Sebanyak 26322 item atau buku ditemukan

Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan

Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman. Iutlah sebabnya Al-Quran dikatakan salih li kulli zaman wa makan (relevan untuk segala situasi dan kondisi). Salah satu jalan agar manusia dapat berdialog dengan teks Al-Qur'an adalah dengan menafsirkannya. Meskipun menafsirkan Al-Qur'an tidak mudah, tetapi jika para pembaca tekun dan ulet melakukan dialog, Insya Allah kesulitan itu pun akan sirna. Dialog pendidikan yang didasarkan pada ayat-ayat Al-Quran bukanlah yang pertama kali dilakukan. Namun demikian, nuansa penafsiran akan 'terasa" jika setiap saat para pembaca Al-Quran melakukan refleksi atas bacaan yang telah dilakukannya, sehingga bacaan-bacaan tersebut senantiasa terasa dinamis. Hai inilah (dinamisasi) yang akan ditemukan para pembaca sekaitan dengan penafsiran ayat-ayat bertema pendidikan pada uraian buku ini. Hal ini pun sekaligus sebagai pembeda dengan buku-buku sejenis lainnya.

Walaupun teks Al-Quran lahir di masa yang jauh dengan masa hidup manusia (baca: penafsir) seperti masa kini, tetapi teks itu dapat dikontekstualisasikan di berbagai tempat dan kondisi seiring dengan perkembangan zaman.

Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan

Edisi 1

Kemampuan menafsirkan "ayat-ayat pendidikan" ini diajarkan di seluruh Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) dan di Perguruan Tinggi Agama Islam pada umumnya. Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan. Namun disadari, ketersediaan literatur/referensi berbahasa Indonesia untuk matakuliah Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini masih tergolong langka. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan.

Tafsir Bayani: Paradigma Bahasa dalam Kosakata Al-Quran

Semua yang bermaksud menggali makna-makna Al-Quran, memulai upayanya dengan mempelajari kosakatanya. Dahulu para ulama sering kali merujuk ke syair jahiliah untuk memahami kosakata Al- Quran. Ini kemudian berkembang dengan memahaminya melalui analisa makna dasar dari susunan huruf-huruf yang terhimpun oleh satu kata, lalu ini pun berkembang dengan menghimpun ayat-ayat yang menggunakan akar kata yang sama lalu menarik makna yang dimaksud oleh Al-Quran. Buku yang di tangan pembaca ini berusaha menghidangkan secara sederhana dan dengan amat terbatas salah satu corak penafsiran Al-Quran yakni corak bayâni dengan menekankan pembahasannya tentang muatan kosakata dan perbedaan-perbedaan susunan satu kalimat dengan kalimat yang lain yang sepintas diduga sepenuhnya sama.

Semua yang bermaksud menggali makna-makna Al-Quran, memulai upayanya dengan mempelajari kosakatanya.

Tafsir Al-Mishbah Dalam Sorotan

Kritik Terhadap Karya Tafsir M. Quraish Shihab

Mengoreksi secara ilmiah sebuah karya tulis adalah tradisi dalam khazanah keilmuan Islam. Tradisi tersebut tentu saja bertujuan untuk mengoreksi dan membangun dialektika keilmuan, agar kekeliruan bias diluruskan dengan cara yang bermartabat. Karena itu, polemik terhadap sebuah karya tulis adalah hal biasa, selama masing-masing pihak memiliki hujjah yang kuat dan mengedepankan cara-cara yang santun dalam menyampaikan pendapatnya. Buku yang ada di tangan Anda, pembaca yang budiman, adalah kritik terhadap buku Tafsir Al-Mishbah yang ditulis oleh salah seorang pakar tafsir di Indonesia, M. Quraish Shihab. Penulis menyoroti beberapa hal dari karya tafsir tersebut, yang dianggap perlu untuk dikoreksi. Di antaranya tentang jilbab, tentang ahli Kitab, tentang kecenderungan tasyayyu (Syiah), dan lain sebagainya. Buku ini awalnya adalah disertasi penulis di Universitas Kebangsaan Malaysia. Sebuah karya yang diajukan untuk mendapatkan gelar akademik, tentu saja buku ini sudah diujikan secara ilmiah. Kami menyajikan pada anda, dengan kemasan yang lebih popular dan ringan, agar buku ini mudah untuk dibaca. "Saya selalu ditanya orang tentang Tafsir Al Mishbah yang ditulis oleh Prof. Qurasih Shihab. Hamper tidak pernah saya jawab. Lalu saya katakana, coba Tanya Ustadz Afrizal Nur, karena beliau mneulis tentang itu, disertasi doctor di Universitas Kebangsaan Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah terbit bukunya, "Tafsir Al Mishbah dalam Sorotan". Buku ini amat sangat mendidik, isinya tidak diragukan karena disertai doctor; ilmiah, tidak menhujat, tidak mencaci maki, murni ilmiah, keilmuan. (Ustadz Abdul Somad (UAS), Lc,.MA, Datuk Seri Ulama Setia Negara) - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Lalu saya katakana, coba Tanya Ustadz Afrizal Nur, karena beliau mneulis tentang itu, disertasi doctor di Universitas Kebangsaan Malaysia. Alhamdulillah sekarang sudah terbit bukunya, "Tafsir Al Mishbah dalam Sorotan".

