Sebanyak 1727 item atau buku ditemukan

Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan

Edisi 1

Kemampuan menafsirkan "ayat-ayat pendidikan" ini diajarkan di seluruh Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) dan di Perguruan Tinggi Agama Islam pada umumnya. Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan. Namun disadari, ketersediaan literatur/referensi berbahasa Indonesia untuk matakuliah Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini masih tergolong langka. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan.

SUFISME DALAM TAFSIR NAWAWI

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin. Ratusan judul karya yang telah beliau tulis dalam berbagai disiplin ilmu lebih dari cukup membuktikan itu. Bukti tidak terbantahkan lainnya, dan ini lebih dari cukup, bahwa beliau digelari oleh para ulama kota Mekah dan Madinah saat itu sebagai Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz. Tidak terkecuali dengan tasawuf, Syekh Nawawi al-Bantani disamping telah menulis beberapa karya dalam bidang ilmu ini, beliau juga adalah seorang praktisi di dalamnya, maka itu beliau adalah sosok yang komprehensif dalam menerjemahkan ilmu-ilmu dalam ajaran Islam sekaigus nilai-nilainya, atau dengan istilah lain al-Jâmi’ Bayn al-‘Ilm Wa al-‘Amal. Salah satu karya fenomenal Syekh Nawawi dalam ilmu tasawuf adalah Salâlim al-Fudlalâ’ Syarh Manzhûmah Hidâyah al-Adzkiyâ’. Hampir keseluruhan apa yang telah dituliskan oleh al-Sarraj dalam al-Luma’ terkait berbagai definisi ajaran-ajaran tasawuf telah terangkum dalam kitab Salâlim al-Fudlalâ’ ini. Karya beliau lainnya yang juga populer, bahkan dipelajari oleh hampir seluruh pondok pesantren di Indonesia, adalah Nashâ-ih al-‘Ibâd Syarh al-Munabbihât ‘Alâ al-Isti’dâd li Yawm al-Ma’âd. Sebuah karya yang benar-benar birisi tasawuf murni yang bertujuan memperbaiki akhlak (Ishlah Ahwal al-Qulub), baik akhlak kepada Allah, rasul-Nya, maupun kepada sesama. Salah satu karya agung Syekh Nawawi lainnya adalah dalam bidang tafsir, yaitu Marâh Labîd yang juga dikenal dengan Tafsir al-Nawawi atau al-Tafsir al-Munir Li Ma’alim al-Tanzil. Melihat kepada tema besar ditulisnya kitab ini, juga melihat kepada referensi beliau dalam menyusun kitab ini; yang terutamanya yaitu hâsyiyah Tafsîr al-Jalâlayn atau Tafsîr al-Jamal, Mafãtih Al-Ghaib, Tafsîr Abî al-Su’ûd, dan Tafsîr al-Sirâj al-Munîr karya Syams al-Din ibn Muhammad ibn Muhammad al-Syarbini, jelas tafsir Marâh Labîd adalah kitab tafsir yang bertujuan untuk mengungkap kandungan-kandungan al-Qur’an, bukan sebagai kitab murni tasawuf. Namun demikian dalam makalah ini akan kita kaji adakah kemungkinan ajaran-ajaran tasawuf dituangkan di dalam kitab tafsir Marâh Labîd? Adakah korelasi catatan Syekh Nawawi dalam Salâlim al-Fudlalâ’ dengan tafsir Marâh Labîd? Hasil analisa ini diharapkan dapat menyimpulkan adakah tafsir Marâh Labîd sebagai kitab tafsir bercorak sufisme atau tidak…”

ABSTRAK “…Syekh Nawawi al-Bantani seorang ulama multi disiplin.

Spiritual and Religious Competencies in Clinical Practice

Guidelines for Psychotherapists and Mental Health Professionals

Spirituality lies at the heart of many clients' core values, and helps shape their perception of themselves and the world around them. In this book, two clinical psychologists provide a much-needed, research-based road map to help professionals appropriately address their clients’ spiritual or religious beliefs in treatment sessions. More and more, it has become essential for mental health professionals to understand and competently navigate clients' religious and spiritual beliefs in treatment. In Spiritual and Religious Competencies in Clinical Practice, you’ll find sixteen research-based guidelines and best practices to help you provide effective therapy while being conscious of your clients' unique spiritual or cultural background. With this professional resource as your guide, you will be prepared to: Take a spiritual and religious history when treating a client Attend to spiritual or religious topics in a clinical setting Hold clear ethical boundaries regarding your own religious or spiritual beliefs Know when and how to make referrals if topics emerge which are beyond the scope of your competence This book is a must-read for any mental health professional looking to develop spiritual, religious, and cultural competencies.

... extreme experiences? If so, how did you respond to those feelings? While you may not have experienced anything quite as extreme as a spiritual emergency, as a clinician you may find it helpful to reflect on times when you had extreme ...

