Persoalan pendidikan tidak bisa hanya diukur dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja semata. Namun ia juga harus menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul karakter dan moralnya. Apalah guna kerja banyak uang dan teknologi berkemajuan bila moral generasi masih rusak dan bejat?. Menyiapkan generasi unggul sama halnya kita sedang menyiapkan masa depan negara. Bukan hanya unggul keterampilannya, tapi pola pikir dan sikapnya. Pola pikir yang benar dan sikap yang baik akan menghasilkan generasi yang berkepribadian mulia. Adapun keterampilan, hal itu bisa diasah asal pola pikirnya benar. Tujuan menuntut ilmu bukan hanya untuk kerja dan menghasilkan uang. Tujuan semacam ini terjadi karena pengaruh sistem kapitalis yang tengah diterapkan negeri ini. Di dalam buku ini dibahas tantangan pendidikan Indonesia di masa depan dan beberapa solusi penting pengembangan yang menjawab tantangan pendidikan. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian
... formal ke pendidikan non-formal atau sebaliknya dari pendidikan non-formal ke pendidikan formal. 3. Prinsip Keterkinian Prinsip ini diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran TANTANGAN PENDIDIKAN INDONESIA DI MASA DEPAN. |109. BAB ...
Dewasa ini perkembangan Bank Syariah di Indonesia semakin pesat. Hal ini merupakan imbas karena Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia sehingga memiliki peran penting dalam membangun sistem ekonomi syariah. Apalagi dengan lahirnya bank syariah raksasa di Tanah Air, yakni Bank Syariah Indonesia. Hasil dari gabungan atau merjer tiga bank pelat merah, antara lain Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah. Kehadiran Bank Syariah Indonesia menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa ini. Dengan penyatuan bank syariah tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
Kegiatan pemasaran harus dijalankan berdasarkan falsafah pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggungjawab sosial, yang telah dipikirkan dengan matang mengenai dampak produk yang dipasarkan terhadap konsumen dan lingkungannya. Ekspektasi konsumen saat ini semakin meningkat, apalagi dilihat dari pemasaran harus semakin relevant, useful, and assistive experiences. Dunia online dan offline kini tidak bisa dibatasi masing-masing. Kedua dunia ini harus dapat bersinergi untuk memaksimalkan produktivitas dari marketing. Tumbuhnya berbagai inovasi, memunculkan beragam jenis measurement tool untuk mengukur jejak konsumen melalui channel, gawai, dan tipe-tipe media membantu menjembatani dunia digital dan fisik. Dalam hal ini manajemen pemasaran dilakukan sebagai bentuk analisis untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi. Semoga buku ini dapat digunakan untuk memberikan wawasan teoretis dan praktis bagi para praktisi pemasaran yang bekerja di perusahaan besar, menengah maupun kecil, dan juga sangat bermanfaat bagi para pengusaha untuk menyusun rencana pemasarannya
Kegiatan pemasaran harus dijalankan berdasarkan falsafah pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggungjawab sosial, yang telah dipikirkan dengan matang mengenai dampak produk yang dipasarkan terhadap konsumen dan lingkungannya.