Sebanyak 4 item atau buku ditemukan

Integrasi Akidah dan Akhlak: Pondasi Kuat untuk Kehidupan Bermakna

Buku yang disusun menjadi 10 Bab ini membahas tentang Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Kitab, Rasul, Iman kepada Hari Akhir dan Takdir, Akhlak kepada Allah dan Rasulullah, Akhlak kepada Lingkungan, Akhlak dalam Kehidupan Sosial Kemasyarakatan dan Bernegara, Fenomena-Fenomena Kontemporer Terkait dengan Aqidah, Pandangan Islam Terkait dengan Manusia Indigo, Pawang Hujan dan Jin, Mazhab-Mazhab Aqidah dalam Islam dan Unsur dan Fitrah Manusia Serta Cara Mengelolahnya. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan referensi yang mumpuni, diharapkan buku ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya dan dapat dijadikan literasi dalam memperdalam ilmu keagamaan.

Buku yang disusun menjadi 10 Bab ini membahas tentang Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Kitab, Rasul, Iman kepada Hari Akhir dan Takdir, Akhlak kepada Allah dan Rasulullah, Akhlak kepada Lingkungan, Akhlak dalam Kehidupan Sosial ...

Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Puji dan syukur, kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, tim penulis mampu menyelesaikan penulisan buku yang membahas tentang pendidikan literasi ini. Buku ini tersusun atas 10 bab yaitu pada bab satu tentang filosofi dan tujuan penelitian; bab dua tentang prinsip dasar penelitian; bab tiga tentang hal ihwal penelitian deskriptif; bab empat tentang pendekatan penelitian kualitatif; bab lima tentang aplikasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penyusunan proposal penelitian; bab enam tentang proses penelitian, masalah, variabel dan paradigma penelitian; bab tujuh landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis; bab delapan tentang metode penelitian eksperimen; bab sembilan menentukan ukuran sampel dan populasi; serta bab sepuluh tentang alat analisis metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kami berharap, buku ini dapat menjadi sumber belajar bagi para pembaca sekaligus sumber referensi yang mengangkat perihal pendekatan dalam sebuah penelitian dan memberikan wawasan baru bagi para pembaca.

Buku ini tersusun atas 10 bab yaitu pada bab satu tentang filosofi dan tujuan pe_nelitian; bab dua tentang prinsip dasar penelitian; bab tiga tentang hal ihwal penelitian deskriptif; bab empat tentang pendekatan penelitian kualitatif; bab ...

Manajemen Sekolah

Buku ajar ini terdiri dari 7 Bab, yakni: Bab I, Konsep Dasar Manajemen Sekolah; Bab II, Organisasi Lembaga Pendidikan; Bab III, Manajemen Kurikulum; Bab IV, Manajemen Perserta Didik; Bab V, Manajemen Tenaga Pendidik; Bab VI, Manajemen Fasilitas Pendidikan; Bab VII, Manajemen Pembiayaan Pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang pada intinya adalah mempelajari tentang perilaku manusia yang kegiatannya sebagai subjek dan objek. Secara filosofis, perilaku manusia terbentuk oleh interaksi antar manusia, iklim organisasi (konteks organisasi), dan sistem. Ketiga interaksi tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun bersama- sama saling berinteraksi pula dengan lingkungan eksternalnya. H.A.R. Tilaar, berpendapat bahwa manajemen pendidikan adalah mobilisasi segala sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Menurut Sulistyorini, manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar lebih efektif dan efisien. Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

Buku ajar ini terdiri dari 7 Bab, yakni: Bab I, Konsep Dasar Manajemen Sekolah; Bab II, Organisasi Lembaga Pendidikan; Bab III, Manajemen Kurikulum; Bab IV, Manajemen Perserta Didik; Bab V, Manajemen Tenaga Pendidik; Bab VI, Manajemen ...

MANAJEMEN PENDIDIKAN

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.