Sebanyak 26326 item atau buku ditemukan

Tafsir Juz 22 : Al-Izzah Fa Man Yaqnut

Tafsir Juz XXII: Fa Man Yaqnut ini diberi judul العِزَّةُ (al-‘Izzah, Kemuliaan). Secara bahasa, kata al-‘Izzah terambil dari kata ‘azza – ya`izzu – ‘izzan – wa ‘izzatan – wa ‘azazatan (عز – يعز – عزا – عزة – عزازة). Kata ini mengandung banyak arti, antara lain al-karam (kehormatan), asy-syaraf (kemuliaan), al-quwwah (kekuatan), asy-syiddah (ketegasan). Ungkapan kata al-‘izzah berkisar pada makna kekuatan, kemuliaan, keutamaan, kemenangan, keberhasilan, dan tidak terkalahkan. Al-Raghib al-Asfahany mendefinisikannya dengan والعزة منزلة شريفة وهي نتيجة معرفة الإنسان بقدر نفسه وإكرامها. Al-‘Izzah adalah status yang terhormat dan merupakan hasil dari pengetahuan manusia tentang dirinya dan kehormatannya. Kemuliaan sejatinya mahkota kemanusiaan. Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kemuliaan. Kemuliaan pada hakikatnya bagian esensial dari manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan yang termulia. Al-Quran menegaskan bahwa kemuliaan semata-mata milik Allah. Bila seseorang berkemauan kuat memperoleh kemuliaan, seharusnyalah dia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pemilik Kemuliaan. Dengan demikian, at-taqarrub ilallah seharusnya menjadi langkah prioritas setiap helaan napas di kehidupan dunia yang fana ini. Tafsir ini mencoba mengurai apa yang harus dilakukan untuk mencapai kemuliaan tersebut

... Januari 2013 , Tafsir Juz XXVIII Juz Qad Sami ' Allah : Bun - yanun Marshush yang terbit pada September 2014 , Tafsir Juz XXVII Juz Qala Fama Khathbukum : Hikmatun Balighah , yang terbit pada Juli 2015 , Tafsir Juz XXVI Juz Haa Miim ...

Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya

Al-Qur’ān telah final sebagai teks suci statis namun pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān, tumbuh berkembang dalam dialektika-dinamis. Al-Qur’ān merupakan suatu hal dan tafsir Al-Qur’ān adalah hal yang lain. Pergumulan pemahaman manusia terhadap Al-Qur’ān telah dipotret dalam panggung besar sejarah tafsir Al-Qur’ān. Ada momen sejarah yang terulang (sirkuler) dan ada momen progresif (linear) seiring perkembangan zaman itu sendiri. Itulah sifat sejarah sebagaimana juga sejarah tafsir Al-Qur’ān. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

... ayat-ayat Al-Qur'ān telah tuntas pada masa Nabi. Namun dalam kenyataannya, tafsir Al-Qur'ān justru tumbuh berkembang setelah Rasulullah mangkat dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu; dari volume yang sederhana hingga ...

Nuansa Sufistik dalam Tafsir Firdaus An-Naîm Karya KH. Thaifur Ali Wafa: Studi Analisis terhadap Ayat-ayat Tasawuf

Buku ini merupakan penelitian tentang penafsiran ayat-ayat tasawuf dalam tafsir KH Thaifur Ali Wafa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan dari sebagian umat Islam yang ingin mendialogkan al-Qur’an sebagai teks yang terbatas dengan problematika sosial kemanusiaan yang tidak terbatas merupakan spirit sendiri bagi dinamika kajian tafsir al-Qur’an. Hal ini disebabkan oleh al-Qur’an meskipun turun di masa lalu, dengan konteks dan lokalitas sosial budaya tertentu, ia mengandung nilai-nilai universal yang selalu relevan dengan zaman dan tempat (shalihun likulli zaman wa makan). Oleh karenanya, di masa modern ini, al-Qur’an harus ditafsir sesuai dengan tuntutan zaman, dengan bahasa lain kita tidak perlu menggunakan kacamata orang-orang dahulu dalam menafsirkan al-Qur’an. Jika kita memaksakan menggunakan metode atau cara orang dahulu menafsirkan al-Qur’an jelas sangat berbeda karena yang dihadapai sekarang ini sudah jauh perbedaannya. Tafsir Firdaus Naim hadir untuk menjawab tantangan tersebut, namun kehadiran tidak bisa lepas dari corak pemikiran pengarannya sebagai mursyid Tarekat Naqsabandiyah sehingga dalam penafsirannya banyak problematika yang ada di sekitarnya mempengaruhi dalam penafsirannya.

... Januari 1929 , Abdul Aziz ibnu Sa'ud resmi menjadi raja di Semenanjung Arab . Sejak itu , negaranya disebut Arab Saudi , sesuai dengan nama ayah raja pertama itu . Sampai sekarang , penguasa di Arab diambil dari keluarga Raja Sa'ud ...