Mukhtashar tafsir al-Mu'awwidzatain

Pengaruh sihir memang ada! Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri pernah terkena pengaruh sihir. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham! Namun jangan panik , allah telah menurunkan doa perlindunganyaitu surat Al-Falaq.

Pengaruh sihir memang ada! Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri pernah terkena pengaruh sihir. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham!

SUFISME DALAM TAFSIR NAWAWI

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin. Ratusan judul karya yang telah beliau tulis dalam berbagai disiplin ilmu lebih dari cukup membuktikan itu. Bukti tidak terbantahkan lainnya, dan ini lebih dari cukup, bahwa beliau digelari oleh para ulama kota Mekah dan Madinah saat itu sebagai Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz. Tidak terkecuali dengan tasawuf, Syekh Nawawi al-Bantani disamping telah menulis beberapa karya dalam bidang ilmu ini, beliau juga adalah seorang praktisi di dalamnya, maka itu beliau adalah sosok yang komprehensif dalam menerjemahkan ilmu-ilmu dalam ajaran Islam sekaigus nilai-nilainya, atau dengan istilah lain al-Jâmi’ Bayn al-‘Ilm Wa al-‘Amal. Salah satu karya fenomenal Syekh Nawawi dalam ilmu tasawuf adalah Salâlim al-Fudlalâ’ Syarh Manzhûmah Hidâyah al-Adzkiyâ’. Hampir keseluruhan apa yang telah dituliskan oleh al-Sarraj dalam al-Luma’ terkait berbagai definisi ajaran-ajaran tasawuf telah terangkum dalam kitab Salâlim al-Fudlalâ’ ini. Karya beliau lainnya yang juga populer, bahkan dipelajari oleh hampir seluruh pondok pesantren di Indonesia, adalah Nashâ-ih al-‘Ibâd Syarh al-Munabbihât ‘Alâ al-Isti’dâd li Yawm al-Ma’âd. Sebuah karya yang benar-benar birisi tasawuf murni yang bertujuan memperbaiki akhlak (Ishlah Ahwal al-Qulub), baik akhlak kepada Allah, rasul-Nya, maupun kepada sesama. Salah satu karya agung Syekh Nawawi lainnya adalah dalam bidang tafsir, yaitu Marâh Labîd yang juga dikenal dengan Tafsir al-Nawawi atau al-Tafsir al-Munir Li Ma’alim al-Tanzil. Melihat kepada tema besar ditulisnya kitab ini, juga melihat kepada referensi beliau dalam menyusun kitab ini; yang terutamanya yaitu hâsyiyah Tafsîr al-Jalâlayn atau Tafsîr al-Jamal, Mafãtih Al-Ghaib, Tafsîr Abî al-Su’ûd, dan Tafsîr al-Sirâj al-Munîr karya Syams al-Din ibn Muhammad ibn Muhammad al-Syarbini, jelas tafsir Marâh Labîd adalah kitab tafsir yang bertujuan untuk mengungkap kandungan-kandungan al-Qur’an, bukan sebagai kitab murni tasawuf. Namun demikian dalam makalah ini akan kita kaji adakah kemungkinan ajaran-ajaran tasawuf dituangkan di dalam kitab tafsir Marâh Labîd? Adakah korelasi catatan Syekh Nawawi dalam Salâlim al-Fudlalâ’ dengan tafsir Marâh Labîd? Hasil analisa ini diharapkan dapat menyimpulkan adakah tafsir Marâh Labîd sebagai kitab tafsir bercorak sufisme atau tidak…”

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin.

Tafsir Ishraq Al-ma'ani: Surah Fussilat to Surah al-Tur (Surah no. 41-52)

... wa al - aqd ' ( whatever his sentiments vis a vis the post ) . The " ahl al - hall wa al- ` aqd " have the authority to remove the head of state and replace , by consensus , whenever they feel things are going awry . No one else nor any ...

Tafsir negara Islam dalam dialog kebangsaan di Indonesia

Criticism on Islamic state in Indonesia.

... wa al - Jamâ'ah oleh NU adalah ajaran 83 Lihat KH Achmad Siddiq , Islam , Pancasila dan Ukhuwwah Islamiyyah ( Jakarta : Lajnah Ta'lif wa al - Nasr PBNU , 1985 ) , hal . 15 ** Dikutip oleh Munawir Sjadzali , Azas Pancasila , hal . 1 85Di ...

Corak pemikiran kalam Tafsir al-Azhar

sebuah telaah tentang pemikiran Hamka dalam teologi Islam

... Wa'ad wa al - Wa'id , Al - Amr bi al - Ma'ruf wa al - Nahy ' an al - Munkar . Lihat , Teologi Islam , hal . 38-60 . 13 ) Faham posisi tengah yang dalam istilah ilmu kalam disebut المنزلة بين المنزلتين ( posisi di antara dua posisi ) ...

Tafsir al-Qur'an dan budaya lokal

studi nilai-nilai budaya Jawa dalam tafsir al-Huda karya Bakri Syahid

Javanese cultural values in the Koran intepretation of Bakri Syahid's work, an Indonesian muslim scholar.

... AL - QUR'AN DAN NILAI - NILAI BUDAYA JAWA DALAM TAFSIR AL - HUDA A. Dialektika al - Qur'an dan Nilai - nilai Budaya Jawa Berdasarkan pengertian bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan atau yang diperbuat oleh manusia ...