Sebanyak 15 item atau buku ditemukan

Sejarah Umat Islam

Pra-Kenabian hingga Islam di Nusantara

Buku ini adalah tulisan mengagumkan dari seorang ulama fenomenal, Buya Hamka. Pembendaharaan ilmunya yang luas serta kecintaannya yang mendalam terhadapa Islam membuat setiap tulisan di buku ini sarat hal yang sanggup mengguncang imajinasi pembaca untuk meresapi dan merenungi buku ini. Buya Hamka dengan gamblang menggambarkan realitas sejarah yang terjadi dalam tubuh umat Islam pada beberapa fase, yakni fase sebelum kelahiran Nabi Muhammad (zaman arab purbakala), fase nabi Muhammad, fase khulafaur rasyidin, fase beberapa kepemimpinan khalifah baik yang ada di jazirah Arab maupun di luar Arab seperti Eropa, Afrika, wilayah Afganistan dan India yang kelak Indian dan Iran memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan terakhir fase penyebaran Islam di tanah air. Buya Hamka berhasil memotret berbagai fakta sejarah yang kadang tidak kita temukan dalam buku sejarah Islam lainnya atau luput dari perhatian kita. Dakta sejarah yang berhasil Buya Hamka paparkan tersebut terutama terkait sejarah kerajaan Islam di Indonesia dan pembahsan took besarnya, yang bahkan tidak ditemukan dalam buku sejarah yang diajarkan di sekolah. Buku ini mengupas tentang kejayaan yang pernah dilalui umat Islam selama beberapa decade hingga kejatuhannya saat berada dalam gengga,an para penguasa Islam yang lemah dan zalim. Layaknya sebuah drama, buku ini memuat tentang berbagai konspirasi politikdan kekuasaaan serta permusuhan dan perpecahan di kalangan umat Islam termasuk berbagai konspirasi dari pihak luar untuk menjatuhkan dan menggulingkan pemerintahan Islam seperti terjadinya Perang Salib di dunia dan pendudukan bangsa Eropa atas negeri Islam, tidak terkecuali penjajahan yang terjadi di Indonesia. [Gema Insani] [Buya Hamka] [Hamka]

Buya Hamka dengan gamblang menggambarkan realitas sejarah yang terjadi dalam tubuh umat Islam pada beberapa fase, yakni fase sebelum kelahiran Nabi Muhammad (zaman arab purbakala), fase nabi Muhammad, fase khulafaur rasyidin, fase beberapa ...

Etos iman ilmu dan amal dalam gerakan Islam

... manusia di hadap- an kebesaran Khaliknya . Tatkala itu , ratusan ribu manu- sia itu sama nilainya dengan debu - debu yang beterbangan ditiup angin di tengah gurun yang luas itu . Di bawah terik- nya cahaya panas matahari , dilingkung ...

Tafsir al-Azhar Jilid 1

Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah, Sosiologi, Tasawuf, Ilmu Kalam, Sastra, dan Psikologi

Tafsir al-Azhar ini menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan ungkapan yang teliti, me-nerangkan maknamakna yang dimaksud dalam Al-Qur’an dengan bahasa yang indah, dan menghubungkan ayat dengan realita social dan sistem budaya yang ada. Tidak hanya itu, beliau juga membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Me-ner jemahk an ayat demi ayat, menafsirkan ilmu pengetahuan untuk memperkuat tafsir uluhiyyah dan rububiyah. Menyeimbangkan dalil-dalil naqli dan aqli serta tidak hanya menukil dari ulama salaf, namun beliau juga meng angkat pengalaman sendiri namun tetap ber landaskan atas kepercayaan ulama-ulama ter dahulu. Beliau juga menguraikan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan memberi kesempatan bagi pembaca untuk berpikir. Tafsir ditulis membawa corak pandang hidup penafsir, haluan dan madzhabnya. Dalam tafsir ini, Hamka merujuk pada madzhab salaf, yaitu madzhab Rasulullah saw., para sahabat, dan ulama yang mengikuti jejak beliau. Tentang aqidah dan ibadah, Hamka mengikuti yang mendekati kebenaran dan meninggalkan yang menyimpang. Dan, mengenai pengetahuan umum, Hamka kerap kali meminta bantuan kepada ahlinya. Selain penyajiannya dalam masalah-masalah sosial, antropologi, dan sejarah, tafsir ini juga memiliki keunggulan lain yakni pembaca akan menemukan beberapa pen dapat dari para ulama Indonesia yang tidak terdapat dalam tafsir lainnya. Sehingga, wajar jika tafsir ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Tun Abdul Razak, “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa Asia Tenggara. [Gema Insani]

