Bulan suci Ramadlan sudah di hadapan kita. Mari kita sambut kedatangan tamu mulia ini dengan sambutan terhangat. Di antara para ulama terkemuka terdahulu senantiasa berdoa selama enam bulan memohon kepada Allah agar mereka dapat bertemu dengan bulan suci Ramadlan, lalu dalam enam bulan berikutnya mereka senantiasa berdoa agar ibadah mereka yang telah dikerjakan di bulan Ramadlan diterima oleh Allah. Kalau saja setiap orang dari kita mengetahui keistimewaan yang terdapat dalam bulan Ramadlan niscaya mereka akan selalu berharap Ramadlan memanjang waktunya dalam setahun penuh. Orang-orang mukmin mendapatkan kabar gembira akan dibukakannya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya pemuka-pemuka syetan. Kabar gembira ini tidak terdapat dalam bulan-bulan selain Ramadlan. Barangsiapa mengisi Ramadlan dengan kesalehan-kesalehan maka dia telah mendapatkan rahmat yang besar, dan barangsiapa menyia-nyiakannya maka ia tidak telah melewatkan kebaikan yang agung. Sayyidina Umar bin Abdul Aziz pada akhir khutbah-nya berkata: “Sesungguhnya kalian tidaklah diciptakan dengan sia-sia dan kalian tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi ada tempat kembali bagi kalian pada hari kiamat. Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya. Maka sungguh merugi orang yang menyia-nyiakan rahmat Allah yang sangat luas, sungguh merugi orang yang tidak mendapatkan surga yang lebarnya seluas langit dan bumi. Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan mati dan akan datang generasi setelah kalian. Setiap hari kita mengantarkan mereka yang telah sampai ajalnya, maka bertaqwalah kepada Allah sebelum kematian mendatangi kita. Sungguh aku mengatakan nasihat ini untuk kalian; yang sesungguhnya dosa-dosa saya sendiri yang tidak saya ketahui jauh lebih banyak dari pada dosa-dosa yang saya ketahui, yang karena itu saya terus meminta ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. Kabar gembira bagi orang-orang mukmin dengan dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya Iblis dan pemuka-pemuka syetan di bulan suci ini. Maka hendaklah kita persiapkan diri kita dengan bekal yang cukup untuk menyambut bulan bertaburan berkah dan ampunan ini. Jangan sia-siakan kedatangannya karena kesempatan berharga ini belum tentu dapat kita raih kembali pada tahun-tahun mendatang. Kita adalah manusia-manusia yang senantiasa dalam kerugian, namun demikian akan datang kepada kita hari-hari yang menjanjikan perdagangan yang menguntungkan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan keberuntungan pada bulan Ramadlan ini maka kapan dia akan beruntung?! Pahala diraih dengan usaha, maka jadikanlah Ramadlan ini sebagai usaha untuk meraih pahala. Buku yang ada di hadapan anda ini semoga ikut memberikan kontribusi khususnya bagi penulis, keluarga, dan kerabat, dan umumnya bagi seluruh ummat Islam dalam usaha membekali diri dengan pengetahuan tentang ibadah puasa yang akan kita kerjakan. Semoga puasa dan segala amal ibadah kita yang kita kerjakan di bulan suci Ramadlan ini berbuah ridla Allah dan pahala yang kelak dapat kita temui di akhirat kelak. Amin. Selamat datang wahai Ramadlan. Selamat datang wahai bulan yang paling mulia. Selamat datang wahai bulan puasa.
Dunia adalah panggung orang mukmin untuk beramal saleh sebagai bekal dan investasi di akhirat. Ketika mati, tak ada yang akan menyertai. Harta yang dibanggakan, keluarga yang dicintai, kawan-kawan nongkrong, tetangga di sekitar, semuanya akan ditinggalkan dan tak ikut menemani. Kematian memutus semua hal duniawi tanpa bisa dielakkan. Hanya amal sewaktu hidup yang akan menjadi satu-satunya teman yang dapat diandalkan. Buku ini menjadi petunjuk penting dan berharga sekaligus pengingat tentang apa saja yang perlu kita persiapkan sebagai bekal akhirat. Didasarkan pada dalil-dalil al-Quran, hadis-hadis Nabi yang sahih, dan nasihat-nasihat bijak ulama saleh klasik, buku ini memberi kita pijakan yang pasti dan arah yang jelas bagaimana kita menjalani kehidupan dunia hingga selamat sampai akhirat.
