Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

Metode Penelitian Kualitatif

Buku ini merupakan buku pengantar metode penelitian kualitatif yang disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa pada jenjang program sarjana dan pascasarjana di bidang ilmu sosial dan humaniora dalam memahami penelitian kualitatif untuk membuat tugas akhir. Ketersediaan buku yang membahas tentang penelitian kualitatif selama ini masih dirasa kurang oleh mahasiswa, terutama yang praktis dan mudah difahami untuk diaplikasikan. Kalaupun ada kebanyakan buku yang membahas penelitian kualitatif disajikan secara terpisah untuk masing-masing jenis penelitian kualitatif. Pembahasan buku ini disajikan secara sistimatis dan komprehensif yang mencakup lima aspek kemampuan yang harus dikuasai dalam perkuliahan metode penelitian kualitatif. Untuk mengetahui makna filosofis dan sejarah penelitian kualitatif, maka dibahas ke dalam dua bab yakni urgensi penelitian kualitatif dan karakteristik penelitian kualitatif. Untuk menambah wawasan mahasiswa tentang paradigma penelitian maka disajikan bab tentang metode penelitian campuran (mixed methode). Untuk meningkatkan variasi penelitian kualitatif, maka dibahas dalam enam bab yakni penelitian historis, penelitian kritis, penelitian etnografi, penelitian dokumen, penelitian kebijakan, dan penelitian konsep (pustaka).

Buku ini merupakan buku pengantar metode penelitian kualitatif yang disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa pada jenjang program sarjana dan pascasarjana di bidang ilmu sosial dan humaniora dalam memahami penelitian kualitatif ...

Paradigma Sains Integratif al-Farabi

Pendasaran Filosofis bagi Relasi Sains, Filsafat, dan Agama

Penulis buku ini berhasil mengekstrak pemikiran al-Farabi yang menawarkan sains integratif sebagai solusi dalam memperbaiki celah-celah sains modern yang cenderung sulit mengapresiasi ide-ide yang berhubungan dengan sesuatu yang metafisik. Sains integratif al-Farabi memiliki akar dan fondasi pada gagasan dan paradigma keesaan, Tauhid, yaitu prinsip dasar dalam keimanan Islam. Gagasan keesaan ini telah mengikat setiap bentuk dan struktur pemikiran sains al-Farabi, baik pada tataran ontologis, epistemologis, kosmologis, metodologis, maupun aksiologis. Rumusan penting dari prinsip ini adalah semakin menyatu dan terintegrasi suatu tatanan atau realitas, maka jaring-jaring kehidupan akan semakin harmoni. Sebaliknya, semakin disintegrasi suatu tatanan, maka jaring-jaring kehidupan akan mengalami kekacauan dan kehancuran. *** Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap pecinta ilmu pengetahuan, akademisi, dan mahasiswa filsafat, terutama mahasiswa filsafat Islam, bukan hanya karena penulisnya berhasil menyampaikan dengan sistematik pemikiran al-Farabi terkait dengan gagasan integrasi ilmu, tetapi juga karena relevansi pemikiran-pemikiran al-Farabi untuk menjawab beberapa isu epistemologis yang sangat penting dan sangat kita butuhkan hari ini. —Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Dosen Filsafat Islam UIN Jakarta & Universiti Brunei Darussalam Dijuluki 'Guru Kedua' (setelah Aristoteles), al-Farabi merupakan figur krusial awal yang menyiapkan 'panggung' untuk banyak filsafat Islam selanjutnya, khususnya pada aliran Peripatetik. —Peter S. Groff dalam Islamic Philosophy A—Z Meskipun doktrin al-Farabi adalah sebuah refleksi Abad Pertengahan, ia tetap mengandung beberapa gagasan moderen, bahkan kontemporer. Al-Farabi menyukai sains, membela eksperimentasi, dan menyangkal ilmu nujum dan astrologi... Dia memuliakan akal pada tingkat yang sangat suci, sehingga dia didorong melakukan pendamaian akal dengan tradisi, sehingga filsafat dan agama pun bisa sejalan, selaras. —Ibrahim Madkour, PH.D. dalam A History of Muslim Philosophy

... alamiah dasar (IAD) baik di perguruan tinggi umum maupun diperguruan tinggi berbasis agama (Islam). Hal tersebut terbukti dari penerbitannya yang sudah mencapai sembilan kali terbit mulai dari tahun 1992-1999. Lihat, Maskoeri Jasin ...