Sebanyak 18 item atau buku ditemukan

Problematika politik Islam di Indonesia

Islam and politics in Indonesia; collection of articles.

... demokrasi , maka bisa jadi lembaga dengan mudah berubah menjadi sebuah mesin penindas manusia . Hal ini mirip dengan kondisi bangsa ini 32 ... demokrasi makin menjadi kosa kata setiap elite 60 PROBLEMATIKA POLITIK ISLAM DI INDONESIA.

Konsep dan analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah di era otonomi

Sesuai dengan kebijakan pemerintah terhadap otonomi daerah dan desentralisasi fiskal Detail produk Pengarang: Beni Pekei Cetakan: Tahun 2016 Tebal buku:180 halaman

Yesus Sang Kristus

Tinjauan Teologis dan Kajian Spiritual atas Gelar Yesus bagi Jemaat Kontemporer

Yesus adalah salah satu figur yang paling memengaruhi sejarah peradaban manusia. Ada banyak gelar yang disematkan kepada pendiri agama terbesar di dunia itu. Beberapa gelar yang kerap digunakan adalah: Tuhan, Anak Allah, orang Nazareth dan Kristus atau Mesias. Di antara gelar-gelar tersebut, gelar yang paling sering digunakan adalah Kristus. Yesus Kristus atau Jesus Christ adalah nama diri Yesus yang paling populer. Namun, sepanjang sejarahnya gelar ini telah banyak disalahpahami, bahkan oleh para murid Yesus sendiri. Dalam banyak kesempatan Yesus mengecam para murid yang salah memahami gelar itu, bahkan melarang mereka untuk memberitahukan martabatnya sebagai Kristus sampai Ia bangkit, karena Yesus tahu bahwa pandangan mereka mengenai Kristus sangat berbeda dengan yang Ia sendiri maksudkan. Lalu, kita akan bertanya, Kristus seperti apakah yang dimaksudkan Yesus? Pencarian itu akan dibahas dalam buku ini. Kita akan mulai dengan menggali makna dan hakikat gelar Yesus yang satu ini, mulai dari latar belakangnya dalam pemikiran orang Israel pada Perjanjian Lama, sampai pada pewartaan dan pemakluman Yesus sendiri mengenai diri-Nya pada Perjanjian Baru. Selanjutnya kita akan melihat, bagaimana makna gelar ini dapat dihidupi oleh orang-orang Kristen yang mengakui Yesus sebagai Kristus, dalam konteks dunia kontemporer yang makin menantang iman. Akan dipaparkan bagaimana iman akan Yesus sebagai Kristus membawa suatu revolusi eksistensial yang menjadikan setiap orang Kristen sebagai “Kristus yang lain.” Mereka ini tidak hanya dapat bertahan di tengah gempuran zaman kontemporer, tetapi juga mampu bergerak menuju tujuan/asal hidup mereka, yakni kebersatuan dengan “Yesus Sang Kritus sendiri.”

Akan dipaparkan bagaimana iman akan Yesus sebagai Kristus membawa suatu revolusi eksistensial yang menjadikan setiap orang Kristen sebagai “Kristus yang lain.” Mereka ini tidak hanya dapat bertahan di tengah gempuran zaman kontemporer, ...

MANAJEMEN PENDIDIKAN

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.