapat dari para ulama Indonesia yang tidak terdapat dalam tafsir lainnya. Sehingga, wajar jika tafsir ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Tun Abdul Razak, “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa Asia Tenggara. [Gema Insani]

... islamiyah, harta kamu itu dapat diminta kembali kepada yang berutang. Kalau dia tidak mau membayar, daulah islamiyah “Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu.” (pangkal ayat 279) Artinya, kamu telah mengaku beriman, padahal makan ...

Al-Islam Studi Hadits Tarbawi

Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita, terlebih lagi kita sedang berinteraksi aktif di dalamnya. Kita sepakat bahwa pendidikan diperlukan oleh semua orang. Bahkan dapat dikatakan bahwa dalam proses menuju kedewasaannya, setiap manusia melalui tahap pendidikan ini. Al-Islam merupakan agama yang sempurna, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, ini diajarkan melalui mukjizat yang berupa teks al-Qur’an, al-Qur’an merupakan teks rujukan dan pedoman bagi ummatnya dalam seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang tidak menyebutkan makna secara jelas, penjelasan dari ayat tersebut diperoleh melalui penjelasan Hadits Nabi yang kemudian disebut sebagai teks utama setelah al-Qur’an. Sebenarnya agama Islam sangat mengutamakan proses pendidikan, hal tersebut dapat dilihat dari lima ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat al-‘Alaq. Banyak juga hadits yang menjelaskan tetang pentingnya pendidikan bagi manusia. Namun sebagai dua teks utama, ummat Islam seringkali lupa akan ajaran-ajaran yang dijelasknnya. Buku ini merupakan hand out perkuliahan Al-Islam Studi Hadits yang disampaikan untuk mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, bertujuan memberikan wawasan keilmuan kepada mahasiswa khususnya mengenai konsep-konsep pendidikan yang di contohkan oleh Rasul melalui Hadits. Buku Al-Islam Studi Hadits Tarbawi ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

... Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun. Dari tahun 1381-1383 H, ia mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu ia pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh Al ...

Tafsir Al-Asas

Tafsir Lengkap dan Menyentuh Ayat-ayat Seputar Islam, Iman dan Ihsan

Allah berfirman, "Rasul berkata, wahai Rabbku, sesungguhnya umatku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang ditelantarkan." (Al-Furqan: 30) Ketika mengomentari ayat di atas, Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah berkata, "Siapa yang tidak berupaya memahami firman-firman Allah, maka termasuk orang yang menelantarkan Al-Qur'an" Memahami Al-Qur'an maupun sunnah haruslah sesuai dengan cara Rasulullah dan para sahabat memahaminya. Hal ini sangat penting, karena saat ini, banyak kalangan yang memahami Al-Qur'an dan Sunnah secara asal-asalan dan sesuai keinginan akalnya. Karena itu, kehadiran Tafsir Al-Asas ini, di tangan para pembaca semoga bisa menjadi pengantar memahami Al-Qur'an secara shahih. Penulis buku Tafsir Al-Asas ini, menjelaskan secara luas dan mendetil seputar ayat-ayat tentang Islam, Iman dan Ihsan yang menjadi dasar (asas) Islam dengan gaya bahasa yang mudah dicerna, tidak membosankan, ilmiah dan referensi yang valid. Juga, menghadirkan komparasi pendapat para ulama dan kontekstual bagi manusia masa kini. Dengan membaca kitab-kitab tafsir ulama salaf, serta membaca kitab ini, terasa semakin lengkap. Sehingga, tak pelak, kitab ini layak Anda miliki.

... Islamiyah, tanpa tahun, cet. Ke-11 Al-Fauzan, Shaleh bin Fauzan bin Abdullah, Kitabut-Tauhid, (terjemah: Agus Hasan Bashori, Lc), Jakarta: Darul Haq, 1999, cet. Ke-2 Al-Utsaimin, Muhammad shaleh, Syarhu Ushul al-Iman, Riyadl: Haiatul ...

DAKWAH DALAM AL-QUR'AN

Bagi kaum muslimin, al-Qur’an diyakini sebagai mu’jizat terbesar di sepanjang zaman. Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi keindahan, susunan ayat, munasabah antar ayat dan antar surat maupun dari segi penggunaan terma serta kandungan maknanya. Al-Qur’an adalah suatu kitab yang terbuka untuk dipelajari, dipahami, ditelaah dan dianalisis. Hal itu terlihat dari berbagai tantangannya, baik tantangan yang menyangkut redaksi maupun tantangan yang menyangkut isi kandungannya. Agar al-Qur’an sebagai kalamullah yang menjadi mukjizat terbesar itu, betul-betul dapat menjadi petunjuk dan alat komunikasi serta dapat menyentuh persoalan dunia nyata, yaitu kehidupan manusia di dunia kini, kegiatan pemahaman dan penafsiran al-Qur’an menjadi sangat penting dan harus lebih terbuka dan mencakup semua persoalan yang diinformasikannya. Oleh karena itu, manusia yang juga dianugerahi akal dan pikiran dituntut berusaha mencurahkan segala potensi insaninya untuk merenungkan dan menggali isi kandungan sehingga dapat mengambil pelajaran dan petunjuk darinya. Dalam hal ini, keterlibatan daya nalar manusia sangat diperlukan.

... Islamiyah antara Muhajirin dan Anshar 3. Membuat Piagam Madinah yang disepakati berbagai suku dan kaum Yahudi. menjadikan keinginan subjektif manusia yang dipersonifikasikan dalam bentuk berhala (asnām, atau dalam bentuk sekarang adalah ...