Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Kumpulan 101 kultum tentang Islam

akidah, akhlak, fiqih, tasawuf, kehidupan setelah kematian

Understanding Islam; collected articles.

Understanding Islam; collected articles.

Para Tawanan Perang : Kisah Syekh Yusuf Al-Makasari dan Arung Palakka

Masa lampau di istana kerajaan Gowa Tahun 1626-1699, ketika masih kanak-kanak, persahabatan mereka merekatkannya seperti saudara kandung. (Yusuf, La Tenritatta, I Mannuntungi, I Mallombasi, Karaeng Nisak, dan Fatimah). Dulu Kerajaan Gowa terpaksa harus menundukkan Kerajaan Bone dalam sebuah perang. Arungpone lalu diasingkan ke Bantaeng dan La Tenritatta putranya yang masih belia diambil oleh Sultan Gowa sebagai tawanan politik. ia dipelihara oleh Karaeng Pattingalloang dengan kasih sayang tinggi dan diperlakukan sebagai putranya sendiri. Sultan tidak membedakan pengasuhan mereka dengan anak-anak istana lainnya. Hingga kerajaan lain menganggap bahwa Yusf dan La Tenritatta adalah Putra Mahkota Kerajaan Gowa. Anak-anak menikmati hari-harinya mengaji pada tuan guru Datuk sambil bermain dan menyusuri pantai selatan Gowa. Pergi ke istana Sultan Tua mendengar kisah negeri dongeng. Cinta Karaeng Nisak yang tumbuh dalam pengajian menjadi kenangan terindah. Diam-diam Fatimah menaruh kekaguman pada La Tenritatta atas kesabarannya mengawasi para tawanan perang. Namun hatinya luluh lantak ketika hubungan mereka tak direstui oleh sultan. Yusuf merantau ke Tanah Haram. Cinta sejati yang berlatar ketidakpastian silsilah terpaksa harus menanggung rindu berkepanjangan. Pernikahan megah abad ke-16 dilakukan diatas kapal Portugis. Dihadiri oleh raja-raja dari 72 Kerajaan dari Nusantara dan Eropa. La Tenritatta dan Fatimah pun harus berpisah karena perang. Sejak Sultan Muda mangkat, Arung Palakka memperdaya saudaranya. Belanda mulai merangsek masuk ke Makassar. Bersamaan di Banten, Syekh Yusuf pun harus berjuang membantu mertuanya (Sultan Banten) melawan penjajah. Makassar dan Banten di bumihanguskan oleh kompeni Belanda. Mereka semua mengerahkan kemampuan untuk membela tanah air. Dalam persembunyian dan tipu daya Belanda. Syekh Yusuf tertangkap dan menjadi tawanan perang. Di Makassar sultan harus mengalah dengan menandatangani perjanjian Bongayya lalu ditangkap dan dibawa ke Batavia. Bersamaan dengan sultan Banten tertangkap. Syekh Yusuf pun lalu diasingkan ke Tanjung Harapan. Di atas Bukit Pallantikan Arung Palakka mengusap air mata, mengelus pusara saudaranya. Perang yang memporak-porandakan persaudaraan, Keluarga, dan tanah air mereka hingga hanya menemukan penyesalan diatas pusara.

... alamat negeriakan kehilangan orang mulia. Orang-orang mendiskusikan tentang orang-orang yang dimuliakan. Mereka tidak ada yang sakit atau mungkin hal yang tiba-tiba muncul khabar mengagetkan masyarakat. “Jika tiga hari fenomena bulan ...