Buku ini berisi beberapa penyakit yang sering ditemukan di Puskesmas dan merupakan kompetensi dokter umum. Penyakit-penyakit tersebut antara lain: infeksi Soil Transmitted Helminth, penyakit eritroskuamosa, impetigo pada anak, infeksi jamur superfisial di kulit, alergi obat, keputihan pada anak usia menarche, abortus, kejang pada anak, demam tifoid dan limfadenopati tuberkulosa. Penyakit-penyakit tersebut dibahas tuntas sampai penatalaksanaan yang dapat dilaksanakan di fasilitas kesehatan primer termasuk Puskesmas. Selain membahas penyakit, buku ini juga berisi beberapa keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi dokter umum di Puskesmas antara lain tatalaksana impaksi serumen, teknik sirkumsisi dan bekam. Pada buku ini juga membahas satu hal penting dalam penatalaksanaan pasien sehari-hari yaitu kapan harus memberikan antibiotik pada pasien di Puskesmas. Semua materi yang dibahas pada buku ini ditulis oleh narasumber kompeten di bidangnya. Harapan penulis buku ini dapat menjadi bekal bagi sejawat dokter dan praktisi kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan primer dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Masa lampau di istana kerajaan Gowa Tahun 1626-1699, ketika masih kanak-kanak, persahabatan mereka merekatkannya seperti saudara kandung. (Yusuf, La Tenritatta, I Mannuntungi, I Mallombasi, Karaeng Nisak, dan Fatimah). Dulu Kerajaan Gowa terpaksa harus menundukkan Kerajaan Bone dalam sebuah perang. Arungpone lalu diasingkan ke Bantaeng dan La Tenritatta putranya yang masih belia diambil oleh Sultan Gowa sebagai tawanan politik. ia dipelihara oleh Karaeng Pattingalloang dengan kasih sayang tinggi dan diperlakukan sebagai putranya sendiri. Sultan tidak membedakan pengasuhan mereka dengan anak-anak istana lainnya. Hingga kerajaan lain menganggap bahwa Yusf dan La Tenritatta adalah Putra Mahkota Kerajaan Gowa. Anak-anak menikmati hari-harinya mengaji pada tuan guru Datuk sambil bermain dan menyusuri pantai selatan Gowa. Pergi ke istana Sultan Tua mendengar kisah negeri dongeng. Cinta Karaeng Nisak yang tumbuh dalam pengajian menjadi kenangan terindah. Diam-diam Fatimah menaruh kekaguman pada La Tenritatta atas kesabarannya mengawasi para tawanan perang. Namun hatinya luluh lantak ketika hubungan mereka tak direstui oleh sultan. Yusuf merantau ke Tanah Haram. Cinta sejati yang berlatar ketidakpastian silsilah terpaksa harus menanggung rindu berkepanjangan. Pernikahan megah abad ke-16 dilakukan diatas kapal Portugis. Dihadiri oleh raja-raja dari 72 Kerajaan dari Nusantara dan Eropa. La Tenritatta dan Fatimah pun harus berpisah karena perang. Sejak Sultan Muda mangkat, Arung Palakka memperdaya saudaranya. Belanda mulai merangsek masuk ke Makassar. Bersamaan di Banten, Syekh Yusuf pun harus berjuang membantu mertuanya (Sultan Banten) melawan penjajah. Makassar dan Banten di bumihanguskan oleh kompeni Belanda. Mereka semua mengerahkan kemampuan untuk membela tanah air. Dalam persembunyian dan tipu daya Belanda. Syekh Yusuf tertangkap dan menjadi tawanan perang. Di Makassar sultan harus mengalah dengan menandatangani perjanjian Bongayya lalu ditangkap dan dibawa ke Batavia. Bersamaan dengan sultan Banten tertangkap. Syekh Yusuf pun lalu diasingkan ke Tanjung Harapan. Di atas Bukit Pallantikan Arung Palakka mengusap air mata, mengelus pusara saudaranya. Perang yang memporak-porandakan persaudaraan, Keluarga, dan tanah air mereka hingga hanya menemukan penyesalan diatas pusara.
... alamat negeriakan kehilangan orang mulia. Orang-orang mendiskusikan tentang orang-orang yang dimuliakan. Mereka tidak ada yang sakit atau mungkin hal yang tiba-tiba muncul khabar mengagetkan masyarakat. “Jika tiga hari fenomena bulan ...
Al-Qu’an sebagai kitab mukjizat, berisi petunjuk yang menjadi sentral ideologi umat Islam mengantarkan kepada kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Taqdîm dan ta’khîr adalah kaidah-kaidah bahasa serta ushlûb balâghah yang indah dan menarik yang terdapat dalam Al-Qur’an yang telah diteliti dan disepakati para ulama bahasa, Nahwu-Sharaf, Balaghah serta Sastra dan sebagainya. Bagian salah satu gaya bahasa dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diperlukan oleh para Mufasir dalam rangka memudahkan bagi umat memahami isi kandungan Al-Qur’an sebagai kitab mu’jizat baik dari sisi bahasa maupun dari kontennya. Melalui kaidah tersebut para mufassir akan menemukan makna-makna yang tersurat mapupun yang tersirat dari sebab-sebab dan rahasia “taqdîm dan ta’khîr “itu.. Oleh karenanya, bagi umat Islam untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan benar, tentang kandungan isi Al-Qur’an yang merupakan kitab mukjizat, diperlukan kajian-kajian mendalam tentang kaidah taqdîm dan ta’khîr . Rahasia Taqdim Dan Ta'khir Dalam Al-Qur'an ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak
... alamat Gedung Bayt Al-Qur'an & Musium Istiqlal, JL. Raya TMII Pintu 1, Jakarta-Timur. Dan Bertempat Tinggal di Jakarta, dengan alamat, JL. P. Komaruddin II, simpang tiga Rt 03/05 No. 1, PenggilinganCakung, Jakarta Timur. Hidup bersama ...