Sejarah adalah ingatan. Ia merekam bagaimana bangsa-bangsa mengalami kemajuan dan kemunduran, bagaimana negara-negara berdiri dan jatuh; bagaimana dakwah-dakwah gagal dan berhasil, bagaimana peradaban-peradaban tumbuh dan runtuh, bagaimana para pemimpin tampil gemilang dan hilang. Seperti itulah yang akan kita saksikan tentang Islam dalam karya ini. " Buku ini memaparkan sejarah Islam dan menjelaskannya dari sudut pandang Islam: sejak masa Nabi Muhammad, Khalifah Empat, Dinasti Umayah, Dinasti Abbasiyah, hingga masa kini; sejak muncul di Makkah hingga merekah di penjuru dunia. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta " (Serambi Group)
Ia merekam bagaimana bangsa-bangsa mengalami kemajuan dan kemunduran, bagaimana negara-negara berdiri dan jatuh; bagaimana dakwah-dakwah gagal dan berhasil, bagaimana peradaban-peradaban tumbuh dan runtuh, bagaimana para pemimpin tampil ...
Keindahan teknik penulisan hadis oleh Ibnu Hajar nampak jelas dalam penulisan buku ini. Seringkali beliau menampilkan hadis yang sahih dan kuat, meringkaskan hadis yang panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadis, memberi keterangan darjat hadis dengan memberikan isyarat daripada ilalnya.
SECARA LENGKAP buku ini mengulas bagaimana Islam memberikan aturan-aturan luhur untuk perempuan demi mengangkat martabatnya yang mulia dalam kehidupan ini. Penulis menyisir satu per satu tema fikih wanita: dari aurat hingga imam shalat; dari aborsi hingga poligami; dari ibadah hingga keluarga; dari pendidikan hingga karier, dari jilbab hingga peran perempuan dalam ranah politik, sosial, dan budaya. " Selain lengkap, metode pembahasannya akurat, cermat, dan ketat dalam mengajukan dalil dan menyimpulkan hukum. Dengan bahasa yang mudah dipahami, berbagai pandangan ulama fikih dan hadis terkemuka dibeberkan demi memperkaya wawasan pembaca, lalu disarikan relevansinya dengan realitas kehidupan saat ini. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)
SECARA LENGKAP buku ini mengulas bagaimana Islam memberikan aturan-aturan luhur untuk perempuan demi mengangkat martabatnya yang mulia dalam kehidupan ini.
Kita sebagai bangsa Indonesia belum juga mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata. Kemakmuran negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Oleh karena itu, kita membutuhkan pemimpin yang masih memiliki keinginan luhur untuk menyejahterakan rakyat, bukan menyejahterakan diri sendiri maupun keluarganya. Pempimpin semacam itu semakin hari semakin sulit ditemukan di tengah masyarakat yang lebih sibuk berebut untuk mendapat, bukan untuk berbuat. Jokowi terbukti telah banyak melakukan pembangunan di segala bidang dan tempat hingga Papua. Jokowi juga terbukti tidak memperkaya diri selama menjabat sebagai presiden. Jika kepemimpinan mengalami pergantian di tengah jalan, semua sumberdaya yang sudah dikerahkan untuk hasil yang berjangka panjang, dapat saja terbengkalai karena belum terbentuknya budaya estafet antargenerasi kepemimpinan dalam budaya politik kita dewasa ini. Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!
Bagaimanapun juga, Indonesia membutuhkan stabilitas pemerintahan untuk menjamin kesinambungan itu secara efektif. Oleh karena itulah, Indonesia butuh Jokowi!
Aku berjalan ragu masuk ke gedung pernikahan. Perlahan tapi pasti langkah kaki ini semakin mendekat ke tempat pelaminan. Nis sangat cantik dengan gaun biru dan Yas tak kalah cantik dengan gaun putihnya. Percuma aku menyalami Givran, mengucapkan selamat, lalu beralih pada Yas. Yas hanya melihatku sekilas. Mungkin ia semakin benci kepadaku kini. “Makasih udah datang, Ga, "ujar Nis saat aku menyalaminya. Aku tersenyum, lantas mengucapkan selamat. Mataku kemudian beralih pada Arkan. Kutepuk pundaknya. “Kamu orang yang tepat." "Thank's " sahutnya sambil balas menepuk pundakku. Hatiku lega setelah meninggalkan pelaminan dan mengucapkan selamat kepada mereka berempat. Andai saja Nis menerimaku lagi, mungkin aku akan semakin berdosa karena pada kenyataannya hatiku sakit melihat Yas berdampingan dengan Givran. Aku duduk di kursi tamu untuk menikmati makan siang. Mata ini tak bisa lepas memandangi istri orang. Andai aku yang ada di posisi itu. Andai aku dan bukan Givran.
... punya baju biru yang suka dipakai kuliah?” “Beda, Kan. Itu biru laut. Ini biru toska. Lagian itu kan kaus. Harus dress.” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Sungguh, aku tidak mengerti perempuan. Warna saja bahkan beragam. Kemarin ...