Sebanyak 237 item atau buku ditemukan

Pengantar Tafsir Sufi

Buku yang berjudul Pengantar Tafsir Sufi ini disusun dalam rangka memberikan sedikit andil memecahkan problem mahasiswa yang kesulitan menemukan referensi untuk mata kuliah Tafsir Sufi dalam kajian berbahasa Indonesia. Diharapkan, buku ini dapat menambahkan khazanah tafsir sufi yang selama ini banyak disampaikan melalui artikel dalam jurnal-jurnal ilmiah yang telah ada. Buku kecil ini sebagaimana judulnya merupakan pengantar kajian Tafsir Sufi yang menyuguhkan pembahasan singkat tentang tafsir sufi dalam beberapa aspeknya. Dimulai dengan pengenalan tentang pengarang karya tafsir sufi tersebut, ulasan tentang karyanya yang mencakup metode penafsiran, materi penafsiran, contoh penafsiran, pendapat para tokoh dan ulama tentang tafsir sufi tersebut hingga pro dan kontra dalam akseptabilitas tafsir tersebut. Buku ini menyuguhkan lima tafsir sufi yang sebagian merupakan karya tafsir utuh sebagaimana urutan mushaf (‘ala al-tartîb al-muṣḥafi) dan sebagian lagi merupakan kumpulan penafsiran sufistik ayat Alquran yang tersebar dalam beberapa karya pengarang. Lima tafsir sufi yang dikaji dalam buku ini yakni Tafsîr Ḥaqâiq al-Qur’ân karya ‘Abd al-Raḥmân al-Sullamî, Tafsir Laṭâif al-Ishârât karya Abû Qâsim al-Qushayrî, Tafsir Sufi al-Ghazâlî dalam beberapa karya dan yang utama dalam Iḥyâ ‘Ulûm al-Dîn dan Mishkât al-Anwâr, Tafsir ‘Arâ’is al-Bayân karya Ruzbihân al-Baqlî, dan tafsir sufi Ibn ‘Arabî. Dari karya tafsir di atas diambil doktrin tasawuf yang dominan dan menjadi karakter pengarangnya.

... . " Al - Qushayrî wa Manhajuhû fi al - Tarbiyah al - Da'wiyah " , Majallat Kulliyat al - Tarbiyah , Jâmi'at al - Azhar , vol . 162 , Januari 2015 . TENTANG PENULIS Dr. Ghozi , Lc . , M.Fil.I lahir 149 Dr. Ghozi , Lc . , M. Fil.I.

Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah

Judul : Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah Penulis : Shohibul Azka, M.Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 232 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-809-2 No. E-ISBN : 978-623-505-810-8 (PDF) SINOPSIS Term Syahwat dalam Tafsir Al-Qurthubi dan Quraish Shihab: Perspektif Kritik Al-Dakhil dan Mubadalah menawarkan analisis mendalam mengenai interpretasi konsep syahwat dalam Al-Quran, khususnya melalui pandangan dua tokoh tafsir terkemuka: Al-Qurthubi, ulama klasik yang dikenal dengan pendekatan hukum dan tradisionalis, dan Quraish Shihab, cendekiawan kontemporer yang kerap menggunakan pendekatan yang lebih kontekstual. Buku ini mengeksplorasi bagaimana makna syahwat dipahami dan diterjemahkan dalam kedua tafsir tersebut, serta bagaimana konteks sejarah, budaya, dan sosial dapat memengaruhi pemahaman dan penyampaian konsep ini kepada masyarakat. Dalam kajiannya, buku ini juga memperkenalkan perspektif Al-Dakhil, kritik terhadap unsur luar yang mungkin mempengaruhi pemaknaan ayat-ayat Al-Quran, serta pendekatan Mubadalah yang menitikberatkan pada prinsip kesalingan dan kesetaraan gender dalam interpretasi teks agama. Melalui kritik ini, penulis menggali bagaimana kedua tafsir tersebut memperlakukan konsep syahwat dalam hubungan laki-laki dan perempuan, baik dalam konteks spiritual, etika, maupun sosial, serta sejauh mana pendekatan-pendekatan ini selaras atau berbeda dengan prinsip keadilan gender.

... Januari 2023. Taufiq Hasyim, “Nafs dalam Perspektif Insaniah dan Tahapan-tahapan Penyuciannya,” dalam Jurnal Ulumuna : Jurnal Studi Keislaman, Vol. 1 No. 2, Tahun 2015, hlm. 267. 39 'Alami Zadah Faidhullâh al-Hasani al-Maqdisi, Fath al ...

Tafsir 1672 Mimpi (Tengok Arti Mimpimu)

"Bermimpi buang air besar atau berak. Akan kehilangan sesuatu atau mengalami musibah Bermimpi bepergian dengan mengendari kereta api. Segala usaha dapat terlaksana dengan mudah sekali atau akan ada perkembangan baik dan cepat. Bermimpi melihat kuku atau membersihkan kuku sendiri. Akan menerima warisan atau mendapat rezeki. Bermimpi merayakan pernikahan. Akan ada pertemuan keluarga yang menyenangkan. Dan 1.667 mimpi lainnya dari A sampai Z."

