Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank

Judul : Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank Penulis : Dr. Rispa Eliza, ST. MM., Mohamad Zulman Hakim, S.E., M.M., M.Ak., CSRS., CSRA., Dr. Arini Novandalina, SE, M. SI., Maryam, S.E.I, M.Si., Pretty Naomi Sitompul, S.E., M.Si., Dr. Triana., Meinarsih, SE, M.Si, Ak, CPA, CERA, CFRM, CFA, QIA., Junaidi, S.H., M.H., C.L.A., C.B.P.A., Sulvariany Tamburaka, Safaruddin, Tuti Dharmawati, Eko Cahyo Mayndarto, Andrew Shandy Utama, S.H., M.H, Arwinence Pramadewi, SE., MM Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 196 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-855-8 No. E-ISBN : 978-623-162-856-5 (PDF) SINOPSIS Buku ini berjudul “Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank”. Buku ini ditulis oleh beberapa penulis dari beberapa lembaga pendidikan di Indonesia. Buku ini penulis kontribusikan untuk bidang keuangan di Indonesia. Buku ini terdiri dari tiga belas bab. Adapun pembahasan masing-masing bab dalam buku ini sebagai berikut : Bab 1 Mengenal Bank dan Lembaga Keuangan Bank Bab 2 Kesehatan dan Rahasia Bank Bab 3 Penghimpunan dan Penyaluran Dana Serta Kredit Bank Bab 4 Bank Syariah Bab 5 Asuransi Bab 6 Sewa Guna Usaha (Leasing) Bab 7 Pegadaian Bab 8 Anjak Piutang Bab 9 Modal Ventura Bab 10 Dana Pensiun Bab 11 Pasar Modal Bab 12 Lembaga Keuangan Internasional Bab 13 Merangkum Kembali tentang Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca dalam memahami dan menambah wawasan tentang “Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank”.

... syariah , dan pemantauan kepatuhan terhadap prinsip syariah . 6. Pengawasan dan Regulasi a . Bank Konvensional Tunduk pada regulasi perbankan konvensional yang dikeluarkan oleh otoritas keuangan negara terkait . b . Bank Syariah Tunduk ...

Pendidikan Seni Rupa dan Prakarya

Berbicara tentang seni seperti tidak ada habis-habisnya, terus mengalami kemajuan dari dahulu hingga sekarang, hal ini tanda karena seni merupakan bagian kebutuhan manusia disadari ataupun tidak disadari. Begitu pula membicarakan pengertian seni tidak pernah ada selesainya, karena seni itu sendiri berkenaan dengan aktivitas yang didasari dari rasa perasaan manusia, sehingga pengertian seni sampai sekarang tidak ada rumusan yang baku. Seni yang pada awalnya didefinisikan sebagai suatu karya manusia suatu yang bersifat indah-indah, dan sesuatu yang menyenangkan, berkembang lebih luas hingga saat sekarang ini. Seni juga dinilai sebagai suatu karya yang menggemaskan, karya yang mencemaskan bahkkan mengerikan, karya yang membuat orang sedih dapat menggugah perasaan simpati dan empati dan sebagainya, hal ini telah menjadi konsep orang dalam merumuskan pengertian seni. Seni diartikan sebagai sesuatu yang lahir secara murni dari dalam diri/ekspresi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diamati atau dinikmati melalui sesuatu perwujudan tertentu (tanda lahiriah berupa tanda visual/rupa, bunyi-bunyian (musik), gerak (tari, pantomim), suara (sastra/puisi, pantun, fiksi, drama), senandung (nyanyian/lagu) dan film/sinetron. Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat membaca dari awal hingga akhir isi dari buku ini.

Berbicara tentang seni seperti tidak ada habis-habisnya, terus mengalami kemajuan dari dahulu hingga sekarang, hal ini tanda karena seni merupakan bagian kebutuhan manusia disadari ataupun tidak disadari.