Sebanyak 181 item atau buku ditemukan

Manajemen Sekolah

Buku ajar ini terdiri dari 7 Bab, yakni: Bab I, Konsep Dasar Manajemen Sekolah; Bab II, Organisasi Lembaga Pendidikan; Bab III, Manajemen Kurikulum; Bab IV, Manajemen Perserta Didik; Bab V, Manajemen Tenaga Pendidik; Bab VI, Manajemen Fasilitas Pendidikan; Bab VII, Manajemen Pembiayaan Pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang pada intinya adalah mempelajari tentang perilaku manusia yang kegiatannya sebagai subjek dan objek. Secara filosofis, perilaku manusia terbentuk oleh interaksi antar manusia, iklim organisasi (konteks organisasi), dan sistem. Ketiga interaksi tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun bersama- sama saling berinteraksi pula dengan lingkungan eksternalnya. H.A.R. Tilaar, berpendapat bahwa manajemen pendidikan adalah mobilisasi segala sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Menurut Sulistyorini, manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar lebih efektif dan efisien. Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

Buku ajar ini terdiri dari 7 Bab, yakni: Bab I, Konsep Dasar Manajemen Sekolah; Bab II, Organisasi Lembaga Pendidikan; Bab III, Manajemen Kurikulum; Bab IV, Manajemen Perserta Didik; Bab V, Manajemen Tenaga Pendidik; Bab VI, Manajemen ...

Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi”

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ditinjau dari komponennya, ada beberapa unsur atau elemen utama dalam organisasi sekolah/madrasah. Unsur-unsur tersebut meliputi: (1) sumber daya manusia, yang mencakup kepala sekolah, guru, pegawai administrasi, dan siswa, (2) sumber daya material, yang mencakup peralatan, bahan, dana, dan sarana prasarana lainnya, (3) atribut organisasi, yang mencakup tujuan, ukuran, struktur tugas, jenjang jabatan, formalisasi, dan peraturan organisasi, (4) iklim internal organisasi, yakni situasi organisasi yang dirasakan personel dalam proses interaksi, dan (5) lingkungan organisasi sekolah. Keberhasilan organisasi sekolah banyak ditentukan keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan peranan dan tugasnya. Peranan adalah seperangkat sikap dan perilaku yang harus dilakukan sesuai dengan posisinya dalam organisasi. Peranan tidak hanya menunjukkan tugas dan hak, tapi juga mencerminkan tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan sekolah. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin dari inovator di sekolah. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah adalah signifikan bagi keberhasilan sekolah. Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk memberdayakan seluruh sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Kepala sekolah berada di garda depan untuk menggerakkan kegiatan dan menetapkan target sekolah/ madrasah. Keputusan-keputusan penting yang berdampak besar bagi organisasi (sekolah/madrasah) terlahir darinya. Maka, eksistensi dan fungsi kepala sekolah sangat penting untuk dikaji, dirumuskan, dan dikembangkan guna memenuhi harapan publik akan terwujudnya lembaga pendidikan yang bermutu. Profesionalitas kepala sekolah menjadi syarat mutlak terwujudnya sekolah/madrasah yang berdaya saing tinggi. Kalau kepala sekolah pasif, apatis, dan miskin ide, maka sekolah akan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, jangan meremehkan posisi kepala sekolah. Karena, sebaik apapun sistem yang dibangun, kalau pemimpinnya buruk, maka akan sulit melakukan perubahan signifikan dalam organisasi. Terlebih jika pemimpin yang berfungsi sebagai penjaga gawang organisasi tidak proaktif, bahkan sangat suka mempertahankan status quo dan menutup peluang pembaharuan. Di sinilah urgensinya mengembangkan kualitas kepala sekolah agar mampu memimpin sekolah/madrasah secara dinamis, kompetitif, dan produktif sesuai tantangan zaman. Peran kepala sekolah seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki dua peran besar dalam melaksanakan tugasnya, pertama sebagai manajer dan kedua sebagai pemimpin. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah, sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kemajuan sekolah, sehingga kepala sekolah mempunyai wewenang yang lebih luas dalam menentukan pencapaian tujuan yang mengarah pada keberhasilan serta peningkatan mutu pendidikan. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan ini merupakan pengembangan dari Bab 1, 2 dan 3 Disertasi yang berjudul “Pengaruh Kompetensi, Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja serta Implikasinya pada Produktivitas Kerja Kepala Sekolah di Madrasah Tsanawiyah Propinsi Lampung” yang penulis susun guna menyelesaikan pendidikan Program Pascasarjana Strata Tiga (S-3) Ilmu Manajemen, konsentrasi Manajemen SDM pada Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah

