Ergebnisse der ersten Welle der IAB-BiB/FReDA-BAMF-SOEP Befragung
Der russische Angriffskrieg auf die Ukraine hat die größte Fluchtbewegung in Europa seit Ende des Zweiten Weltkriegs ausgelöst. Seit Kriegsbeginn sind mehr als eine Million Menschen aus der Ukraine nach Deutschland geflohen. Erste repräsentative Erkenntnisse über deren Lebenssituation und Zukunftspläne ermöglicht die Studie "Geflüchtete aus der Ukraine in Deutschland (IAB-BiB/FReDA-BAMF-SOEP Befragung)", eine gemeinsame Studie des Instituts für Arbeitsmarkt- und Berufsforschung (IAB), des Bundesinstituts für Bevölkerungsforschung (BiB), des Forschungszentrums des Bundesamts für Migration und Flüchtlinge (BAMF-FZ) und des Sozio-oekonomischen Panels (SOEP) am DIW Berlin. Für diese Studie wurden 11.763 Geflüchtete aus der Ukraine in der Zeit zwischen August und Oktober 2022 befragt.
Buku Perilaku Konsumen Pada bank Syariah ini disusun oleh Dr. Miko Andi Wardana, S.T., M.Si. dalam bentuk buku monograf. Walaupun jauh dari kesempurnaan, tetapi kami mengharapkan buku ini dapat dijadikan referensi atau bacaan serta rujukan bagi akademisi ataupun para profesional. Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam beberapa bab yang membahas tentang Teori-teori Perilaku Konsumen, Pengembangan Konseptual Pad Niat Konsumen, dan Hasil Pengembangan Konseptual Terkait Niat Konsumen
Kritik atas Interpretasi Bunga Bank Kaum Neo-Revivalis
Buku ini termasuk dalam generasi awal literatur ekonomi Islam di berbahasa Indonesia. Ditulis berdasarkan riset literatur dan lapangan yang kaya, buku ini memberikan pandangan yang kritis terhadap pondasi ideologis perbankan syariah. Benarkah riba adalah bunga? Jika bunga bukan riba, lantas apa dasarnya mendirikan perbankan syariah?
Dewasa ini perkembangan Bank Syariah di Indonesia semakin pesat. Hal ini merupakan imbas karena Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia sehingga memiliki peran penting dalam membangun sistem ekonomi syariah. Apalagi dengan lahirnya bank syariah raksasa di Tanah Air, yakni Bank Syariah Indonesia. Hasil dari gabungan atau merjer tiga bank pelat merah, antara lain Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah. Kehadiran Bank Syariah Indonesia menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa ini. Dengan penyatuan bank syariah tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.