Sebanyak 10 item atau buku ditemukan

Tafsir Ahkam

Ayat-ayat Ibadah

Betapa pun awamnya seorang Muslim, niscaya mereka tahu dan memang selayaknya mengetahui bahwa al-Qur’an al-Karim merupakan sumber utama dan pertama bagi agama Islam. Secara garis besar, al-Qur’an berisikan tentang akidah (keimanan), akhlak, janji baik dan ancaman buruk (wa‘ad dan wa‘îd), kisah dan sejarah, syariah (hukum), ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-lain. Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an. Hukum dari ayat-ayat Thaharah diambil dari Surah al-Mâ’idah [5] ayat 6 dan Surah an-Nisâ’ [4] ayat 43; ayat-ayat Shalat yang diambil dari Surah al-Baqarah [2] ayat 43-46, al-Hajj [22] ayat 77, dan al-Isrâ’ [17] ayat 78; ayat-ayat Zakat dari Surah al-Baqarah [2] ayat 276, dan at-Taubah [9] ayat 60; ayat-ayat Puasa dari Surah al-Baqarah [2] ayat 185; dan ayat-ayat Haji dari Surah al-Baqarah [2] ayat 196-197, Surah Âli ‘Imrân [3] ayat 96-97, dan Surah al-Hajj [22] ayat 27-29. Sistem penulisan Tafsir Ahkam ini disusun dengan urutan yang dapat mempermudah pembaca. Sistematikanya terdiri dari ayat yang bersangkutan dan terjemahan, tafsir mufradat, makna global, sabab nuzul, penjelasan, dan istinbath. Insya Allah buku ini dapat mengisi kekosongan tafsir ahkam berbahasa Indonesia yang masih langka dan sekaligus menambah khazanah ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.

Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an.

Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah

Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendikiawan Kontemporer

M. Quraish Shihab berusaha membentangkan aneka pendapat, baik pandangan ulama terdahulu yang terkesan ketat maupun cendekiawan kontemporer yang dinilai longgar mengenai jilbab. Penulis menghidangkan dalil dan argumentasi masing-masing pendapat seobjektif mungkin, sesuai nalar dan pertimbangan penulis, dengan harapan kita dapat memahami jalan pikiran semua pihak dan tidak saling mengafirkan dan tuduh-menuduh antar-kita. Yang terpenting, buku ini mengungkapkan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pakaian dan tingkah laku tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.

M. Quraish Shihab berusaha membentangkan aneka pendapat, baik pandangan ulama terdahulu yang terkesan ketat maupun cendekiawan kontemporer yang dinilai longgar mengenai jilbab.

Tafsir Juz 22 : Al-Izzah Fa Man Yaqnut

Tafsir Juz XXII: Fa Man Yaqnut ini diberi judul العِزَّةُ (al-‘Izzah, Kemuliaan). Secara bahasa, kata al-‘Izzah terambil dari kata ‘azza – ya`izzu – ‘izzan – wa ‘izzatan – wa ‘azazatan (عز – يعز – عزا – عزة – عزازة). Kata ini mengandung banyak arti, antara lain al-karam (kehormatan), asy-syaraf (kemuliaan), al-quwwah (kekuatan), asy-syiddah (ketegasan). Ungkapan kata al-‘izzah berkisar pada makna kekuatan, kemuliaan, keutamaan, kemenangan, keberhasilan, dan tidak terkalahkan. Al-Raghib al-Asfahany mendefinisikannya dengan والعزة منزلة شريفة وهي نتيجة معرفة الإنسان بقدر نفسه وإكرامها. Al-‘Izzah adalah status yang terhormat dan merupakan hasil dari pengetahuan manusia tentang dirinya dan kehormatannya. Kemuliaan sejatinya mahkota kemanusiaan. Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kemuliaan. Kemuliaan pada hakikatnya bagian esensial dari manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang termulia. Al-Quran menegaskan bahwa kemuliaan semata-mata milik Allah. Bila seseorang berkemauan kuat memperoleh kemuliaan, seharusnyalah dia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pemilik Kemuliaan. Dengan demikian, at-taqarrub ilallah seharusnya menjadi langkah prioritas setiap helaan napas di kehidupan dunia yang fana ini. Tafsir ini mencoba mengurai apa yang harus dilakukan untuk mencapai kemuliaan tersebut

... Januari 2013 , Tafsir Juz XXVIII Juz Qad Sami ' Allah : Bun - yanun Marshush yang terbit pada September 2014 , Tafsir Juz XXVII Juz Qala Fama Khathbukum : Hikmatun Balighah , yang terbit pada Juli 2015 , Tafsir Juz XXVI Juz Haa Miim ...