Persoalan pendidikan merupakan persoalan yang sangat kompleks. Menghadapi kompleksnya persoalan pendidikan tersebut, diperlukan adanya partisipasi riil dari masyarakat. Pendidikan juga tidak bisa dilepaskan dari karakter dan budaya. "Jadikan sekolah sebagai bagian dari membangun karakter dan budaya". Buku ini disusun sebagai panduan dan aplikasi pendidikan karakter di sekolah. Buku ini berisi tiga bagian, pertama tentang konsep pendidikan karakter, kedua tentang KTSP berkarakter, dan ketiga tentang Silabus, RPP dan Bahan Ajar 10 mata pelajaran pendidikan berkarakter. Dilengkapi pula dengan Glosarium dan Indeks.

Persoalan pendidikan merupakan persoalan yang sangat kompleks.

Manajemen Peserta Didik Sekolah Plus

Kehadiran buku ini menjadi penting, baik dari aspek teoritis maupun praktis. Secara teoritis buku ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang manajemen sekolah, khususnya dalam kajian manajemen peserta didik. Secara praktis buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan oleh para praktisi pendidikan, dalam mengimplementasikan konsep-konsep manajemen peserta didik di sekolah yang dikelolanya. Dr. Suryadi Koordinator Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Dr. Suryadi Koordinator Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

MANAJEMEN KESISWAAN DI SEKOLAH

Manajemen kesiswaan merupakan keseluruhan proses kerjasama dalam bidang kesiswaan. Bidang kerjasama dalam manajemen kesiswaan itu adalah menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan siswa. Masalah-masalah yang dimaksudkan di sini adalah berupa penyelenggaraan sensus sekolah, menyelenggarakan kegiatan penerimaan siswa baru, membina kedisiplinan siswa, menyelenggarakan program layanan khusus bagi siswa, dan sebagainya. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan, mengikuti pelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan intitusional agar dapat berangsung secara efektif dan efisien. Buku ini memberikan informasi dasar-dasar teori manajemen kesiswaan di sekolah.

Buku ini memberikan informasi dasar-dasar teori manajemen kesiswaan di sekolah.

Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah

Segala aktivitas dan Manajemen Peserta Didik (MPD) yang dijalankan di sekolah, jika dirunut pastilah bermuara di sentral layanan pendidikan, yaitu peserta didik. Di era otonomi daerah dan school based management seperti sekarang, MPD berbasis sekolah menduduki posisi yang sangat strategis. Buku ini hadir karena hampir semua lembaga pendidikan di negeri ini, sedang berhasrat besar untuk memberikan layanan yang andal dan prima kepada peserta didiknya. Pembahasannya diawali dengan urgensi MPD, baik dari perpektif sosiologis maupun psikologis. Kemudian dilanjutkan diskursif manajemen dengan pendekatan MPD, perencanaan, rekrutmen, dan orientasi (induction) peserta didik baru, pengelompokan (grouping), sistem tingkat, dan sistem tanpa tingkat, peningkatan kedisiplinan, kode etik, student government, dan pengadilan peserta didik dengan dua pendekatan yang digunakan, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa jurusan Administrasi/ Manajemen Pendidikan, mahasiswa fakultas ilmu pendidikan atau tarbiyah serta para manajer pendidikan (kepala sekolah) di berbagai jenjang dan satuan pendidikan. dengan membaca buku ini akan menginspirasi diaplikasikannya pendekatan konvergensi dalam penanganan peserta didik di sekolah.

