Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Rahasia Magnet Rezeki

Dalam buku magnet rezeki, kita akan memiliki sudut pandang bahwa semua adalah “energi”. Manusia adalah energi, handphone adalah energi, buku yang Anda sedang pegang adalah energi, kata-kata yang tersusun adalah energi. Energi baik, akan bertemu dengan energi baik. Energi tidak baik dalam diri, maka energi baik dari luar tidak akan mendekat. Rezeki adalah energi baik. Maka untuk mendatangkan rezeki caranya sederhana : ciptakan energi baik dalam diri, maka rezeki akan datang dengan sendirinya. Keluhan, iri hati, dengki, sombong, adalah energi-energi yang tidak baik. Energi seperti itu yang akhirnya membuat rezeki tidak datang. Kerja keras yang biasa dilakukan oleh manusia pada umumnya adalah kerja keras dalam mencari uang. Pergi pagi pulang malam, jungkir balik ngejar proyek, saling sikat sikut dengan pesaing. Jika kerja sekeras itu dilakukan, tapi energi baik dalam diri tidak diupayakan, bukannya menarik rezeki malah mengusir rezeki. Kerja keras dalam menciptakan energi baik dalam diri adalah jalan terbaik menciptakan rezeki. Bekerja keras dalam berpikir positif, bekerja keras untuk shalat tepat waktu, kerja keras tilawah qur’an, kerja keras berpuasa, kerja keras membahagiakan orang lain, adalah upaya-upaya yang secara tepat mengundang rezeki. Saat energi baik sudah terkumpul dalam diri, rezeki otomatis datang. Itulah magnet rezeki. Se-simpel itu. Buku ini didesain untuk memudahkan Anda meraih keajaiban magnet rezeki. Prinsip-prinsip yang teruji dipadu dengan cerita-cerita keajaiban yang diungkap dari berbagai kisah nyata, menjadikan Anda seperti memiliki sahabat dalam mengarungi kehidupan Anda yang hebat menjadi lebih luar biasa.

Dalam buku magnet rezeki, kita akan memiliki sudut pandang bahwa semua adalah åÒenergiåÓ.

Media Dan Metode Promosi Kesehatan Dalam Perubahan Perilaku Kesehatan

Media merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada sasaran sehingga mudah dimengerti oleh sasaran/pihak yang dituju. Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatannya. Media menjadi alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Media pendidikan adalah alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran. Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerimaan pesan belajar (peserta didik). Semakin banyak pancaindra yang digunakan, semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan alat peraga dimaksudkan mengerahkan indra sebanyak mungkin pada suatu objek sehingga memudahkan pemahaman. Menurut penelitian para ahli, pancaindra yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke otak adalah mata (kurang lebih 75% sampai 87%), sedangkan 13% sampai 25% pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui indra lainnya.

Media merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada sasaran sehingga mudah dimengerti oleh sasaran/pihak yang dituju.