Sebanyak 1400 item atau buku ditemukan

Pengantar Studi Ilmu Dakwah

Dakwah adalah seruan kepada manusia untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Pada prinsipnya, dakwah adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana seruan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar kita menyampaikan pesan-pesan Islam, meskipun satu ayat. Namun begitu, berdakwah juga perlu ilmu, perlu pemahaman tentang dakwah (fiqhud dakwah), agar pesan-pesan yang disampaikan bisa berjalan secara sistematis dan efektif. Karena itu, buku ini hadir untuk memberikan pemahaman tentang seluk beluk dakwah, seperti; sejarah dakwah, metode-metode dalam berdakwah, tugas pokok seorang dai, peta konsep dakwah, kode etik dakwah, sarana-sarana dakwah, psikologi dai dan mad’u (obyek dakwah), pantangan-pantangan dakwah, karakteristik dai, dan lain sebagainya. Penulis memaparkan teori-teori dalam dakwah, kemudian juga memberikan arah-arahan agar teori-teori tersebut bisa dipraktikan oleh para dai. Karena sejatinya, sebanyak apapun teori yang kita pahami, jika tidak dipraktikkan di lapangan, maka itu semua tak akan ada gunanya. Sebagai seorang yang bergelut dalam dunia akademisi dan juga seorang dai, penulis memiliki pengalaman dalam bidang ini. Buku ini wajib dimiliki oleh para mahasiwa yang menempuh studi di bidang dakwah, dan setiap muslim secara umum, terutama bagi mereka yang mewakafkan dirinya untuk menjadi dai ilallah. Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Sangat sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar.

Bangkit dan Runtuhnya Daulah Fathimiyah

Daulah Fathimiyah yang berdiri di Ifriqiya, sebuah wilayah di Magh•ib A1-Adna (Maghrib Dekat), yang saat ini terletak di kawasan Tunisia, Tripolitania (barat Libya), dan Constantinois (tenggara Algeria), merupakan daulah yang turut mewarnai lembar sejarah dunia Islam, sebagaimana Daulah Abbasiyah dan Daulah Umawiyah. Daulah ini memegang teguh prinsip-prinsip ajaran Syiah Ismailiyah, yang dinisbatkan pada Ismail bin Ja'far Ash-Shadiq. Paham Syiah inilah yang menjadi ideologi daulah ini, sekaligus menjadi pijakan dalam menjalankan konstitusi negara. Penamaan daulah Fathimiyah diklaim berdasarkan nisbat secara geneologi pada keturunan Rasulullah, yakni Fathimah; Meskipun ada yang mengatakan bahwa penyebutan yang lebih tepat adalah Daulah Ubaidiyah, sebagaimana nama pendirinya Ubaidillah Al-Mandi. Rentang kekuasaan daulah ini berada pada dua fase, yaitu pada masa kekuasaan di Ifriqiya (297-362 H/910-973 M) dan Mesir serta Timur Islam (326-567 H/ 973- 1171 M) Selain menyajikan fakta dan data tentang sejarah Daulah Fathimiyah, buku ini juga menceritakan konflik dan perseteruan yang terjadi pada masa daulah tersebut. Termasuk dengan kekuatan Byzantium yang pada masa lalu juga diperhitungkan oleh dunia. Sebagai sajian yang lengkap, buku ini ditutup dengan munculnya Shalahuddin A1-Ayyubi, yang tak hanya berhasil menaklukkan kekuasaan Kristen, tetapi juga mampu mengambil alih kekuasaan Daulah Fathimiyah pada akhir keruntuhannya. Sehingga peralihan kekuasaan dari Daulah Fathimiyah (Syiah) ke Dinasti Ayyubiyah (Sunni) menjadi mata rantai sejarah yang sarat dengan pelajaran dan hikmah. Sebagai sebuah kaiya sejarah, buku ini sangat layak Anda baca! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

... Dai Abu Abdillah telah berkenalan dengan Al-Hasan bin Farajdi Kufah. Setahun kemudian, Ad-Dai Abu Abdillah ikut bergabung dengan rombongan jamaah haji Yaman dan berangkat bersama mereka ke Makkah210pada tahun 279 H/893 M. Hal itu ...

Ketika Allah Swt, Muhammad, Yesus Dan Bunda Maria Dalam Satu Kubah

"Hey! Malaysian? Moslem?" Saya dan istri berkali-kali disangka orang Malaysia saat berjalan melintas Sultanahmet Square. Perkaranya mudah, muka ras melayu. Mengira dari Malaysia mereka berusaha menggoda kami untuk mengikuti tour Selat Bosphorus sampai menjual barang dagangan, seperti bunga kertas, tasbih dan peci merah Turki. Sultanahmet Square di libur pagi sungguh penuh sesak. Wisatawan penuh sampai ke sudut-sudut. Di sini ada titik temu 2 bangunan agung yang menjadi simbol Istanbul. Ada Hagia Sophia yang tegak berdiri dari era Romawi Kuno sementaranya di seberangnya ada Masjid Sultanahmet yang gagah dengan minaret-minaret yang menjulang ke langit. "Hey! Malaysian? Moslem? "My wife and I were repeatedly supposedly Malaysians walking across Sultanahmet Square. The case is easy, the face of the Malay race. Thinking of Malaysia they tried to tempt us to follow the Bosphorus Strait tour to sell merchandise, such as paper flowers, turbans and Turkish red pecs. Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul. There is a Hagia Sophia standing erect from the ancient Roman era while on the other side there is a dashing Sultanahmet Mosque with minarets towering to the sky.

Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul.