Sebanyak 238 item atau buku ditemukan

Tafsir al-Azhar Jilid 1

Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah, Sosiologi, Tasawuf, Ilmu Kalam, Sastra, dan Psikologi

Tafsir al-Azhar ini menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan ungkapan yang teliti, me-nerangkan maknamakna yang dimaksud dalam Al-Qur’an dengan bahasa yang indah, dan menghubungkan ayat dengan realita social dan sistem budaya yang ada. Tidak hanya itu, beliau juga membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Me-ner jemahk an ayat demi ayat, menafsirkan ilmu pengetahuan untuk memperkuat tafsir uluhiyyah dan rububiyah. Menyeimbangkan dalil-dalil naqli dan aqli serta tidak hanya menukil dari ulama salaf, namun beliau juga meng angkat pengalaman sendiri namun tetap ber landaskan atas kepercayaan ulama-ulama ter dahulu. Beliau juga menguraikan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan memberi kesempatan bagi pembaca untuk berpikir. Tafsir ditulis membawa corak pandang hidup penafsir, haluan dan madzhabnya. Dalam tafsir ini, Hamka merujuk pada madzhab salaf, yaitu madzhab Rasulullah saw., para sahabat, dan ulama yang mengikuti jejak beliau. Tentang aqidah dan ibadah, Hamka mengikuti yang mendekati kebenaran dan meninggalkan yang menyimpang. Dan, mengenai pengetahuan umum, Hamka kerap kali meminta bantuan kepada ahlinya. Selain penyajiannya dalam masalah-masalah sosial, antropologi, dan sejarah, tafsir ini juga memiliki keunggulan lain yakni pembaca akan menemukan beberapa pen dapat dari para ulama Indonesia yang tidak terdapat dalam tafsir lainnya. Sehingga, wajar jika tafsir ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Tun Abdul Razak, “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa Asia Tenggara. [Gema Insani]

... islamiyah, harta kamu itu dapat diminta kembali kepada yang berutang. Kalau dia tidak mau membayar, daulah islamiyah “Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu.” (pangkal ayat 279) Artinya, kamu telah mengaku beriman, padahal makan ...

Tafsir Al-Asas

Tafsir Lengkap dan Menyentuh Ayat-ayat Seputar Islam, Iman dan Ihsan

Allah berfirman, "Rasul berkata, wahai Rabbku, sesungguhnya umatku menjadikan Al-Qur'an ini suatu yang ditelantarkan." (Al-Furqan: 30) Ketika mengomentari ayat di atas, Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah berkata, "Siapa yang tidak berupaya memahami firman-firman Allah, maka termasuk orang yang menelantarkan Al-Qur'an" Memahami Al-Qur'an maupun sunnah haruslah sesuai dengan cara Rasulullah dan para sahabat memahaminya. Hal ini sangat penting, karena saat ini, banyak kalangan yang memahami Al-Qur'an dan Sunnah secara asal-asalan dan sesuai keinginan akalnya. Karena itu, kehadiran Tafsir Al-Asas ini, di tangan para pembaca semoga bisa menjadi pengantar memahami Al-Qur'an secara shahih. Penulis buku Tafsir Al-Asas ini, menjelaskan secara luas dan mendetil seputar ayat-ayat tentang Islam, Iman dan Ihsan yang menjadi dasar (asas) Islam dengan gaya bahasa yang mudah dicerna, tidak membosankan, ilmiah dan referensi yang valid. Juga, menghadirkan komparasi pendapat para ulama dan kontekstual bagi manusia masa kini. Dengan membaca kitab-kitab tafsir ulama salaf, serta membaca kitab ini, terasa semakin lengkap. Sehingga, tak pelak, kitab ini layak Anda miliki.

... Islamiyah, tanpa tahun, cet. Ke-11 Al-Fauzan, Shaleh bin Fauzan bin Abdullah, Kitabut-Tauhid, (terjemah: Agus Hasan Bashori, Lc), Jakarta: Darul Haq, 1999, cet. Ke-2 Al-Utsaimin, Muhammad shaleh, Syarhu Ushul al-Iman, Riyadl: Haiatul ...

PARADIGMA BARU ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

Ilmu al-Qur’an merupakan ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas, laksana lautan yang tak bertepi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan paradigma baru ilmu al-Qur’an dan Tafsir, sehingga memperluas cakupan dan cabang-cabangnya. Oleh sebab itu, Penulis buku “Paradigma Baru Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” terinspirasi untuk melakukakan penelitian, yang terkait dengan paradigma baru dalam perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir. Dari hasil penelitian, penulis menuangkannya dalam sebuah buku.

... Januari 2023 pukul 19.57 . Quthb , Sayyid . At - Tashwirul Fanni fil Qur'an . Beirut : Darusy Syuruq , 1982 . Qutub , Sayid , " Sumber - Sumber Ilmu Pengetahuan dalam al - Qur'an dan Hadits " , dalam Jurnal Humaniora Vol.2 No.2 Oktober ...

Tafsir al-Azhar Jilid 3

Diperkaya dengan Pendekatan Sejarah, Sosiologi, Tasawuf, Ilmu Kalam, Sastra, dan Psikologi

Tafsir al-Azhar ini menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan ungkapan yang teliti, me-nerangkan maknamakna yang dimaksud dalam Al-Qur’an dengan bahasa yang indah, dan menghubungkan ayat dengan realita social dan sistem budaya yang ada. Tidak hanya itu, beliau juga membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Me-ner jemahk an ayat demi ayat, menafsirkan ilmu pengetahuan untuk memperkuat tafsir uluhiyyah dan rububiyah. Menyeimbangkan dalil-dalil naqli dan aqli serta tidak hanya menukil dari ulama salaf, namun beliau juga meng angkat pengalaman sendiri namun tetap ber landaskan atas kepercayaan ulama-ulama ter dahulu. Beliau juga menguraikan makna dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia dan memberi kesempatan bagi pembaca untuk berpikir. Tafsir ditulis membawa corak pandang hidup penafsir, haluan dan madzhabnya. Dalam tafsir ini, Hamka merujuk pada madzhab salaf, yaitu madzhab Rasulullah saw., para sahabat, dan ulama yang mengikuti jejak beliau. Tentang aqidah dan ibadah, Hamka mengikuti yang mendekati kebenaran dan meninggalkan yang menyimpang. Dan, mengenai pengetahuan umum, Hamka kerap kali meminta bantuan kepada ahlinya. Selain penyajiannya dalam masalah-masalah sosial, antropologi, dan sejarah, tafsir ini juga memiliki keunggulan lain yakni pembaca akan menemukan beberapa pen dapat dari para ulama Indonesia yang tidak terdapat dalam tafsir lainnya. Sehingga, wajar jika tafsir ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Tun Abdul Razak, “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa Asia Tenggara.” [Gema Insani]

... Islam. Misalnya bahwa Islam disiarkan dengan pedang. Islam mewajibkan poligami. Umat Islam tidak akan maju selama mereka masih berpegang kukuh pada ajaran-ajaran agamanya. Bahwasanya ilmu fikih Islam tidak asli, tetapi caplokan saja dari ...