Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Metodologi Penelitian

Panduan untuk Master dan Ph.D. di Bidang Manajemen

Buku tentang hakekat metodologi penelitian ini merupakan hasil pengendapan dan pengembangan selama beberapa tahun memberikan kuliah untuk mahasiswa master dan Ph.D. di Belanda dan Indonesia. Berhubung banyak penelitian mahasiswa ilmu manajemen yang bersifat kualitatif, pendekatan-pendekatan lebih kualitatif juga digunakan di dalam teks yang diberikan. Buku ini bertujuan untuk memberikan landasan metodologi yang komprehensif disertai dengan gambaran dari ide-ide kunci dan gagasan tentang metodologi. Keberhasilan buku ini dalam edisi Belanda menunjukkan adanya kebutuhan untuk memberikan pengenalan singkat, namun ringkas untuk bidang metodologi. Agar pengetahuan ini bisa lebih disebarkan dan bermanfaat, buku ini juga dibuat dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Buku edisi bahasa Indonesia telah disesuaikan dengan konteks di Indonesia. Dengan demikian, beberapa contoh yang diberikan pun dalam konteks Indonesia. Selain diperuntukkan untuk mahasiswa, buku ini juga ditujukan untuk para pengajar yang memberikan mata kuliah metodologi riset atau yang membimbing para mahasiswanya.Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang metodologi dan menawarkan panduan awal untuk menentukan dan melaksanakan berbagai bentuk penelitian. Secara keseluruhan, buku ini dimaksudkan sebagai pengantar untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana mendesain/menstruktur (suatu) penelitian. Asumsi umum yang berlaku adalah bahwa mahasiswa yang membaca naskah ini terlibat dalam organisasi yang berorientasi pada penelitian, baik itu dalam bisnis maupun tidak. Ringkasan materi disediakan pada akhir setiap bab untuk memberikan rangkuman dari materi yang dibahas. Bacaan yang dianjurkan juga diberikan pada masing-masing bab, di mana masing-masing referensi dalam bagian ini mengkhususkan diri dalam tema-tema tertentu, seperti merancang kuesioner, menerapkan teori dasar, atau mengembangkan sebuah model konseptual. Kurang lebih, lima puluh contoh praktis, latihan, diskusi, dan studi kasus pendek ada dalam buku ini, yang bertujuan untuk menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana menerapkan metodologi dalam konteks tertentu. Selain itu, daftar kriteria yang memungkinkan untuk menilai kualitas hasil penelitian juga diberikan. Pada akhir buku ini, berbagai daftar cek (checklist) disediakan untuk membantu mahasiswa dalam menstruktur kegiatan penelitian, serta merefleksikan isu-isu kunci dan pilihan yang harus dibuat. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu, namun hanya ingin memperoleh gambaran tentang metodologi (penelitian), minimal, Anda dapat membaca Bab 1 dan 2 yang merupakan esensi dari metodologi. Penjelasan model konseptual dijelaskan dalam Bab 3. Bab 4 dan 5 dapat dibaca secara terpisah bergantung pada sifat dari penelitian yang Anda inginkan. Kedua bab ini memberikan pengantar secara singkat mengenai penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Harap jangan melewatkan Intermezo kedua (Bagian Selingan 2) karena menawarkan sebuah pengenalan singkat metode multidesain. Dua bab berikutnya perlu mendapat perhatian khusus. Bab 6 memberikan gambaran tentang kriteria yang berbeda karena adanya kepentingan yang berbeda dari setiap pemangku kepentingan (stakeholder) dalam suatu proyek penelitian. Pesan yang ingin disampaikan dalam Bab 6 adalah hampir tidak mungkin untuk memenuhi semua harapan yang dapat didapatkan melalui penelitian. Oleh karena itu, sebaiknya jangan putus asa. Memilih metodologi yang tepat dan mengikuti semua persyaratan yang diperlukan adalah kunci dalam menjalankan riset yang bagus. Peneliti harus membuat rancangan yang jelas dan spesifi k tentang hal-hal yang ingin dicapai. Bab 7 memberikan kajian teoretis tentang metodologi dan penerapannya. Buku ini sesuai untuk mata kuliah Metodologi Penelitian bagi Mahasiswa Master dan Ph.D. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari kurikulum reguler, seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Desain Organisasi atau Manajemen Perubahan, Manajemen Internasional, dan/atau Filsafat Ilmu. Pengalaman yang luas telah diakuisisi ketika menggunakannya sebagai buku pelajaran dasar untuk program yang berfokus pada persiapan tesis atau disertasi. Buku ini juga akan membantu siapa saja yang ingin menyegarkan pengetahuan mereka tentang metode dan teknik penelitian.

Buku tentang hakekat metodologi penelitian ini merupakan hasil pengendapan dan pengembangan selama beberapa tahun memberikan kuliah untuk mahasiswa master dan Ph.D. di Belanda dan Indonesia.

Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasar adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan. Dengan demikian, kurikulum artinya program yang direncanakan diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang sistematik, yang artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Ada tiga peranan kurikulum yang sangat penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peran kurikulum tersebut harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat keharmonisan di antara ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan dalam membawa siswa menuju kebudayaan masa depan. Di samping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. Alexander Inglis, dalam bukunya Principle of Secondary Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Ada empat pengembangan kurikulum yakni, landasan filosofis, psikologis, dan landasan sosiologis-teknologis. Menurut Bloom (1965) tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau domain (bidang), yaitu domain kognitif, domain afektif, dan afektif psikomotor. Domain kognitif berhubungan dengan pengembangan intelektual atau kecerdasan. Bidang afektif berhubungan dengan pengembangan sikap dan bidang psikomor berhubungan dengan keterampilan. Prinsip pengembangan kurikulum menggunakan prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.