Edisi kali ini menelisik pesantren-pesantren yang didirikan santri Kiai Hasyim. Bertujuan mengenalkan kepada khalayak bahwa Pesantren Tebuireng adalah salah satu “bapak pesantren di tanah Jawa”, memotret jaringan ulama Jawa yang berhubungan dengan Tebuireng, dan mengetahui kecenderungan keilmuan yang dimiliki tiap pesantren yang terafiliasi dengan Tebuireng yang kami anggap sebagai “kepanjangan tangan” Tebuireng.
Bertujuan mengenalkan kepada khalayak bahwa Pesantren Tebuireng adalah salah satu “bapak pesantren di tanah Jawa”, memotret jaringan ulama Jawa yang berhubungan dengan Tebuireng, dan mengetahui kecenderungan keilmuan yang dimiliki tiap ...
Challenges to Traditional Religious Authority in Indonesia
Just like the Gutenberg revolution in the fifteenth century, which led to the emergence of non-conventional religious authority in the Christian world, the current information technology revolution, particularly through mediums such as Facebook, Instagram, YouTube, and Twitter, has triggered the re-construction and decentralization of religious authority in Islam. New santri (pious individuals) and preachers emerged from the non-conventional religious educational system. They not only challenged the traditional authorities, but also redefine and re-conceptualize old religious terminologies, such as hijra and wasatiyya. This book explores the dynamics of religious authority in Indonesia with special attention to the challenges from the “new santri”. It is a rich and important book on religion. I recommend students of religion in Indonesia and other countries to read it. Ahmad Syafi’i Maarif Professor Emeritus of History at Yogyakarta State University An important and timely volume that addresses the changing nature of Islamic leadership in the world’s most popular Muslim country. This book debunks many (mis)perceptions that Indonesia Islam is monolithic. It also redefines dominant characterization of Islam by Orientalist scholars, such as santri and abangan Muslims. Haedar Nashir Chairman of Muhammadiyah This edited volume evaluates the new development of Islamic scholarship and authority in Indonesia. Things have changed significantly in recent times that make many observers and researchers wondering: has Indonesia moved from traditional authorities, mainstream Islamic organizations, and the established scholarship to the new actors, movements and platforms? Has the change occurs owing to the democratization and political reforms that took place in the last twenty years or are there other factors we need to take into account? The contributors in this book provide possible answers from many different areas and perspectives. It’s a must-read! Nadirsyah Hosen Monash University, Australia
The contributors in this book provide possible answers from many different areas and perspectives. It’s a must-read! Nadirsyah Hosen Monash University, Australia
Judul : Kunci Sukses Menjadi Wali Santri Penulis : Saidi HS, M.Pd.I Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 78 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-401-8 No. E-ISBN : 978-623-505-402-5 (PDF) SINOPSIS Kunci Sukses Menjadi Wali Santri Mempersiapkan anak untuk mondok di pesantren adalah keputusan besar yang penuh dengan harapan dan tantangan. Buku “Kunci Sukses Menjadi Wali Santri” hadir sebagai panduan lengkap dan praktis bagi para orang tua yang ingin memastikan anak-anak mereka mendapatkan pengalaman terbaik di pesantren. Dalam buku ini, Ayah-bunda akan menemukan berbagai trik dan panduan praktis yang dirancang untuk membantu Ayah-bunda mendukung anak-anak Ayah-bunda sepanjang perjalanan mereka di pondok pesantren. Buku ini dibagi menjadi lima bab yang masing-masing fokus pada aspek penting dalam proses memondokkan anak: Bab 1: 10 Trik Ampuh Memotivasi Anak Mau Mondok Tanpa Paksaan Temukan cara-cara jitu untuk menginspirasi dan memotivasi anak agar mau mondok di pesantren dengan sukarela dan penuh semangat. Bab 2: 7 Panduan Praktis Memilih Pondok Pesantren yang Sesuai untuk Anak Panduan langkah demi langkah untuk memilih pesantren yang paling cocok dengan kebutuhan dan karakter anak Anda, memastikan mereka berada di lingkungan yang tepat untuk berkembang. Bab 3: 10 Trik Ampuh Mempersiapkan Mental Anak Sebelum Mondok tanpa Bantuan Psikolog Cara-cara efektif untuk membekali anak dengan mental yang kuat dan siap menghadapi tantangan di pesantren, tanpa perlu bantuan psikolog. Bab 4: 8 Trik Ampuh Menyelesaikan Permasalahan Anak di Pondok dengan Tenang Tanpa Stres Tips praktis untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama anak mondok, dengan pendekatan yang tenang dan bijak. Bab 5: 8 Kesalahan Fatal Wali Santri Ketika Merespon Permasalahan Anak di Pondok
Judul : Kunci Sukses Menjadi Wali Santri Penulis : Saidi HS, M.Pd.I Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 78 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-401-8 No. E-ISBN : 978-623-505-402-5 (PDF) SINOPSIS Kunci Sukses Menjadi Wali Santri ...
Judul : Potret Tradisi Keagamaan Di Desa Santri Penulis : Luthfatul Qibtiyah, S.Hum., M.Pd.I. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 62 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-805-4 No. E-ISBN : 978-623-505-806-1 (PDF) Sinopsi Masyarakat pedesaan identik dengan masyarakat yang religius, sehingga tradisi yang ada di desa semaksimal mungkin dalam bentuk keyakinan agama. Budaya dan agama berjalan beriringan. Desa Karang Cempaka merupakan salah satu desa dengan tingkat kepercayaan religi yang tinggi. Terbukti dengan banyaknya tradisi keagamaan yang masih terjaga dan dilestarikan. Hal ini tentunya hasil kerjasama seluruh lapisan masyarakat, dari yang muda hingga yang tua. Selama apapun gaya hidup seseorang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tradisi keagamaan yang tegas akan selalu sesuai dengan gaya hidup seseorang. Produk budaya ini menjadi kekayaan umat Islam dan peradaban tertentu. Sebuah sistem kepercayaan yang dikenal sebagai agama menggabungkan sejumlah gagasan mengenai pembentukan realitas. Gagasan ini penting untuk membantu orang memahami dan menginterpretasikan dunia menurut mereka hingga dapat menjelaskan struktur tatanan normatif dan sosial. Di sisi lain, cita-cita dan pesan agama dibawa oleh budaya, yang merupakan manifestasi dari kreativitas, usaha, dan karya manusia, serta mempengaruhi filsafat dan wilayah. Persepsi dan wawasan tentang bagaimana mengarahkan kehidupan manusia sesuai dengan kehendak manusia dan Tuhan diperoleh oleh agama dan budaya.
Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri. Seiring dengan perkembangan teknologi, pesantren juga mengalami transformasi untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Buku ini membahas tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh santri dalam menghadapi era digital, serta strategi untuk mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan dakwah dan kemanfaatan sosial. Buku ini juga membahas tentang kesehatan mental santri dalam penggunaan teknologi, sehingga pembaca akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dampak penggunaan teknologi pada kesehatan mental dan bagaimana mengatasinya. Etika digital dalam kehidupan santri juga dibahas dalam buku ini, sehingga para santri dapat memahami bagaimana menjaga diri dan membangun citra diri yang baik dalam dunia maya. Dengan membaca buku ini, para santri dan pengajar pesantren dapat memahami bagaimana mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan dakwah dan manfaat sosial. Buku ini juga dapat menjadi panduan bagi para santri dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Buku "Santri Digital: Menjadi Generasi Religius di Era Digital" membahas tentang bagaimana pengaruh digitalisasi terhadap pendidikan agama dan kehidupan santri.