... islamiyah, harta kamu itu dapat diminta kembali kepada yang berutang. Kalau dia tidak mau membayar, daulah islamiyah “Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu.” (pangkal ayat 279) Artinya, kamu telah mengaku beriman, padahal makan ...

Al-Syatibi

... alamiah benda itu sendiri.158 Al - Jâhizh juga berpendapat bahwa tiap - tiap benda mempunyai sifat alamiahnya masing - masing.159 Sifat alamiah yang merupakan sunatullah itu tidak berubah - ubah sebagaimana firman Allah SWT : 53 وَلَنْ ...

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Buku ini ditulis oleh delapan penulis yang terinspirasi dari mata kuliah Pengembangan Materi Ajar. Adapun judul dari setiap pengembangan topik yang diberikan adalah Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum, Landasan dan Prinsip- Prinsip Pengembangan Kurikulum, Desain Pengembangan Kurikulum, Organisasi Kurikulum, Model-Model Pengembangan Kurikulum, Perencanaan Kurikulum, Implementasi Kurikulum 2013, dan Model- Model Evaluasi Perkembangan Kurikulum.

Adapun judul dari setiap pengembangan topik yang diberikan adalah Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum, Landasan dan Prinsip- Prinsip Pengembangan Kurikulum, Desain Pengembangan Kurikulum, Organisasi Kurikulum, Model-Model ...

Tafsir al-Azhar Jilid 3

Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah, Sosiologi, Tasawuf, Ilmu Kalam, Sastra, dan Psikologi

Tafsir al-Azhar ini menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan ungkapan yang teliti, me-nerangkan maknamakna yang dimaksud dalam Al-Qur’an dengan bahasa yang indah, dan menghubungkan ayat dengan realita social dan sistem budaya yang ada. Tidak hanya itu, beliau juga membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Me-ner jemahk an ayat demi ayat, menafsirkan ilmu pengetahuan untuk memperkuat tafsir uluhiyyah dan rububiyah. Menyeimbangkan dalil-dalil naqli dan aqli serta tidak hanya menukil dari ulama salaf, namun beliau juga meng angkat pengalaman sendiri namun tetap ber landaskan atas kepercayaan ulama-ulama ter dahulu. Beliau juga menguraikan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan memberi kesempatan bagi pembaca untuk berpikir. Tafsir ditulis membawa corak pandang hidup penafsir, haluan dan madzhabnya. Dalam tafsir ini, Hamka merujuk pada madzhab salaf, yaitu madzhab Rasulullah saw., para sahabat, dan ulama yang mengikuti jejak beliau. Tentang aqidah dan ibadah, Hamka mengikuti yang mendekati kebenaran dan meninggalkan yang menyimpang. Dan, mengenai pengetahuan umum, Hamka kerap kali meminta bantuan kepada ahlinya. Selain penyajiannya dalam masalah-masalah sosial, antropologi, dan sejarah, tafsir ini juga memiliki keunggulan lain yakni pembaca akan menemukan beberapa pen dapat dari para ulama Indonesia yang tidak terdapat dalam tafsir lainnya. Sehingga, wajar jika tafsir ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Tun Abdul Razak, “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa Asia Tenggara.” [Gema Insani]

... Islam. Misalnya bahwa Islam disiarkan dengan pedang. Islam mewajibkan poligami. Umat Islam tidak akan maju selama mereka masih berpegang kukuh pada ajaran-ajaran agamanya. Bahwasanya ilmu fikih Islam tidak asli, tetapi caplokan saja dari ...