Sebanyak 280 item atau buku ditemukan

Metode Tafsir Tematik Fazlur Rahman dan Muhammad Baqir Al-Shadr

Terdapat empat indikasi dari produk tafsir era modern- kontemporer. Pertama, memperlakukan teks secara objektif. Kedua, berdasarkan kronologis pewahyuan. Ketiga, bersifat kontekstual. Keempat, terbuka terhadap pelbagai macam penafsiran. Salah dua dari sekian banyak tokoh tafsir modern-kontemporer yang menarik perhatian penulis adalah Fazlur Rahman dan Muhammad Bâqir al-Shadr. Keduanya menawarkan sebuah gagasan penafsiran al-Qur’an dengan basis metode tafsir tematik. Kajian tafsir tematis Rahman, ia tuangkan pada karyanya Major Themes of The Qur’an. Sedangkan tawaran tafsir tematis Bâqir terpotret secara integral dalam karyanya al-Madrasah al-Qur’âniyyah.

... ayat - ayat dalam mushaf . Di dalamnya diuraikan pengertian umum kosakata ayat , hubungan ayat dengan ayat sebelumnya , sebab turunnya ayat , makna global ayat hukum atau pesan yang dapat diambil , dan biasanya juga ditambahkan dengan ...

Hermeneutika sebagai Pendekatan Alternatif dalam Pembelajaran Tafsir dan Ilmu Tafsir

Pendekatan dan metode pembelajaran tafsir dan ilmu tafsir terus mengalami pergeseran sesuai dengan pengalaman belajar dan kompetensi yang dimiliki oleh para pendidik. Ada yang mengajar secara tekstualis sesuai dengan makna harfiyah karena latar belakang belajarnya yang mungkin mengarahkan itu. Ada yang mulai berani memahami tafsir sebagai sebuah materi yang tetap tapi pemahamannya berkembang sebagai sebuah metodologi yang akan terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman, tempat, dan situasinya. Fenomena ini terjadi pada hampir semua jenjang pendidikan, terlebih pada perguruan tinggi yang notabene sebagai produsen generasi yang kritis dan produktif. Buku ini akan membahas bagaimana metode dan pendekatan yang mungkin bisa dikembangkan oleh pendidik dalam pembelajaran tafsir dan ilmu tafsir di perguruan tinggi agama Islam. Harapannya, hal yang demikian itu dapat menambah wawasan dan khazanah dalam pengembangan pembelajaran tafsir dan ilmu tafsir di semua jenjang pendidikan, terutama pada jenjang perguruan tinggi.

... ayat 6 berisi tafsir ayat tentang wudlu , secara rinci bahasan ini berisi tentang pengertian wudlu , rukun wudlu , menjelaskan teks- teks yang menjadi sumber perbedaan penafsiran , dan memperagakan tata cara wudlu . 2 ) Surat Al ...

Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama

  • ISBN 13 : 9786239391485
  • Judul : Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama
  • Pengarang : Buya Yahya,  
  • Penerbit : Pustaka Al Bahjah
  • Klasifikasi : 297.61
  • Call Number : 297.61 BUY i
  • Bahasa : Indonesia
  • Tahun : 2023
  • Ketersediaan :
    T2.29659.10
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29065.9
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29064.8
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29062.7
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29061.6
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29060.5
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29059.4
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29036.3
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29034.2
    Tersedia di Perpustakaan Kampus
    T2.29032.1
    Tersedia di Perpustakaan Kampus

Evaluasi Pembelajaran Perspektif Kurikulum Merdeka

Pengkajian-Kristalisasi Bilangan (2)

Pelatihan Musim Panas 2019 (01 – 06 Juli 2019) Kristalisasi Kitab Bilangan (2) 13. Sketsa Penting dari Wahyu Ilahi dalam Kitab Keluaran, Imamat, dan Bilangan mengenai Ekonomi Allah dengan Umat Pilihan dan Tebusan-Nya 14. Pertumbuhan dan Kematangan yang Diperlukan bagi Pembentukan Pasukan untuk Melindungi Kesaksian Allah dan Berperang bagi Pergerakan-Nya di Bumi 15. Perubahan Pola Makan Kita kepada Kristus yang Surgawi sebagai Realitas Manna Surgawi Sehingga Kita Bisa Disusun Ulang dengan Kristus untuk Menjadi Tempat Kediaman Allah 16. Berbicara kepada Batu untuk Minum dari Roh itu sebagai Air Hayat dan Menggali Sumur untuk Membiarkan Roh itu sebagai Air Hayat Mengalir dengan Leluasa di dalam Kita 17. Air Pentahiran 18. Kristus yang Dilambangkan dengan Ular Tembaga 19. Kristus yang Almuhit Menjadi Bagian yang Ditentukan untuk Kaum Saleh, menurut Pilihan Allah, sebagai Warisan Ilahi Mereka bagi Kenikmatan Mereka 20. Otoritas, Pemberontakan, Penegasan Utusan Otoritas, dan Perwakilan Allah yang Tepat 21. Musa Damba agar Seluruh Umat Yehova Menjadi Nabi 22. Kristus sebagai Bintang dari Yakub 23. Visi Sang Serba Cukup—Pandangan Ilahi Umat Allah 24. Perlunya Peperangan Rohani dan Umat Allah Terbentuk menjadi Pasukan yang Siap Berperang

Pelatihan Musim Panas 2019 (01 – 06 Juli 2019) Kristalisasi Kitab Bilangan (2) 13.

