Sebanyak 556 item atau buku ditemukan

Tata Kelola Perkotaan Berbasis Smart City: Perspektif Inovasi dan Pengembangan Kota di Pulau Jawa

Buku ini berisi kumpulan artikel yang dipublikasikan dan merupakan bagian dari output Tugas Akhir untuk Mata Kuliah Tata Kelola Pemerintahan Perkotaan, dengan skema mahasiswa mengerjakan secara berkelompok dan diseleksi secara ketat. Buku ini memberikan ulasan tentang fenomena tata kelola pemerintahan berbasis smart city yang berkembang hingga abad ini. Selain itu, buku ini mencoba untuk menuangkan telaah kritis terhadap optimalisasi konsep smart city yang diadopsi oleh pemerintah terutama studi kasus Pulau Jawa. Beberapa implementasi smart city pada sektor pemerintahan yang disajikan pada buku ini diharapkan menjadi gambaran khususnya bagi penyelenggara pemerintah bagaimana penerapan konsep smart city di daerah di Indonesia. Mengembangkan smart city di masing-masing lokalitas bukanlah dengan menjadikan IT dan solusi teknologi sebagai tujuan akhir-misalnya dengan membuat command center yang mewah namun miskin fungsi, tetapi lebih fokus kepada inovasi dan terobosan untuk menyelesaikan masalah prioritas dan atau mengembangkan sektor unggulan daerah, berbasis data yang terintegrasi, dan kolaboratif antar sektor. Buku ini terdiri dari 9 artikel yang membahas mengenai implementasi smart city dari berbagai elemen, seperti smart government, smart living, fenomena urban sprawl, hingga pelayanan publik era digital yang mendukung keberhasilan penerapan konsep smart city di sebuah kota.

Buku ini berisi kumpulan artikel yang dipublikasikan dan merupakan bagian dari output Tugas Akhir untuk Mata Kuliah Tata Kelola Pemerintahan Perkotaan, dengan skema mahasiswa mengerjakan secara berkelompok dan diseleksi secara ketat.

Humandkind: Sejarah Penuh Harapan

Ada satu kepercayaan yang mempersatukan kelompok kiri dan kanan, ahli psikologi dan ahli filsafat, penulis dan pencatat sejarah. Kepercayaan itu mengilhami judul berita di sekeliling kita dan hukum yang mengatur hidup kita. Dari Machiavelli sampai Hobbes, Freud sampai Dawkins, akar kepercayaan ini telah menghunjam dalam pemikiran Barat. Kita diajari bahwa manusia bersifat dasar egois dan digerakkan kepentingan pribadi. Humankind mengajukan argumen baru: bahwa lebih realistis sekaligus revolusioner andai kita beranggapan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Naluri untuk bekerja sama bukannya bersaing, memercayai bukannya tak percaya, punya dasar evolusioner yang ada sejak awal kehadiran spesies kita. Menganggap buruk orang lain bukan hanya memengaruhi cara kita memandang orang lain, melainkan juga politik dan ekonomi kita. Di buku penting ini, penulis laris internasional Rutger Bregman merangkum beberapa penelitian paling terkenal di dunia dalam kerangka baru, memberi sudut pandang baru untuk 200.000 tahun terakhir dalam sejarah manusia. Bregman menunjukkan bagaimana kepercayaan terhadap kebaikan dan altruisme manusia bisa mengubah cara kita berpikirÑdan menjadi dasar untuk mencapai perubahan sejati di masyarakat. Waktunya ada pandangan baru atas hakikat manusia. ÒPandangannya matang ... Penerapan sejarah oleh Bregman mengarah ke pemahaman baru atas hakikat manusia. Humankind mengubah percakapan dan menerangi jalan ke masa depan yang lebih cerah. Kita makin membutuhkan itu sekarang.Ó Susan Cain, penulis Quiet ÒSinisme adalah teori segalanya, tapi sebenarnya tak harus dipakai, seperti ditunjukkan dengan brilian oleh Rutger Bregman. Buku ini perlu, membuka peluang masa depan yang lebih baik.Ó David Wallace-Wells, penulis The Uninhabitable Earth

... darah. (Dan tingkat pembunuhan di antara mereka menurun sesudah wilayah !Kung dikendalikan negara pada 1960-an ... berdarah dingin terhadap pihak luar. Nyatanya, kita makhluk paling suka perang di planet ini. Untungnya, kata Pinker ...

Sejarah Gereja Umum

Dalam mempelajari sejarah gereja tidak semata-mata hanya menghafal tokoh dan tanggal peristiwa, atau tempat di mana peristiwa itu terjadi. Inilah yang membuat sebagian orang kurang tertarik dalam belajar sejarah, khususnya sejarah gereja. Akan tetapi tidak perlu putus asa. dengan membaca buku ini, tentu Anda akan menikmati isi buku tersebut. Sejarah memang tidak dapat diubah lagi, tapi dari sejarah itu bisa menjadi pembelajaran atau evaluasi diri untuk lebih baik lagi. Itulah yang boleh saya sebutkan di sini dalam mempelajari sejarah gereja. Bila melihat rentetan sejarah gereja, ada masa sulit, tekanan dan masa jaya pula. Tidak selamanya suram dan dianiaya. Ada saatnya menuai dengan apa yang sudah ditabur. Pada masa sesudah Yesus naik ke surga, para murid-murid Yesus dan pengikut Kristus, banyak yang mengalami aniaya. Seolah-olah makin suram rasanya. Tidak ada kesempatan untuk bernapas. Siksaan demi siksaan datang secara beruntun. Namun di situlah gereja sebagai tubuh Kristus diuji. Ia bagaikan emas yang berada di perapian yang sangat panas. Semakin dibakar justru terlihat sinar yang berkemilauan. Mengapa? Karena yang diuji itu adalah emas murni.Jika jemaat Tuhan memiliki iman yang murni di hadapan Tuhan, maka tidak takut dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Ada ungkapan yang berkata, “Semakin dibabat semakin merambat. Patah tumbuh hilang berganti. Mati satu tumbuh seribu.” Jika slogan ini menjadi dasar bagi gereja, apapun yang terjadi pasti terus maju dan melangkah dengan iman, yang akhirnya membawa kemenangan.

... berdarah. Muhammad berjanji bahwa jika mereka menerimanya sebagai pemimpin mereka, maka tidak akan ada pertumpahan darah dan tidak ada pembalasan dendam. Tak ada orang Mekah yang dipaksa untuk memeluk Islam. Ia hanya akan menghancurkan ...

Mengapa Kami Memilih Kuliah?

Artikel dari teman-teman UKIM UNESA mengenai mengapa kuliah itu begitu penting sebagai salah satu jenjang dalam kehidupan

... partai politik yang masuk dalam dunia kampus, dengan melakukan langkah menggaet dan menarik hati mahasiswa untuk bergabung dalam partai politik. Hal ini menjadikan bumerang bagi bangsa indonesia dengan menyusupnya idealisme partai ...