... pihak . Selamat membaca . Semoga bermanfaat . Bandung , Januari 2009 Penyusun Daftar Mimpi Tentang Mimpi .................................................................................... A—B Aborsi sampai Butuh ..

Tafsir Juz 22 : Al-Izzah Fa Man Yaqnut

Tafsir Juz XXII: Fa Man Yaqnut ini diberi judul العِزَّةُ (al-‘Izzah, Kemuliaan). Secara bahasa, kata al-‘Izzah terambil dari kata ‘azza – ya`izzu – ‘izzan – wa ‘izzatan – wa ‘azazatan (عز – يعز – عزا – عزة – عزازة). Kata ini mengandung banyak arti, antara lain al-karam (kehormatan), asy-syaraf (kemuliaan), al-quwwah (kekuatan), asy-syiddah (ketegasan). Ungkapan kata al-‘izzah berkisar pada makna kekuatan, kemuliaan, keutamaan, kemenangan, keberhasilan, dan tidak terkalahkan. Al-Raghib al-Asfahany mendefinisikannya dengan والعزة منزلة شريفة وهي نتيجة معرفة الإنسان بقدر نفسه وإكرامها. Al-‘Izzah adalah status yang terhormat dan merupakan hasil dari pengetahuan manusia tentang dirinya dan kehormatannya. Kemuliaan sejatinya mahkota kemanusiaan. Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kemuliaan. Kemuliaan pada hakikatnya bagian esensial dari manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang termulia. Al-Quran menegaskan bahwa kemuliaan semata-mata milik Allah. Bila seseorang berkemauan kuat memperoleh kemuliaan, seharusnyalah dia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pemilik Kemuliaan. Dengan demikian, at-taqarrub ilallah seharusnya menjadi langkah prioritas setiap helaan napas di kehidupan dunia yang fana ini. Tafsir ini mencoba mengurai apa yang harus dilakukan untuk mencapai kemuliaan tersebut

... Januari 2013 , Tafsir Juz XXVIII Juz Qad Sami ' Allah : Bun - yanun Marshush yang terbit pada September 2014 , Tafsir Juz XXVII Juz Qala Fama Khathbukum : Hikmatun Balighah , yang terbit pada Juli 2015 , Tafsir Juz XXVI Juz Haa Miim ...

Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya

Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis. Al-Qur’ān merupakan suatu hal dan tafsir Al-Qur’ān adalah hal yang lain. Pergumulan pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān telah dipotret dalam panggung besar sejarah tafsir Al-Qur’ān. Ada momen sejarah yang terulang (sirkuler) dan ada momen progresif (linear) seiring perkembangan zaman itu sendiri. Itulah sifat sejarah sebagaimana juga sejarah tafsir Al-Qur’ān. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

... ayat-ayat Al-Qur'ān telah tuntas pada masa Nabi. Namun dalam kenyataannya, tafsir Al-Qur'ān justru tumbuh berkembang setelah Rasulullah mangkat dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu; dari volume yang sederhana hingga ...

Nuansa Sufistik dalam Tafsir Firdaus An-Naîm Karya KH. Thaifur Ali Wafa: Studi Analisis terhadap Ayat-ayat Tasawuf

Buku ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat tasawuf dalam tafsir KH Thaifur Ali Wafa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan dari sebagian umat Islam yang ingin mendialogkan al-Qur’an sebagai teks yang terbatas dengan problematika sosial kemanusiaan yang tidak terbatas merupakan spirit sendiri bagi dinamika kajian tafsir al-Qur’an. Hal ini disebabkan oleh al-Qur’an meskipun turun di masa lalu, dengan konteks dan lokalitas sosial budaya tertentu, ia mengandung nilai-nilai universal yang selalu relevan dengan zaman dan tempat (shalihun likulli zaman wa makan). Oleh karenanya, di masa modern ini, al-Qur’an harus ditafsir sesuai dengan tuntutan zaman, dengan bahasa lain kita tidak perlu menggunakan kacamata orang-orang dahulu dalam menafsirkan al-Qur’an. Jika kita memaksakan menggunakan metode atau cara orang dahulu menafsirkan al-Qur’an jelas sangat berbeda karena yang dihadapai sekarang ini sudah jauh perbedaannya. Tafsir Firdaus Naim hadir untuk menjawab tantangan tersebut, namun kehadiran tidak bisa lepas dari corak pemikiran pengarannya sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah sehingga dalam penafsirannya banyak problematika yang ada di sekitarnya mempengaruhi dalam penafsirannya.

... Januari 1929 , Abdul Aziz ibnu Sa'ud resmi menjadi raja di Semenanjung Arab . Sejak itu , negaranya disebut Arab Saudi , sesuai dengan nama ayah raja pertama itu . Sampai sekarang , penguasa di Arab diambil dari keluarga Raja Sa'ud ...