Sebanyak 6118 item atau buku ditemukan

FIQIH IBADAH

Fiqih Ibadah merupakan suatu disiplin ilmu yang wajib disajikan pada program studi PBA-FAI. Terlebih, persoalan ibadah menjadi salah satu bagian dari Ilmu. Selama ini, buku-buku rujukan yang digunakan mahasiswa dalam mata kuliah Fiqih Ibadah, adalah buku-buku yang ditulis oleh para ulama klasik dengan menggunakan bahasa Arab. Buku-buku fiqih tersebut dari segi topik yang dibahas umumnya memuat berbagai persoalan ibadah, jinayat, hukum keluarga, dan lain sebagainya.

Fiqih Ibadah merupakan suatu disiplin ilmu yang wajib disajikan pada program studi PBA-FAI.

رسالة استحسان الخوض في علم الكلام Anjuran Mendalami Ilmu Kalam Kajian Karya Fundamental Imam Ahlussunnah Wal Jama’ah Al-Imâm Abul Hasan al-Asy’ari (w 324 H)

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rasulullah. Sesungguhnya ilmu mengenal Allah dan mengenal sifat-sifat-Nya adalah ilmu paling agung dan paling utama, serta paling wajib untuk didahulukan mempelajarinya atas seluruh ilmu lainnya, karena pengetahuan terhadap ilmu ini merupakan pondasi bagi keselamatan dan kebahagiaan hakiki. Ilmu ini dikenal juga dengan nama Ilmu Ushul, Ilmu Tauhid, Ilmu Aqidah dan Ilmu Kalam. Dalam sebuah hadits Rasulullah menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang yang telah mencapai puncak tertinggi dalam ilmu ini. Beliau bersabda: أنَا أعْلَمُكُمْ بِاللهِ وَأخْشَاكُمْ لَهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيّ) “Saya adalah orang yang paling mengenal Allah di antara kalian, dan saya adalah orang yang paling takut di antara kalian bagi-Nya”. (HR. al-Bukhari). Dengan dasar hadits ini maka Ilmu Tauhid sudah seharusnya didahulukan untuk dipelajari dibanding ilmu-ilmu lainnya. Dalam al-Qur’an Allah berfirman: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ (سورة محمد: 19) “Maka ketahuilah (wahai Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan mintalah ampun bagi dosamu juga bagi seluruh orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan”. (QS. Muhammad: 19). Dalam ayat ini Allah mendahulukan perintah mengenal tauhid di atas perintah Istighfâr. Hal ini dikarenakan bahwa mengenal Ilmu Tauhid terkait dengan Ilmu Ushul yang merupakan dasar atau pokok-pokok agama, yang karenanya harus didahulukan, sementara mengucapkan Istighfâr terkait dengan Ilmu Furu’ atau cabang-cabang agama. Tentunya tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan istighfar atau melakukan kesalehan lainnya dari amalan-amalan furû’ jika ia tidak mengetahui Ilmu Tauhid atau Ilmu Ushul. Karena bila demikian maka berarti ia melakukan kesalehan dan beribadah kepada Tuhan-nya, sementara ia sendiri tidak mengenal siapa Tuhan-nya tersebut. Oleh karena itu dalam banyak ayat al-Qur’an Allah telah memerintahkan manusia untuk mempergunakan akalnya dalam melihat keagungan penciptaan-Nya hingga dapat mengenal tanda-tanda kekuasaan dan sifat-sifat-Nya. Seperti dalam firman-Nya: أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ (سورة الأعراف: 185) “Tidakkah mereka melihat pada kerajaan langit-langit dan bumi?!” (QS. al-A’raf: 185). Dalam ayat lain Allah berfirman: سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ (سورة فصلت: 53) “Akan Kami perlihatkan kepada mereka akan tanda-tanda kekuasaan Kami di segala ufuk juga tanda-tanda kekuasaan Kami pada diri mereka hingga menjadi jelas bahwa Dia Allah adalah al-Haq”. (QS. Fushilat: 53). Objek bahasan dari Ilmu Tauhid ini adalah berpikir tentang makhluk untuk dijadikan bukti akan adanya al-Khaliq. Dalam satu pendapat disebutkan tentang definisi Ilmu Tauhid bahwa ia adalah salah satu disiplin ilmu yang membahahas tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya serta segala perbuatan-Nya. Juga membahas tentang keadaan para makhluk; dari bangsa Malaikat, para Nabi Allah, para Wali Allah, para Imam, penciptaan makhluk, dan tentang kehidupan di akhirat kelak. Pembahasan hal ini semua didasarkan kepada argumen-argumen yang telah ditetapkan dalam Islam, bukan dibangun diatas dasar-dasar pemikiran filsafat. Karena dasar pemikiran kaun filosof dalam pembahasan mereka tentang Tuhan, para Malaikat dan masalah lainnya, hanya bersandarkan kepada pemandangan logika semata. Dalam pada ini mereka menjadikan akal sebagai pondasi bagi ajaran agama. Sama sekali mereka tidak melakukan sinkronisasi antara logika dengan teks-teks yang dibawa oleh para Nabi. Adapun para ulama tauhid dalam membicarakan masalah keyakinan tidak semata mereka bersandar kepada akal. Namun akal diposisikan sebagai saksi dan bukti akan kebenaran apa yang datang dari Allah dan yang dibawa oleh para nabi tersebut. Dengan demikian para ulama tauhid ini menjadikan akal sebagi bukti, tidak menjadikannya sebagai pondasi bagi ajaran agama.