Wasiat Auliya`; Kisah Dan Kearifan Hidup Para Kekasih Allah

Seorang lelaki bertanya kepada Dzûn-Nûn al-Mishrî tentang keadaannya. Ia menjawab: Bagiku, tidak ada keadaan yang kuridai dan tidak ada pula keadaan yang tak kuridai. Bagaimana aku dapat meridai keadaanku untuk diriku sendiri, sedangkan aku tidak bisa memenuhi apa yang Dia kehendaki dariku? Bagaimana pula aku dapat tidak meridai keadaanku, sedangkan tidak terjadi suatu keadaan pada diriku kecuali keadaan yang Dia kehendaki? Aku tidak tahu manakah yang lebih baik: baiknya ahwalku dalam kebaikan perbuatan baik-Nya kepadaku atau baiknya ahwalku dalam keadaan burukku ketika keadaan buruk itu yang dipilihkan untukku? Alangkah indahnya perkataan itu! Yang mengatakannya adalah orang yang cinta kepada Allah dan sibuk dengan-Nya, menyerahkan kendali dirinya kepada Allah dan rida kepada-Nya dalam segala keadaannya, serta [teguh] berdiri di hadapan Allah Swt. Ia selalu merenungkan keindahan perbuatan-perbuatan-Nya, sehing ga dirinya pun menciut. Ia menjadi tidak rida dan tidak pula murka terhadap seluruh keadaannya. Dirinya telah luruh dalam keridaan kepada Tuhannya. Demikian karena baik dalam keadaan taat maupun dalam keadaan maksiat, dirinya selalu menunaikan hak Allah. ia ridai semen Keadaan taat, bagaimana mungkin tara keadaan taatnya pasti berkekurangan?! Keadaan maksiat, bagaimana mungkin ia murkai sedangkan keadaan maksiat itu merupakan pilihan Allah untuknya?! Kalau begitu, yang terbaik adalah berserah diri dan rida serta beristigfar dan memuji-Nya. Menghayati perjalanan hidup, karakter, dan kesucian-hati orang-orang saleh merupakan salah satu penghayatan terbaik yang mampu mengukuhkan cita-cita dan menanamkan cinta pada kebaikan. Buku ini berisi 89 pelajaran hidup dari 61 orang arif lintas negeri dan masa, yang dengan menyebut nama mereka saja, rahmat terharapkan. "Ketika orang-orang saleh disebut, bercucuranlah rahmat-rahmat," tutur para ulama dahulu. Lalu, bagaimana jika kita membaca berbagai kearifan, petuah, dan cahaya mereka yang turun dengan deras kepada kita? Kisah para wali yang memperlihatkan akhlak mereka dan keutamaan yang mengantar mereka menjadi kekasih Allah itu tak lain dimaksudkan untuk menghangatkan cinta kepada mereka dan cinta untuk mengikuti mereka. Karena itulah ulama salaf Sufyan al-Tsauri biasa berkata, "Bila kami tidak termasuk orang saleh, sungguh kami ini mencintai orang-orang saleh."

Seorang lelaki bertanya kepada Dzûn-Nûn al-Mishrî tentang keadaannya.

Santri Digital : Menjadi Generasi Religius di Era Digital

Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri. Seiring dengan perkembangan teknologi, pesantren juga mengalami transformasi untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Buku ini membahas tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh santri dalam menghadapi era digital, serta strategi untuk mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan dakwah dan kemanfaatan sosial. Buku ini juga membahas tentang kesehatan mental santri dalam penggunaan teknologi, sehingga pembaca akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dampak penggunaan teknologi pada kesehatan mental dan bagaimana mengatasinya. Etika digital dalam kehidupan santri juga dibahas dalam buku ini, sehingga para santri dapat memahami bagaimana menjaga diri dan membangun citra diri yang baik dalam dunia maya. Dengan membaca buku ini, para santri dan pengajar pesantren dapat memahami bagaimana mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan dakwah dan manfaat sosial. Buku ini juga dapat menjadi panduan bagi para santri dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri.

Pejuang Andalan: Antologi Puisi

Dalam buku Antologi Puisi “Pejuang Andalan” membahas berbagai macam Genre Puisi, diantaranya Puisi Romansa, Syair, dan lain-lain. Selain itu, dalam buku ini juga terdiri berbagai macam judul, misalnya: cinta dan perjuangan, lingkungan sekolahku, hadiah dari Tuhan, cita-cita, Indonesia Negeriku, Malaikat tak bersayap, Ibu dan Ayah, Senja, Sang Penguat Hati, Pahlawanku, dan lain-lain Pada Sinopsis Buku Puisi Pejuang Andalan didalamnya juga membahas tentang bagaimana seorang anak berjuang menggapai cita-cita yang gemilang dengan berbagai problema kehidupan dilingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar. Selain itu, juga membahas cinta kasih kepada kedua orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi masa depan buah hati mereka yang lebih cerah. Seperti pada puisi yang berjudul “Sang Penguat Hati”. Dalam puisi tersebut membahas bagaimana perjuangan orang tua yang selalu bersemangat untuk mencari biaya untuk masa depan buah hatinya untuk mencapai masa depan yang gemilang.

Dalam buku Antologi Puisi “Pejuang Andalan” membahas berbagai macam Genre Puisi, diantaranya Puisi Romansa, Syair, dan lain-lain.

Inspirasi Pahlawan Indonesia : Maria Walanda Maramis, Pejuang Hak Pilih Perempuan

Sosok Maria Walanda Maramis adalah salah satu dari beberapa pahlawan wanita yang ikut serta dalam memperjuangkan kesetaraan (gender antara laki-laki dan perempuan.

Sosok Maria Walanda Maramis adalah salah satu dari beberapa pahlawan wanita yang ikut serta dalam memperjuangkan kesetaraan (gender antara laki-laki dan perempuan.