Fokus Kepada Tuhan (ed. 1)

Buku ini berisi sepuluh tulisan dan teks kontemplatif yang dibuat dengan tujuan menolong dan membantu orang-orang percaya untuk lebih lagi memusatkan diri dan kehidupannya kepada Tuhan. Maka tidak ada jalan lain, untuk dapat tetap memusatkan diri pada frekuensinya Tuhan, kita harus menjaga proyeksi dan fokus hidup kita kepada-Nya dan menyingkirkan setiap gangguan yang membuyarkan fokus kita kepada Tuhan. Ketika kita fokus kepada Tuhan maka proses rekonsiliasi dan pembaharuan hidup akan terjadi. Dalam pengantar ini saya mengajak seluruh pembaca untuk memiliki komitmen membaca serta mengolah renungan yang berisi ajakan untuk kita dapat memiliki cara pandang yang Alkitabiah dan membuat kita tetap memusatkan diri dengan Allah. Saya berharap renungan-renungan sederhana dalam buku ini dapat menolong Anda untuk tetap berjalan di dalam jalur Tuhan, untuk memenuhi panggilan Tuhan, dan tetap berproses dalam kehendak Tuhan. Selamat membaca.

Buku ini berisi sepuluh tulisan dan teks kontemplatif yang dibuat dengan tujuan menolong dan membantu orang-orang percaya untuk lebih lagi memusatkan diri dan kehidupannya kepada Tuhan.

Ya Tuhan, Mengapa Kau Ambil Dia Dariku?

"Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing. Satu ketika jam itu akan berhenti berputar dan ia akan meninggal dunia. Itulah sebuah kehidupan, yang sekaligus sebuah misteri. Semua orang tahu itu. Namun, bagaimana bila jam kehidupan orang yang kita kasihi berhenti berputar? Perasaan tidak percaya, marah, kecewa, sedih bisa saja kita alami. Itulah suatu perasaan duka. Bagaimana kita harus berhadapan dengannya secara tepat? Bagaimana kita harus mengatasi perasaan duka? Ternyata, tak jarang orang gagal mengatasi kedukaannya. Akibatnya, ia terus dibayang-bayangi kesedihan, merasa tak berdaya, emosi cenderung labil, dan kurang berfungsi secara optimal dalam kehidupan. Tentu kita tidak ingin menjadi pribadi seperti itu. Itulah sebabnya, buku ini hadir untuk menjadi sahabat perjalanan yang menuntun kita secara lembut menuju tahap kehidupan yang lebih baik, lebih normal, dan lebih sehat. Apakah kita ingin mencapai hal tersebut? "Kelahiran dan kematian selalu ada. Dan tidak semua kita siap menghadapi kematian atau peristiwa ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada banyak petunjuk di buku ini yang bisa menguatkan dan membuat kita siap menghadapi kedukaan... bahkan kematian kita sendiri." ---Meigel Bentura, Drs. Ec., Manajer PT Prima Elektrik Power, grup Jawa Pos"

"Setiap orang memiliki jam kehidupannya masing-masing.

Ragam Pemikiran Pembangunan Ekonomi Perdesaan - Jejak Pustaka

Pembangunan daerah atau wilayah sudah seharusnya merata di segala lokasi, tak terkecuali perdesaan. Terkadang masih ditemukan ketimpangan antara wilayah perkotaan dengan perdesaan, padahal seharusnya keduanya berjalan beriringan karena sejatinya akan membutuhkan satu sama lain, misalnya daerah perkotaan yang membutuhkan sumber daya alam yang ada di perdesaan untuk diolah dan masyarakat perdesaan membutuhkan perkotaan untuk menyalurkan sumber daya manusia. Berbagai potensi bisa dikembangkan untuk memajukan wilayah perdesaan, salah satunya dengan pengembangan UMKM untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar. Penjabaran lebih lanjut mengenai pentingnya pembangunan perdesaan beserta data, maupun pandangan dibahas dengan detail dalam buku ini.

Pembangunan daerah atau wilayah sudah seharusnya merata di segala lokasi, tak terkecuali perdesaan.

Penyamaran terakhir Tan Malaka di Banten, 1943-1945

On Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries

On Tan Malaka, an Indonesian revolutionaries

Islam dan Demokrasi Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993

Mayoritas (sekitar 88 persen) rakyat Indonesia adalah Muslim. Meskipun Islam tidak disebutkan dalam konstitusi negara Indonesia, ia mempunyai peran yang penting dalam kehidupan sosial dan politik di negara ini. Sejak berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia pada akhir abad ke-13, Islam telah menjadi salah satu sumber utama dalam pembentukan nilai-nilai, norma-norma, dan tingkah laku masyarakat Indonesia. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Islam telah membantu untuk menjaga, mempertahankan dan bahkan menjadi simbol identitas dan ciri khas rakyat Indonesia serta oposisinya terhadap kekuasaan asing kolonial Belanda.1 Di era Indonesia modern sekarang ini, Islam tetap berfungsi sebagai tolok ukur moralitas dan tingkah laku bagi umat Islam. Ia menjadi salah satu input (masukan) yang penting dalam proses pengambilan kebijakan publik, dan bahkan menjadi pemberi legitimasi terhadap proses pembangunan politik, terutama terhadap masalah-masalah yang mendasar, seperti persoalan dasar negara serta kekuasaan dan otoritas.2 Tanpa legitimasi dari Islam, proses pembangunan politik atau pembangunan nasional pada umumnya tidak akan berjalan secara efektif. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

... demokrasi saat ini telah diterima oleh hampir seluruh pemerintahan di dunia , bahkan pemerintahan otoriter pun menggunakan istilah “ demokrasi " untuk mensifati rezim dan aspirasi mereka . Demokrasi memang merupakan slogan wacana ...