Segala puji bagi Allah.

YANG TERSIRAT DI BALIK KALAM-KALAM MU

Yang tersirat di balik kalam- kalamMu adalah sebuah buku yang berisi kumpulan puisi religi yang diambil dari sebagian isi Alquran Puisi ini diawali dengan isi dari surat Al Fatihah ayat 1-7, dilanjutkan dengan isi dari per ayatnya sebagai pembuka. Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu dalam Alquran sangatlah luas. Andai tujuh lautan dijadikan tinta ditambah yang serupa maka kita masih belum mampu untuk mengungkap ilmu yang ada di dalamnya dan takkan habis Kalimat -KalimatNya. Subhanallah...semakin kita mempelajari Alquran lebih dalam, semakin kelihatan kedangkalan ilmu baru kita pelajari. Puisi ini hanya sebagian kecil mengungkap isi dari Alquran lewat terjemahnya. Ada kisah sebagian nabi,ada proses, ada rahasia yang tersirat, ada sumpah dalam Kalam Mu serta ada hikmah dibalik perjalanan hidup ini. Kata -kata dalam Alquran sangatlah indah. Tidak akan bisa yang menyamainya walau ribuan pujangga membuat yang serupa, tetaplah KalamNya tiada tandingan. Walau kadang ada yang akan berusaha merubahnya,namun keaslian Al Quran tetap terjaga sepanjang masa.

Yang tersirat di balik kalam- kalamMu adalah sebuah buku yang berisi kumpulan puisi religi yang diambil dari sebagian isi Alquran Puisi ini diawali dengan isi dari surat Al Fatihah ayat 1-7, dilanjutkan dengan isi dari per ayatnya sebagai ...

Akidah Salaf Vs Ilmu Kalam Jilid 2

Akidah Al-Khurasaniyyah #2

Buku ini adalah Jilid Kedua dari Akidah Salaf Vs Ilmu Kalam Buku ini berbicara tentang akar konflik akidah di Khurasan. Khurasan sendiri sebuah kota tua di Persia. Kota ini menjadi pusat dan basis interaksi antara akidah salaf dengan ilmu kalam (Filsafat). Akidah salaf diwakili oleh dua Ar-Razi, yaitu Abu Hatim Ar-Razi dan Abu Zur`ah Ar-Razi yang keduanya menerima akidah dari generasi sebelumnya, yaitu para sahabat, tabi`in, dan ulama-ulama salaf. Sementara ilmu kalam banyak terpengaruh Filsafat Yunani yang diwakili oleh aliran Murji’ah, Jahmiyah, Khawarij, Muktazilah, Rafidhah, dll. Dalam buku ini, penulis Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi memaparkan dengan gamblang akar konflik penyimpangan akidah di dunia Islam serta debat antara ulama salaf dan ahli kalam dalam beragam tema, seperti; Apakah iman bertambah dan berkurang, apakah Al-Qur`an makhluk, apakah surga dan neraka sudah diciptakan, dimanakah posisi surga dan neraka, apakah Allah bersemayam di atas Arasy, apakah Nabi melihat Allah di dunia, apakah Mizan, Shirat, Arasy, Telaga, Syafaat benar adanya. Juga, apakah siksa dan nikmat kubur dan kebangkitan benar adanya, wajibkah Taat kepada ulil amri, lalu bagaimana hukum belajar ilmu Kalam. Siapa dan apa dengan paham Jahmiyah, Muktazilah, Murjiah, Khawarij dan Rafidhah?, serta beragam tema menarik lainnya. Isyu-isyu akidah dan keislaman yang sering dihembuskan oleh kaum liberal dan sekuler masa kini hanyalah merupakan kelanjutan dari apa yang dihembuskan oleh aliran ahli kalam sebelumnya. Tak pelak, buku ini layak Anda miliki. - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Dalam buku ini, penulis Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi memaparkan dengan gamblang akar konflik penyimpangan akidah di dunia Islam serta debat antara ulama salaf dan ahli kalam dalam beragam tema, seperti; Apakah iman bertambah dan ...

Meniti kalam kerukunan

beberapa istilah kunci dalam Islam dan Kristen

Dialog between Islam and Christians in Indonesia and terminology in Islam and Christianity.

Dialog between Islam and Christians in Indonesia and terminology in Islam and Christianity.