Praktik Etika dan Komunikasi dalam bisnis tinjauan Islam mengandung nilai yang merupakan cerminan dari integritas seorang pelaku bisnis, misalnya nilai kejujuran. Kejujuran merupakan modal kepercayaan utama dalam dunia bisnis, sebagaimana ungkapan dari orang bijak bahwa “lebih baik kehilangan keuntungan hari ini daripada kehilangan kepercayaan hari esok”. Adapun uraian buku “Etika dan Komunikasi dalam Bisnis: Tinjauan Al-Qur’an, Filsafat dan Teoritis” yang diulas secara deskriptif, dengan isi pembahasan yang terdiri dari sembilan BAB, antara lain yaitu: BAB 1: Pendahuluan BAB 2: Manusia dan Nilai-Nilai Kemanusiaan BAB 3: Hakekat Etika dan Komunikasi BAB 4: Hakekat Ekonomi dan Bisnis BAB 5: Etika dan Komunikasi Bisnis BAB 6: Etika Profesi BAB 7: Jenis dan Bentuk Bisnis Tinjauan Islam BAB 8: Good Corporate Governance (GCG) BAB 9: Corporate Social Responsibility (CSR)
Praktik Etika dan Komunikasi dalam bisnis tinjauan Islam mengandung nilai yang merupakan cerminan dari integritas seorang pelaku bisnis, misalnya nilai kejujuran.
Padahal tidaklah demikian, sesungguhnya pada saat Haid dan Nifas ini, ada banyak sekali amalan-amalan atau ibadah yang bisa dikerjakan. Sayangnya tidak banyak kaum muslimah yang mengerti. Kemungkinan hal itu disebabkan karena ketidak tahuan atau karena amalan-amalan ini hanya diingat boleh dilakukan pada saat sedang bersih saja. Dimana Penerbit LEMBAR LANGIT INDONESIA menerbitkan buku tersebut alasan itulah membuat adanya penyusunan buku ini, sebagai upaya memberitahukan amalan serta ibadah yang bisa dikerjakan pada saat Haid dan Nifas. Selain referensi wajib Muslimah, buku ini juga bisa menjadi koleksi bacaan yang bisa dibaca kapan saja dan dimana saja.
"Hey! Malaysian? Moslem?" Saya dan istri berkali-kali disangka orang Malaysia saat berjalan melintas Sultanahmet Square. Perkaranya mudah, muka ras melayu. Mengira dari Malaysia mereka berusaha menggoda kami untuk mengikuti tour Selat Bosphorus sampai menjual barang dagangan, seperti bunga kertas, tasbih dan peci merah Turki. Sultanahmet Square di libur pagi sungguh penuh sesak. Wisatawan penuh sampai ke sudut-sudut. Di sini ada titik temu 2 bangunan agung yang menjadi simbol Istanbul. Ada Hagia Sophia yang tegak berdiri dari era Romawi Kuno sementaranya di seberangnya ada Masjid Sultanahmet yang gagah dengan minaret-minaret yang menjulang ke langit. "Hey! Malaysian? Moslem? "My wife and I were repeatedly supposedly Malaysians walking across Sultanahmet Square. The case is easy, the face of the Malay race. Thinking of Malaysia they tried to tempt us to follow the Bosphorus Strait tour to sell merchandise, such as paper flowers, turbans and Turkish red pecs. Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul. There is a Hagia Sophia standing erect from the ancient Roman era while on the other side there is a dashing Sultanahmet Mosque with minarets towering to the sky.
Sultanahmet Square in the morning off was packed. Tourists are full up to the corners. Here is the intersection of the two great buildings that became the symbol of Istanbul.
Sekolah, pesantren dan perguruan tinggi adalah sarana bagi proses pengajaran etika (akhlak) dalam Islam. Proses pewarisan nilai-nilai Islam ada di lembaga ini, sehingga hendaknya insititusi pendidikan Islam melahirkan generasi muslim yang punya dedikasi dan kepedulian yang tinggi kepada umat. Bukan justru meresahkan atau merugikan umat Islam. Sarjana muslim seharusnya bisa menjadi qudwah (teladan) di tengah masyarakat. Sosok yang mampu tampil sebagai pengurai masalah, bukan justru penambah masalah di tengah problematika umat Islam saat ini, tidak usah jadi doktor kalau hanya bikin masalah saja.
Buku Fikih Ekologi: Etika Pemanfaatan Lingkungan di Lereng Gunung Kelud ini dapat sampai di tangan para pembaca yang budiman. Saya terlahir di sekitar gunung api yang secara berkala mengalami erupsi eksplosif, sehingga pantas jika ia bernama “Kelud” yang dalam bahasa Jawa berarti “penyapu”. Namun di balik keganasan luapan material berupa gas, abu, pasir, batuan dan lava tersebut, Kelud adalah anugerah bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya dengan beragam kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Pesona “Kelud” sejak kecil menjadi kekaguman saya sekaligus menjadi motivasi saya sebagai seorang santri yang mengenyam pendidikan pesantren dengan kajian keislaman diantaranya fikih. Perhatian terhadap lingkungan dan etika ekologi adalah kebutuhan sekaligus kewajiban bagi seluruh manusia. Etika pemanfaatan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat di lereng Gunung Kelud telah lama ada sejak dahulu hingga sekarang. Berdasarkan pemaparan pada bab-bab buku ini, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan, yaitu pertama; etika pemanfaatan lingkungan dalam membangun fiqih ekologi adalah berfondasi pada nilai-nilai Universitas Al-Qur'an bahwa semua unsur alam memiliki tugas untuk selalu mengakui kebesaran Allah (tasbih) dengan caranya masing-masing meskipun teknisnya tidak dapat terdeteksi indra manusia. Fikih Ekologi Etika Pemanfaatan Lingkungan Di Lereng Gunung Kelud ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
... Islami, (KSA: Daar Ibn al-Jauzi) 2008. 295 Muhammad Muhammad al-Syalasy, al-Tasyri' al-Islami fi al-Hifadz 'ala al-Bi'ah, (Ramallah, Palistine: al-Quds Open University) 2013. 296 Ibrahim Ouzdamir, al-Bi'ah fi al-Islam, (Egypt Balancia ...
Penulis berusaha menyusun kitab ini dengan ringkas, yaitu dengan cara membuang sebagian sanad-sanadnya.3 Hal itu mengingat kitab ini sengaja ditulis untuk para pemula 2 3 QS. Adz-Dzariyat ayat 56. Al-asaaniid, bentuk jamak dari isnaad, ...