Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Humandkind: Sejarah Penuh Harapan

Ada satu kepercayaan yang mempersatukan kelompok kiri dan kanan, ahli psikologi dan ahli filsafat, penulis dan pencatat sejarah. Kepercayaan itu mengilhami judul berita di sekeliling kita dan hukum yang mengatur hidup kita. Dari Machiavelli sampai Hobbes, Freud sampai Dawkins, akar kepercayaan ini telah menghunjam dalam pemikiran Barat. Kita diajari bahwa manusia bersifat dasar egois dan digerakkan kepentingan pribadi. Humankind mengajukan argumen baru: bahwa lebih realistis sekaligus revolusioner andai kita beranggapan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Naluri untuk bekerja sama bukannya bersaing, memercayai bukannya tak percaya, punya dasar evolusioner yang ada sejak awal kehadiran spesies kita. Menganggap buruk orang lain bukan hanya memengaruhi cara kita memandang orang lain, melainkan juga politik dan ekonomi kita. Di buku penting ini, penulis laris internasional Rutger Bregman merangkum beberapa penelitian paling terkenal di dunia dalam kerangka baru, memberi sudut pandang baru untuk 200.000 tahun terakhir dalam sejarah manusia. Bregman menunjukkan bagaimana kepercayaan terhadap kebaikan dan altruisme manusia bisa mengubah cara kita berpikirÑdan menjadi dasar untuk mencapai perubahan sejati di masyarakat. Waktunya ada pandangan baru atas hakikat manusia. ÒPandangannya matang ... Penerapan sejarah oleh Bregman mengarah ke pemahaman baru atas hakikat manusia. Humankind mengubah percakapan dan menerangi jalan ke masa depan yang lebih cerah. Kita makin membutuhkan itu sekarang.Ó Susan Cain, penulis Quiet ÒSinisme adalah teori segalanya, tapi sebenarnya tak harus dipakai, seperti ditunjukkan dengan brilian oleh Rutger Bregman. Buku ini perlu, membuka peluang masa depan yang lebih baik.Ó David Wallace-Wells, penulis The Uninhabitable Earth

... darah. (Dan tingkat pembunuhan di antara mereka menurun sesudah wilayah !Kung dikendalikan negara pada 1960-an ... berdarah dingin terhadap pihak luar. Nyatanya, kita makhluk paling suka perang di planet ini. Untungnya, kata Pinker ...

Fikih Wanita

empat mazhab

Membahas persoalan wanita memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada hal menarik dari sosok wanita, baik dalam kaitannya dengan pribadinya sebagai wanita dengan segala spesifikasinya, maupun wanita dalam hubungannya dengan hukum fikih. Banyak hal yang secara spesifik diterapkan khusus terhadap wanita dan tidak berlaku pada selainnya. Inilah diantara perlakuan khusus Islam terhadap kaum Hawa yang menunjukkan agungnya kedudukan mereka dimata syari’at. Berangkat dari kenyataan tersebut, kami bersyukur bahwa buku ini bisa hadir di tangan pembaca sekalian. Buku ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi wanita yang ingin mengetahui hukum syari’at terkait dengan segala kondisinya. Kelebihan buku ini dibanding buku sejenisnya adalah pembahasannya yang komprehensif dipandang dari sudut empat madzhab. Kami meyakininya sebagai kelebihan karena tidak sedikit kaum wanita yang masih ragu dan bingung mengambil keputusan di tengah perbedaan pandangan para ulama. Padahal semua itu justru bisa menjadi rahmat, bila umat Islam mampu melihatnya dengan kacamata rahmat pula. Sebaliknya, bila melihat perbedaan itu dengan mengedepankan ego eksklusivitas belaka, bukan tidak mungkin malah perpecahan yang akan timbul. Tujuan kami menerbitkan buku ini tak lain adalah agar kaum muslimah dapat menjadikan setiap aktivitasnya sebagai rangkaian ibadah kepada Allah dan dalam rangka bertaqarrub kepada-Nya. Asumsi ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap aktivitas bisa bernilai ibadah manakala pelakunya mampu mengorientasikannya untuk ibadah. Unruk mempermudah orientasi itu diperlukan pemahaman hukum syari’at terhadap apa yang dapat dilakukan dalam rangka ibadah kepada-Nya. Dengan demikian, segala perilaku dan kegiatan rutin harian yang melelahkannya bisa mendatangkan banyak maslahat bagi dunia hingga akhiratnya. Di atas semua itu, sebagai sesama muslim, penerbit merasa terpanggil untuk turut menyebarkan kemaslahatan dunia akhirat kepada seluruh kaum muslimin, khususnya bagi kaum wanita. Pada gilirannya, penerbit merasa bersyukur dapat menghadirkan buku yang sangat penting ini. Harapan kami semoga Allah berkenan menunjukkan kebenaran dan menghapuskan segala bentuk penyimpangan. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya buku ini. Terakhir, kami berharap kepada pembaca yang selalu mengharap ridha-Nya, untuk memberikan masukan, baik itu kritik, saran, dan nasihat, guna perbaikan buku ini pada masa mendatang. Semoga Allah meridhai pada setiap aktivitas ibadah keseharian kita, sehingga dengan ridha-Nya kita termasuk dalam golongan hamba yang beruntung, baik itu di dunia maupun di akhirat. Amiin.

Membahas persoalan wanita memang tidak ada habisnya. Selalu saja ada hal menarik dari sosok wanita, baik dalam kaitannya dengan pribadinya sebagai wanita dengan segala spesifikasinya, maupun wanita dalam hubungannya dengan hukum fikih.