Segala aktivitas dan Manajemen Peserta Didik (MPD) yang dijalankan di sekolah, jika dirunut pastilah bermuara di sentral layanan pendidikan, yaitu peserta didik.

BUKU AJAR MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH

Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah untuk pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan yang optimal. Manajemen peserta didik juga mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik dari mulai masuk sekolah sampai lulus sekolah. Pengaturan kegiatan peserta didik tersebut diarahkan pada peningkatan mutu kegiatan pembelajaran baik intra maupun ekstrakurikuler, sehingga memberikan konstribusi bagi pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah serta tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah untuk pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan yang optimal.

Pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah

Buku kategori Manajemn yang berjudul Pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah merupakan buku karya dari Irjus Indrawan. Buku ini memaparkan mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi pada proses pendidikan secara optimal. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi, penghapusan, penggunaan/pemanfaatan dan tanggung jawab. Dalam pengadaan dan menggunakan sarana dan prasarana di sekolah dibutuhkan suatu proses, yaitu mulai dari perencanaan, pengadaan, pengaturan, penggunaan, dan penghapusan. Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan proses perancangan upaya pembelian, penyewaan, peminjaman, penukaran, daur ulang, rekondisi/rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan pelengkapan yang sesuai dengan kebutuhan. Proses ini sebaiknya melibatkan unsur-unsur penting sekolah, seperti kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, guru, tata usaha, bendahara, serta komite sekolah.

Buku kategori Manajemn yang berjudul Pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah merupakan buku karya dari Irjus Indrawan.

Manajemen Pendidikan Di Sekolah

Sesuai Kebijakan Merdeka Belajar

Manajemen pendidikan berguna untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah. Oleh karena itu, manajemen pendidikan memiliki kedudukan sangat penting dalam operasional sekolah. Di samping itu, manajemen pendidikan juga menjadi salah satu penentu kemajuan dan berkembangnya sekolah. Buku Manajemen Pendidikan di Sekolah yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku yang disusun untuk membantu mempermudah mahasiswa dalam memahami materi-materi matakuliah manajemen pendidikan. Buku ini dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa dan khazanah keilmuan di bidang manajemen pendidikan. Setiap materi dipaparkan dengan sangat jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa. Untuk itu, buku ini sangat tepat dijadikan referensi mahasiswa untuk matakuliah manajemen pendidikan. Di samping itu, buku ini dapat digunakan oleh dosen, guru, dan praktisi pendidikan di seluruh Indonesia Buku ini sudah disesuaikan dengan kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penulis menyajikan buku ini secara profesional dan lengkap sehingga benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, guru, maupun pembaca umum lainnya. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup #PrenadaMedia

Buku Manajemen Pendidikan di Sekolah yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku yang disusun untuk membantu mempermudah mahasiswa dalam memahami materi-materi matakuliah manajemen pendidikan.

Manajemen Pendidikan Islam: Tinjau Konsep, Kurikulum, dan Sistem Informasi Sekolah

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya berupa man, money, materials, method, machines, market, minute, dan information, agar menghasilkan sesuatu yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan. Manajemen pendidikan harus diterapkan dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan dan sasaran pendidikan. Pendidikan yang berorientasi kedepan memiliki visi dan misi yang jelas akan menghasilkan output dan outcome yang berkualitas. Pembahasan materi dalam buku ini terdiri dari 12 BAB yaitu: BAB I. Definisi dan Konsep Dasar Manajemen Pendidikan; BAB II. Ruang Lingku Manajemen Pendidikan; BAB III. Manajemen SDM Dalam Pendidikan; BAB IV. Manajemen Berbasis Sekolah; BAB V. Manajemen Sarana dan Prasarana; BAB VI. Manajemen Kurikulum; BAB VII. Manajemen Kelas; BAB VIII. Manajemen Peserta Didik; BAB IX. Manajemen Keuangan Sekolah; BAB X. Manajemen Sistem Informasi Sekolah; BAB XI. Manajemen Mutu Sekolah; dan BAB XII. Manajemen Humas.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya berupa man, money, materials, method, machines, market, minute, dan information, agar menghasilkan sesuatu yang efektif dan ...