Tafsir Al-Lubab JILID 1

Makna, Tujuan & Pelajaran Dari Surah-Surah Al-Quran : (SURAH AL-FÂTIHAH [1] - SURAH HÛD [11])

AL LUBAB bisa diartikan sebagai substansi (jika dikaitkan dengan wujud) atau isi dan saripati (jika dikaitkan dengan buah). Di samping merangkum pengertian pilihan terbaik dari segala sesuatu, kata ini juga digunakan untuk melukiskan akal yang cerdas, pikiran yang jernih, serta hati yang tenang. Buku ini berjudul AL LUBAB karena menyajikan bentuk penafsiran yang ringkas dan padat. Dalam khazanah tafsir, gaya penyajian semacam ini dikenal dengan metode ijmali, di mana ayat-ayat al-Qur’an tidak dibahas secara terperinci, melainkan hanya makna-makna umumnya. Buku ini memperkenalkan secara singkat surah-surah al-Quran, baik yang berkaitan dengan intisari kandungan ayat-ayatnya, tujuan kehadiran surah tersebut, maupun pelajaran atau pesan singkat yang dikandungnya. Dengan mengetahui intisari kandungan ayat, dapat dikenal kandungan surah. Dengan menghayati tujuan surah, terbuka kemungkinan mengayunkan langkah menuju tujuan itu. Dan dengan memerhatikan pelajaran dan pesan-pesan singkat yang terhidang, tekad untuk melaksanakannya semoga semakin kukuh sehingga tercapai tingkat Ulul AlbAb. Buku ini bukan saja cocok bagi kalangan remaja dan mereka yang sibuk, tetapi juga sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin menangkap keutuhan pesan al-Quran dalam waktu singkat.

AL LUBAB bisa diartikan sebagai substansi (jika dikaitkan dengan wujud) atau isi dan saripati (jika dikaitkan dengan buah).

Tafsir Bayani: Paradigma Bahasa dalam Kosakata Al-Quran

Semua yang bermaksud menggali makna-makna Al-Quran, memulai upayanya dengan mempelajari kosakatanya. Dahulu para ulama sering kali merujuk ke syair jahiliah untuk memahami kosakata Al- Quran. Ini kemudian berkembang dengan memahaminya melalui analisa makna dasar dari susunan huruf-huruf yang terhimpun oleh satu kata, lalu ini pun berkembang dengan menghimpun ayat-ayat yang menggunakan akar kata yang sama lalu menarik makna yang dimaksud oleh Al-Quran. Buku yang di tangan pembaca ini berusaha menghidangkan secara sederhana dan dengan amat terbatas salah satu corak penafsiran Al-Quran yakni corak bayâni dengan menekankan pembahasannya tentang muatan kosakata dan perbedaan-perbedaan susunan satu kalimat dengan kalimat yang lain yang sepintas diduga sepenuhnya sama.

Semua yang bermaksud menggali makna-makna Al-Quran, memulai upayanya dengan mempelajari kosakatanya.

Al-Asma’ Al-Husna

Mengenal Nama-Nama Allah

Untuk bisa berdoa dengan nama-nama-Nya, tentu saja kita harus mengenal terlebih dahulu nama-nama Allah, paling tidak, seperti yang dikabarkan al-Qur’an. Jangan sampai Allah yang kita kenal sebatas Yang Maha Perkasa, Allah Yang Mahapedih siksa-Nya, atau Yang Mahabesar ancaman-Nya. Tetapi kita melupakan atau tidak tahu bahwa cinta Allah merupakan samudra yang tidak bertepi, yang anugerah-Nya seperti langit yang tidak berujung, yang amarah-Nya dikalahkan oleh rahmat-Nya, serta yang pintu ampunan-Nya terbuka lebar sepanjang saat. Segala yang terlupa atau tidak ketahui itu menjadikan kita tidak mengenal Allah swt., sehingga tidak heran jika cinta kepada-Nya tidak bersemai di dalam kalbu. Buku ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat nama-nama Allah agar cinta kita kepada-Nya bersemai dan tertanam kuat di kalbu. Dan kita pun bisa berdoa dengan nama-nama Allah, seperti anjuran ayat al-A‘râf di atas.

... alamat (alamat) yang berarti tanda yang jelas bagi sesuatu atau nama jalan yang mengantar seseorang menuju tujuan yang pasti. 'Ilmu demikian juga halnya, kata ini diartikan sebagai suatu pengenalan yang sangat jelas terhadap suatu objek ...

Kisah-Kisah Dalam Al-Quran

Makna dan Hikmah

Benih dari buku Kisah-Kisah Dalam Al-Quran: Makna dan Hikmah ini adalah dari program Shihab and Shihab yang ditayangkan oleh stasiun TV swasta pada setiap menjelang berbuka puasa bulan Ramadan. Tayangan tersebut merupakan dialog antara penulis dan putrinya, Najwa Shihab. Program tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat bahkan memperoleh penghargaan sebagai Program Dakwah Non-Talkshow (Kultum) terbaik dari Komisi Penyiaran Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia. Maka, agar dakwah tersebut dapat dinikmati seluruh masyarakat, hadirlah buku ini. Melalui kisah-kisah dalam Al-Quran, kita dapat mengetahui kesamaan prinsip-prinsip ajaran agama yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul, sejak Adam dan Nuh as. hingga Nabi Muhammad saw. dan bahwa tugas para rasul seluruhnya hanya menyampaikan ajaran, bukan memaksakan penerimaannya karena menang siapa pun selain Allah tidak memiliki kemampuan untuk memberi petunjuk. Tetapi apakah semua yang dikisahkan itu benar-benar terjadi, atau adakah diantaranya yang merupakan kisah imajinatif atau bahkan mitos? Baca buku ini hingga tuntas.

... alamiah, seperti nikmat-nikmat yang nyata dan yang beraneka ragam itu, dan ada juga yang tidak melalui satu sebab pun dari sebab-sebab alamiah itu, yaitu nikmat-nik- mat batiniah, seperti kenabian atau kewalian, atau mimpi yang benar ...