SEMUT DALAM TAFSIR SAINTIFIK

SEMUT DALAM TAFSIR SAINTIFIK

... dirujuk sumbernya . i Surabaya , 20 Januari 2021 Saya Yang Menyatakan , METERAI TEMPEL TGL 20 2AF7DAHF692459392 6000 ENAM RIBU RUPIAH Ellya Rachma Yunita E03217016 PERSETUJUAN PEMBIMBING Nama : Ellya Rachma Yunita NIM : E03217016.

Paradigma Teoantroposentris dalam Konstelasi Tafsir Hukum Islam

“Metodologi neomodernisme tafsir Fazlur Rahman bisa dikatakan sebagai eksemplar tafsir al-Qur’an yang tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Karena itu, metodologinya terus dikembangkan dan diapresiasi oleh gerenasi setelahnya, utamanya oleh Abdullah Saeed dengan tafsir kontekstualnya. Spirit tafsir ini kemudian menjalar ke buku yang ada di depan sidang pembaca ini. Selamat membaca pemikiran-pemikiran bernas dalam buku ini!” Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo. * * * Fragmentasi dan diferensiasi ilmu-ilmu keislaman, khususnya teologi dan hukum Islam, terus mengemuka hari ini. Dampaknya, hukum Islam mengalami krisis epistemologis dan paradigmatis. Hukum Islam dipahami secara normatif belaka, dijauhkan dari moralitas, dan tercerabut dari realitas kehidupan. Problem ini berbanding lurus dengan merunyaknya fenomena keberagamaan yang mengarah pada puritanisme dan radikalisme di Indonesia. Seyogianya, sangat dibutuhkan gerakan reorientasi paradigmatis penalaran hukum Islam dari teosentris dan antroposentris ke teoantroposentris. Paradigma ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan wahyu dan akal, agama dan kehidupan, serta norma dan nomos. Kerangka paradigmatis inilah yang kelak mesti menjadi basis pengembangan dan rekayasa hukum Islam masa depan. Buku ini meneliti dengan saksama mengenai metode progresif-integratif teoantroposentris tersebut dengan menjadikan pemikiran Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed sebagai model risetnya.

... “ al - Qur'an sebagai Wahyu Ilahi ” , al - Qur'an dan Serangan Orientalis ( Januari , 2005 ) , hlm . 86 . 118 M. Quraish Shihab , Logika Agama : Kedudukan Wahyu 113 Paradigma Teoantroposentris dalam Konstelasi Tafsir Hukum Islam.

Tafsir Ayat Tarbawi (Kajian Ayat-Ayat Pendidikan)

Tafsir tarbawi yang merupakan ijtihad akademisi di bidang tafsir, berupaya mendekati Alquran melalui sudut pandang pendidikan. Baik dari segi teoretik maupun praktik, sehingga diharapkan paradigma pendidikan dapat dilandaskan kepada kitab suci, dan petunjuk kitab suci mampu diimplementasikan sebagai dasar pendidikan. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami makna-makna Alquran, hukum-hukumnya, hikmah-hikmahnya, ajaran akhlaknya, dan petunjuk-petunjuknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

... dan Tafsir Sufi " dalam ' Adliya , Vol . 9 No. 1 , Januari - Juni 2015 . Abu Anwar, Ulumul Qur'an Sebuah Pengantar, (Jakarta, Amzah: 2009). Abu TAFSIR AYAT TARBAWI ( KAJIAN AYAT - AYAT PENDIDIKAN ) 219 DAFTAR PUSTAKA ...

Fiqh Ibadah

Ibadah merupakan segala upaya muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah dari suatu yang dicintai serta dirihai-nya, baik berupa perkataan dan perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Adapun Fiqh merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum syarain yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (orang yang terbebani syariat agama), yang diperoleh dari dalil-dalil yang bersifat terperinci, berupa nash-nash Alwuran dan sunnah serta cabangnya yang berupa jima' dan ijtihad ulama. Buku Fiqh Ibadah ini memuat tentang hukum dan tata cara thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Penyajiannya pun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memberikan pemaparan yang luas tetang berbagai hukum yang digali dan ditimba dari kitab-kitab fiqh empat mazhab beserta dalildalilnya dari Alquran dan sunnah. Meski singkat padat, buku ini dapat ememnuhi tujuan dan mencukupi kebutuhan kalangan yang karena faktor kondisi tidak mampu merujuk langsung ke sumber-sumber referensi fiqh yang otoritatif. Dikarenakan fiqh ibadah merupakan samudera luas sehingga membutuhkan kemahiran tinggi untuk mengeksplorasi kandungan terpendam turats fiqh yang diwarisi dari para ulama pendahulu sebagai pewaris para nabi.

Dikarenakan fiqh ibadah merupakan samudera luas sehingga membutuhkan kemahiran tinggi untuk mengeksplorasi kandungan terpendam turats fiqh yang diwarisi dari para ulama pendahulu sebagai pewaris para nabi.